Grup Angkatan Maba 20
+6282xxxxxxxxx
| Innalillahi wa innailaihi raji'un
| Telah meninggal dunia, kawan seperjuangan kita. Keanna Lasmita Sari. Meninggal karena kecelakaan hari ini pukul 20.00 wib. Jasad akan dimakamkan besok di rumah duka, di Solo.
| Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Kita doakan yang terbaik untuk dia dan keluarga yang ditinggalkan.
+6281xxxxxxxxx
| Innalillahi wa innailaihi raji'un
+6289xxxxxxxxx
| Innalillahi wa innailaihi raji'un
| Aamiin
»»--⍟--««
.
.
.
.
𝕿𝖜𝖎𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙 𝕳𝖔𝖗𝖎𝖟𝖔𝖓
.
.
.
.
»»--⍟--««
"Pergi secepatnya dari tempat ini. Kalau gue lihat lo berkeliaran lagi di belokan ini, gak segan-segan gue pakai cara keras."
Wusshh.. Angin bertiup kencang. Asap putih tiba-tiba muncul menutup pandangan ketujuh cowok ini. Sosok tak kasat mata di depan mereka hilang bersamaan munculnya asap tadi.
Sebut aja cowok itu, Reno, Harish, Hanan, Chan, Ecan, Jeno, dan Dilan. Mereka, selain Reno dan Chan langsung masang muka kaget.
"Alig alig alig! Pertama kalinya kita ketemu yang kayak gini. Jago juga lo Kak Ren," Heboh Jeno yang baru saja jadi saksi aksi keren seorang Reno Mahardika mengusir hantu.
Disaat Jeno kegirangan, ada tiga cowok lain seumuran yang malah ngumpet di belakang punggung lebar Chan.
"Besok-besok nyari yang kaya gini lagi yuk!" Ajak cowok Bandung yang punya senyum manis, mirip iqbal ramadhan.
"Gak! Gak! Gak! Demi bebek karet kak Chan, gak mau lagi-lagi gue ketemu mereka," Cowok tampan lain yang paling tinggi dan bibir tebal langsung melayangkan protes.
Sementara Chan yang merasa bebek karetnya dibawa-bawa cuma natap Harish -cowok lebay tadi, pakai senyuman simpul. Ini adalah Chan dalam mode malam. Kalem.
"Ayo balik buruan! Udah dapat videonya kan?" Reno yang dari tadi diem langsung ngajak keenam orang lainnya pergi dari tempat ini.
"Hanan?" Reno goyangin badan cowok mungil pipi bulat yang bawa kamera. Karena saking syoknya, dia bahkan gak gerak pas Reno tanya.
"Hanan, ayo pulang! Serahin videonya ke Harish biar dia yang edit." Chan udah narik tangan cowok mirip tupai ini. Hanan pun sadar walaupun detak jantungnya masih belum normal.
"Yuk ah balik! Serem juga lama-lama di sini." Dilan Mahesa bukan Dilan 1990 noleh ke kanan kiri dan menyadari bahwa sekitar mereka ternyata gelap banget.
Lokasi tujuh cowok tampan ini sekarang berada di tikungan dekat universitas mereka. Konon katanya, setiap tahun pasti ada minimal dua kecelakaan terjadi di sini. Entah itu meninggal atau cuma luka parah, tapi pasti ada.
Nah, yang begini ini langsung jadi konten buat channel youtube Chan dan kawan-kawan.
»»--⍟--««
.
.
.
.
𝕿𝖜𝖎𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙 𝕳𝖔𝖗𝖎𝖟𝖔𝖓
.
.
.
.
»»--⍟--««
"...di Bandung juga ada cerita kaya begini, di tanjakan tapi. Ya gak, Can?"
Mereka udah setengah perjalanan ke mobil Chan yang emang sengaja di parkir lumayan jauh dari lokasi. Sembari jalan gak afdol kalau gak ngobrol. Sebenarnya yang ngomong terus sih Dilan sama Jeno, paling sesekali ditanggapi Harish dengan segala ke-lebay-an-nya.
Reno yang jarang ngomong lebih memilih jalan nunduk. Di sampingnya, Hanan ngerangkul erat tangan Reno karena masih takut. Sementara Chan, udah enjoy dengerin musik dari Airpod nya. Dan doi ngerasa keganggu karena namanya kepanggil.
"Hah? gue, Lan?" Tanyanya ke Dilan cowok yang dirasa manggil dirinya.
"Bukan atuh, si Ecan. Ya gak Can?" Dilan noleh ke belakang dan gak nemuin sohib yang sesama Sunda itu.
"Lho, Ecan kemana?" Dilan mulai heboh.
Yang lain pun ikut nengok. Termasuk Hanan yang ternyata dari tadi jalan sambil tutup mata.
Benar, mereka gak nemuin keberadaan cowok yang biasanya ngomong paling kenceng plus ramainya naudzubillah.
"Pantes dari tadi sepi." Ini Harish juga baru sadar.
Ternyata mereka ninggalin Ecan yang pingsan karena saking takutnya. Padahal doi, biasanya yang paling heboh dan gak takut kalau lagi penelusuran.
"Bajigur. Susulin! Susulin!"
"Gak gak. Gak berani balik gue."
"Eh temen lo itu. Masa gak dibantuin."
"Alah ntar paling juga balik sendiri."
"Ecan kayanya tadi pingsan deh," Hanan ikut buka suara.
"Kenapa gak bilang dari tadi Hanan Bagaskara?!" Serempak mereka nengok ke arah cowok mungil itu dan teriak tepat di mukanya. Bikin cowok ini semakin beringsut di lengan Reno.
"Cih, jangan teriak-teriak. Berisik!" komentar Reno yang lengan bajunya jadi korban rematan maut Hanan.
"Ya udah. Gue, Jeno, sama Dilan balik ke sana lagi. Harish, Reno, sama Hanan kalian langsung ke mobil aja."
Karena sebagai ketua dan tertua, Chan yang ambil keputusan. Jelas gak ada yang berani lawan. Takut kualat. Berakhirlah mereka pisah regu, satu jemput Ecan, satunya ke mobil.
»»--⍟--««
.
.
.
.
𝕿𝖜𝖎𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙 𝕳𝖔𝖗𝖎𝖟𝖔𝖓
.
.
.
.
»»--⍟--««
Mari mundur ke beberapa waktu lalu. Di tahun 2020 ini, ada sekumpulan mahasiswa baru dan beberapa yang udah lama, tiba-tiba terkenal. Bukan cuma karena muka mereka yang selebgram-able. Bukan juga karena mereka masuk jajaran mahasiswa pintar. Tapi, karena mereka ini punya channel di sebuah platform media sosial yang isi kontennya terbilang cukup menarik. Apalagi di Indonesia konten begini terbilang menjual.
Formasi Pengusir Setan, jangan tanya siapa yang namain. Sudah pasti si heboh ramai hiperaktif kang Ecan dari Bandung.
Channel ini awalnya cuma berisi maba-maba pecinta misteri dan horor yang kontennya terbilang membosankan. Pasalnya, hanya berisi obrolan-obrolan mengenai urban legend, pengalaman misteri, dan seputar kehidupan dunia tak kasat mata. Disajikan dengan format video editan sederhana.
Gampangnya, masih level noob seorang youtuber. Viewer mereka pun rata-rata perempuan yang pengin cuci mata melihat cowok-cowok ganteng. Atau kalau gak ya dipaksa sama oknum Harish Raffanza.
Namun, semua berubah setelah negara api menyerang. Eh, maksudnya channel ini mulai ramai ketika mereka mengundang salah satu mahasiswa yang rupanya memiliki ilmu tinggi soal makhluk-makhluk halus. Chandra Pradana Daneswara, muka bule logat Jawa medok. Kuliah bisnis manajemen yang katanya bakal jadi penerus usaha keluarga Daneswara.
Dari saat itu mulai banyak yang tertarik. Gak cuma para mahasiswa melainkan orang-orang luar juga. Terkuak lah ternyata ada orang yang sama seperti Chandra, yaitu Reno Mahardika, Patung-Es-Batunya jurusan Kedokteran Hewan.
Total anggota mereka awalnya ada 10, tapi semakin hari semakin berkurang. Kalau gak kurang ya ganti personil. Gitu terus sampai sekarang. Dan konten mereka sekarang bertambah dengan penelusuran ke tempat-tempat yang dianggap angker.
Di sini lah awal mula cerita mereka yang berhubungan sama dunia seberang tempat makhluk-makhluk tak kasat mata yang jangan-jangan juga bikin manusia sebagai objek pergibahan mereka.
Jadi, stay tune cerita-cerita mereka. Dan jangan lupa like komen subscribe channel youtube cowok-cowok ganteng ini.
Gak usah, gak ada channel aslinya. Mau diubek-ubek sampai dasar juga gak bakal nemu ini channel. -Shin
𝕿𝖔 𝖇𝖊 𝖈𝖔𝖓𝖙𝖎𝖓𝖚𝖊𝖉
❀✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*❀
Ini masih intro udah panjang banget yak.
Tertanda, Shin🐨
YOU ARE READING
Twilight Horizon
Fanfiction"Tolong jangan percaya sama apapun yang gue bilang." Keempat cowok itu saling tatap. Gak ada yang ngerti maksud cewek yang udah melenggang pergi ke luar cafe. ▼△▼△▼△▼△ "Gue merasa kita kayak tim pemecah misteri di serial scooby-doo" -Harish "Iya, lo...
