Malam hari ini cuaca sangat panas. Hawa yang panas membuat Bowo gerah. Malam ini Bowo mendapat tugas ronda di kampungnya. Yang berjaga ronda berjumlah Empat orang tiap regunya. Karena hawa yang membuat nya gerah Bowo hanya mengenakan kaos singlet dan sarung. Bowo berjalan menuju pos ronda. Disana duduk seorang pemuda. Anak dari tetangganya. Joko namanya, pemuda yang pemalu juga pendiam. Tidak banyak bicara dan selalu patuh dan sopan kepada orang yang lebih tua. Joko menggantikan tugas ronda bapaknya, beliau sedang tidak enak badan. Bowo menuju pos ronda dan duduk di sebelah bowo. Seketel wedang kopi dan gelas di taruhnya.
"Gantiin bapak mu to ko?"
"Inggih pak"
"Liyane nang ngendi kok durung podo teko"
Mboten ngertos pak" jawab Joko polos.
Bowo mengambil Hape nya. Membaca pesan kalo rekan tugas ronda malam ini mereka ijin tidak bisa ikut tugas ronda. Pak Edy masih kerja lembur di kantornya. Sedang kan Pak Zainal sedang keluar kota.
"Alamat wong loro tok ki sing ronda"
"Pripun pak?"
"Pak Edy karo Pak Zainal ga iso teko, yowis di jenake wae"
Bowo duduk bersila sambil menyalakan batang rokoknya. Di tuangkan kopi di gelas lalu di minumnya.
"Ko, bapak mu nang ngendi kok ora ngetok?" Tanya Pak Bowo.
"Gerah pakde" jawab Joko.
"Kowe sing ganteni?"
"Nggih pakde"
Joko memainkan hape nya tanpa banyak bicara. Pak Bowo yang seumuran bapaknya Joko, lebih gagah,Masih terlihat muda, Badan tegap. Maklum pak Bowo orang kantoran. Beda dengan Pak Paijo bapaknya Joko. Hanya seorang petani biasa.
Kebiasaan Pak Bowo bersarung tanpa sempak. Biar gampang kalo istri atau dirinya ngajak sunnah. Itu sudah jadi candaan bapak bapak teman rondanya yang pernah Joko dengar. Tinggal melorotkan nya tanpa ribet katanya.
Tanpa pak Bowo sadari klo sedang jegang duduk nya suka terlihat kontol padat berjembut lebat. Kepala kontolnya putih kemerah merahan. Besar menggantung.
Joko suka melirik kearah dalam sarung pak Bowo kalo pak bowo nya sedang melihat ke arah lain.
Kadang pak bowo sadar dan membenahi posisi duduknya.
Joko pura pura tidak melihat, karena malu.
Beda umur yang terlalu jauh dan Joko tipe pemalu dan pendiam tidak banyak obrolan malam itu. Kadang pertanyaan Pak Bowo tentang kegiatan Karang Taruna dan hal hal umum lainnya.
Joko pemuda kekinian dengan masa penuh tantangan dan hal hal baru yang jadi penasaran. Apalagi dunia maya memberikan banyak gambaran. Joko pemuda biasa saja. Anak petani yang kadang membantu bapaknya di sawah. Dan berpenampilan apa adanya. Jauh dari kata menarik tapi Joko pemuda yang di sukai. Karena ramah dan santun. Karena hal itu lah Joko kadang suka minder dan berkhayal seperti teman mainnya. Yang ganteng dan rapi dalam penampilan. Membuatnya dia suka memandangi laki laki yang akhirnya dia terobsesi menjadi gay menyukai laki laki. Dengan adanya dunia maya Joko selalu mencari sesuatu tentang gaya hidup gay. Terutama video sex nya.
Yang membuat nya penasaran dan selalu membayangkannya.
Joko main hape nya dengan serius menonton video porno yang sudah di downloadnya. Saking seriusnya Joko tidak sadar kalau pak Bowo suka memperhatikan layar Hapenya. Pak Bowo di buat penasaran apa yang Joko tontonkan. Dengan pura pura merubah posisi duduk pak Bowo bergeser mendekatinya. Pak Bowo diam diam ikut menonton video yang di tonton joko. Tanpa bicara dan tanpa komentar. Sesekali dia cuek seolah tidak memperhatikannya.
Durasi film yang di tonton joko lumayan panjang yang membuat joko terlalu fokus dan serius tidak sadar Pak Bowo dekat dengan nya.
Video yang telah di tontonnya sudah selesai. Joko mencari video lain untuk di tontonnya lagi. Saat dia akan play video tersebut Joko menengok ke arah pak Bowo. Tersontak kaget pak Bowo sudah di sampingnya. Joko kikuk dan merubah posisi duduknya. Bergeser dan menghadapi pak Bowo takut ketauan dengan apa yang telah dia lakukan tadi. Sambil pura pura memainkan jarinya memencet layar dan scroll layar. Pura pura mengetik ato main game.
"Nonton Video ko? Ketoke kok seru apik men?" Seloroh pak Bowo.
Joko cuma nyengir malu dan diam saja.
"Reneo ko, aku melu nonton, ben ora bosen Jogo rondane"
"Rasah isin, podo lanang e wis biasa nonton video porno" kata pak Bowo membesarkan hati Joko biar nggak malu.
Karena Joko penurut dengan sopannya mendekat pak Bowo duduk di sampingnya. Joko membuka galery lalu memilih video normal. Layaknya sex antara laki laki dengan perempuan. Malu menunjukkan eksistensinya seorang gay.
Di putarnya video tersebut dan berlangsung sekitar 5 menit an.
"Video sing koyo ndek mau lho ko, seru" seloroh pak Bowo.
Joko langsung grogi pikiran takut dan malunya langsung muncul.
"Pakde tahu tho tadi video ndek mau?" Tanya Joko.
"Iyo Ko, wis rasah isin. Aku yo pisan iki ndelok kok ono sing koyo ngono. Penasaran pengen nonton liyane" jawab Pak Bowo.
"Nggih pakde"
Joko pun mencari video gay yang durasinya lama dan paling dia suka.
Karena layar hape ukuran 6 inch otomatis pak Bowo maupun Joko saling berdekatan untuk menontonnya.
Bahkan sesekali pak Bowo merangkul Joko yang membuat Joko merasakan ketegangan.
Di tambah lagi dalam sarung pak Bowo ada yang ngacung keatas di bagian selangkanganya. Pak Bowo lalu mengangkat satu kakinya....terangkat sudah kain sarungnya. Terlihat kontol pak Bowo ngaceng tegak lurus dengan batang ukuran besar panjang 17 cm. Tangan kiri pak Bowo merangkul bahu Joko.
Tangan kanannya tiba tiba meraih tangan Joko dan mengarahka ke selangkanhannya. Joko kaget lalu menarik kembali tanganya.
"Ora opo opo ko, santai aja, sange aku"
"Pengen nyobo koyo nang film" ajak pak Bowo mendekap erat bahunya Joko.
"Mangke ampun di omongke bapam nggih pakde!" Joko takut hal sperti tabu itu di ungkapkan.
"Ora ko, mosok aku arep mbuka wadi ku dewe" di raihnya lagi tangan Joko untuk memegangi kontolnya.
Joko nurut lalu meremas remas kontolnya. Joko makin senang dan juga takut. Ini pertama kalinya megang kontol orang lain. Impian dan yang di impikannya benar benar terkabul. Pak Bowo meraih hape nya Joko dan menyuruh Joko untuk mengemut kontolnya.
Malam itu jam 00.30 keadaan sepi, sunyi dan dingin.....
Joko dengan senangnya langsung mengemut kontol Pak Bowo. Dengan kepala yang tertutup sarung joko asik mengemut Kontol untuk pertama kalinya. Pak Bowo bersenderan dengan kaki selonjoran....memegang HP joko menonton video pornonya. Kontolnya yang di emut Joko membuatnya merem melek dengan bibir gatal ingin melakukan sesuatu seperti menggigit gigit bibirnya sendiri. Sesekali menunduk melihat jendolan kepala joko dalam sarungnya yang telah mengemut kontolnya.
Joko belum begitu jago mengemut kontol tapi karena seringnya menonton adegan itu sehingga dia paham dan tahu caranya. Pak Bowo yang untuk pertama kali kontolnya di emut begitu menikmati sensasi yang berbeda dan penuh kegairahan. Membuatnya makin penasaran dengan adegan dari keseluruhan video porno versi gay yang dia tonton. Selama 10 menit pak Bowo selesai menonton video itu. Joko masih asik mengemut dan memainkan kontol yang di impi impikannya. Pak Bowo tiba tiba menarik kepala Joko untuk berhenti. Lalu berdiri dan mematikan lampu pos kampling. KLIK
Pos Kampling sekarang gelap sedikit remang remang dengan pencahayaan lampu rumah dari kejauahan. Di suruhnya Joko membuka celananya lalu menyuruhnya menungging.
Tanpa komando pak Bowo langsung menusuk lobang pantat Joko " ADUH PAKDE...SAKIT" teriak Joko kencang. Pak Bowo reflek langsung membungkam mulut Joko dengan tangannya.
Tanpa pengalaman kedua insan yang ingin merasakan kenikmatan dengan rasa penasarannya.
ESTÁS LEYENDO
Gelora Asmara Pemuda Desa
Historia CortaSetelah kejadian di pos ronda. Joko pemuda desa menjalin asmara terlarang dengan Bapak tetanga desanya.
