1. KANAYA.
Seperti biasa Kanaya selalu bangun pagi, mandi, sarapan lalu berangkat sekolah dengan Papa nya. Tidak lupa juga setiap sekolah Kanaya selalu membawa bekal dari rumah. Ibunya itu selalu membuat bekal makanan berkarakter. Kanaya bukan nya tidak mampu untuk membeli jajanan di sekolah. Namun, di sekolah Kanaya ini di wajibkan untuk membawa bekal ke sekolah.
Kanya sangat senang jika ibunya membuatkan makanan berkarakter seperti nasi berbentuk kepala Hello Kitty ataupun Doraemon. Dia sangat bangga dengan keahlian tangan Ibunya saat membuat bekal untuknya. Dia selalu memamerkan bekal makanan nya kepada teman teman nya dan dia juga tidak lupa menyuruh teman nya mencicipi bekal makanannya hal itulah yang membuat Kananya di sukai oleh teman teman nya.
Umur Kanaya saat ini kisaran dua belas tahun dan sekarang dia duduk di kelas enam sekolah dasar. Kanaya juga mempunyai adik perempuan berumur tiga tahun yang bernama Thasya panggil aja dia Acca.
"Ibu sekarang bentuk karakter makanan Naya apa?" tanya Kanaya kepada Ibunya.
"Nasi berbentuk kepala Hello Kitty dan nugget," ucap Ibunya Kanaya sambil membuatkan Kananya bekal
"Terimakasih Ibu, hmm Acca mana?"
"Acca masih tidur, sudah selesai nih bekal nya, cepat ke mobil nanti kesiangan,"
"Siap Ibu, Naya pergi Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam."
Setelah bersalaman dengan ibu nya, Kanaya berlari kecil ke arah mobil .
Wira Papanya Kanaya pun datang menghampiri Putri ibunya Kanaya.
"Sayang, Mas berangkat kerja ya," ucap Wira yang sedang memakai dasi.
Putri pun mengambil alih untuk merapikan dasi Wira Suaminya.
"Iya Mas, hati hati di jalannya," ucap Putri yang masih sibuk merapikan dasi suaminya. "Sudah selesai nih,"
"makasih ya, kamu baik baik di rumah," ucap Wira yang langsung mencium kening istrinya.
"Iya Mas,"
"Assalamualaikum," pamit Wira setelah bersalaman.
"Waalaikumsalam,"
Sesampai nya di bagasi mobil Wira melihat Kanaya yang sedang fokus melihat ke arah langit.
"Jangan melamun," ucap Wira yang sedang memakai sabuk pengaman.
"Pah cuaca nya mendung, Naya jadi takut." ucap Kanaya yang masih fokus melihat langit.
Wira pun mengikuti pandangan yang Kanaya lihat. Memang benar saat ini cuaca nya sedang mendung.
"Gak usah takut, kita kan naik mobil gak akan kehujanan kok," ucap Wira yang berusaha menenangkan anak nya.
Kanaya tidak menjawab dia makin fokus melihat ke arah langit.
"Udah gak usah khawatir, nanti juga panas lagi ko, emang bulan ini cuacanya lagi gak stabil kadang panas kadang mendung,"
"Gitu ya?" ucap Kanaya
"Ya udah yuk berangkat nanti telat,"
****
Sesampainya di sekolah Wira pun menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang masuk sekolah.
"Sudah sampai Tuan Putri," canda Wira.
Wira sengaja membuat lelucon kepada Kanaya, Wira merasa ada yang aneh dengan putrinya. Di sepanjang jalan Kanaya selalu saja melihat ke arah langit, Wira khawatir Kanaya melihat hal hal yang aneh.
YOU ARE READING
Kanaya
Horror"Mereka memang ada, tapi hanya yang istimewa yang tahu dimana mereka berdiri." ~ Nama ku Kanaya. Umur ku dua belas tahun sekarang aku duduk di Sd kelas enam. Awal nya hidup ku baik-baik saja. Hidup normal layaknya seperti anak seumuran ku. Kasih say...
