STOP COVID-19

524 16 2
                                        

Pandemi koronavirus di Indonesia diawali dengan temuan penderita penyakit korona virus 2019 (COVID-19) pada 2 Maret 2020. Hingga 22 Mei, telah terkonfirmasi 20.162 kasus positif COVID-19 dengan 14.046 kasus aktif, 4.838 kasus sembuh, dan 1.278 kasus meninggal. Sebagai tanggapan terhadap pandemi ini, beberapa wilayah telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sumber: tps://id.m.wikipedia.org

Karena terjadi nya pandemi COVID-19
Masyarakat di wajibkan untuk:

1. Rajin Mencuci Tangan
2. Kenakan Masker
3. Hindari Bersentuhan
4. Jangan Sentuh Area Wajah
5. Etika Bersin dan Batuk
6. Hindari Berbagi Barang Pribadi
7. Bersihkan Perabot Rumah
8. Physical Distancing
9. Selalu Mencuci Bahan Makanan
10. Tingkatkan Imunitas Tubuh

Sudah banyak Masyarakat Indonesia sudah menghimbau larangan #Stayathome , contoh nya seperti:

•Beribadah dari Rumah
•Bekerja dari Rumah
•Belajar dari Rumah

Tetapi masih ada yg melanggar untuk keluar Rumah,Pelanggaran di tetapkan karena virus corona mampu menyebar dengan cepat.

•Jakarta, 27 Januari 2020

Terkait keresahan masyarakat apakah Novel Coronavirus (2019-nCoV) dapat menular melalui barang paketan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegaan dan Pengandalian Penyakit, Achmad Yurianto mengatakan bahwa penyebaran novel coronavirus (2019-nCoV) melalui barang kemungkinannya sangat rendah.

Ia menjelaskan bahwa virus tidak dapat menular melalui benda mati. Pasalnya untuk tetap bertahan hidup dia membutuhkan inangnya. Yuri pun menganalogikan virus layaknya tumbuhan benalu yang membutuhkan perantara.

“Virus itu analog, sama persis dengan benalu di pohon. Benalu ini tidak akan hidup di pohon yang mati, sehingga butuh sel hidup. Terkait dengan barang-barang tentu bukan sel hidup kan, sehingga akan mati. Karenanya sangat tidak memungkinkan jika menular melalui barang maupun pakaian, jadi masyarakat tidak perlu takut berlebihan terkait itu,” kata Yuri.

Menurutnya, yang justru harus diwaspadai adalah kebiasaan kita yang seringkali lupa untuk menjaga kebersihan diri sendiri seperti kebiasaan menyentuh muka dan mulut tanpa memerhatikan kebersihan tangan.

“Justru titik lemah yang kita perhatikan, ada kebiasaan-kebiasaan berdasarkan dalam satu menit rata-rata setiap orang menyentuh mata, hidung dan mulut itu paling tidak 2 kali tanpa kita sadari, kalau tangan ini tercemar maka sama saja kita memasukkan sesuatu ke tubuh kita,” ungkap Yuri.

Karenanya ia mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya untuk mencegah tertular virus corona.

“Kita harapkan masyarakat memahami betul bahwa perilaku hidup bersih dan sehat harus dilakukan. Menggunakan masker untuk mengindari percikan serta mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik perlu dilakukan agar tetap sehat,” pungkasnya.
•sumber: Sehatnegriku.kemkes.go.id

Virus Corona Tak Menular melalui Barang Maupun Pakaian - Sehat Negeriku

27 Jan 2020 · “Virus itu analog, sama persis dengan benalu di pohon. Benalu ini tidak akan hidup di pohon yang mati, sehingga ...

•Apa yang harus saya lakukan jika anggota keluarga menunjukkan gejala virus corona?
Berapa lama virus corona bertahan di permukaan benda?

•Belum dipastikan berapa lama virus penyebab COVID-19 bertahan di atas permukaan benda, tetapi perilaku virus ini menyerupai jenis-jenis coronavirus lainnya. Penelitian coronavirus, dan juga informasi awal tentang virus penyebab penyakit COVID-19, mengindikasikan virus dapat bertahan di permukaan benda antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya virus bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

•Jika Anda merasa suatu permukaan mungkin terinfeksi, bersihkanlah dengan disinfektan sederhana untuk membunuh virus dan melindungi diri Anda dan orang lain. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%). Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.
•sumber:https://www.covid19.go.id

STOP Covid-19Where stories live. Discover now