Lembar-lembar tipis
Dedaunan pada ranting teriris
Merapatkan diri berkawanan
Membentuk naungan
Di bawah teriknya Sang Raja Semesta
Aku terbaring di antara rerumputan
Menghitung daun lebar bergelayutan
Bak gelagah,
Menengadah..
Angin kemarau musim itu
Seolah bisikkan sesuatu
Pikirku melayang, jauh merindu
Aku kian termangu
Kulihat burung-burung kecil,
Mengembara...
Mengepak sayapnya...
Menggenggam kicauannya...
Berkelana mencari sarangnya
Rasanya...
Begitu pula aku...
Kubungkam rasaku
Hanya berucap sesukaku
Tapi pilu dalam hatiku
Aku pergi dari rumah
Berkelana tanpa arah
Egoku sudah kalah
Ku tak dapat berkilah
Bisakah aku pulang?
Masihkah hatimu menjadi rumahku?
Aku hanya aku
Kamu, mungkin tak lagi hanya kamu.
d' 25-5-2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Rhapsody's
PuisiTeruntuk kata jadilah sebuah sajak. Bawa rasa berlabuh dalam sukma. Teruntuk dua insan Tuhan yang sedang berjarak. Waktu akan terus bergerak. Jangan takut, ada rapsodi yang menanti. • • Hanya ungkapan sederhana. Anak manusia ini sedang belajar memb...
