Mansion vans , 21:00
"Luna ". Sapa kepala pelayan bername tag Irene membungkukkan kepalanya ketika Nona mudanya berjalan melewatinya sebelum dirinya mengikuti dari belakang.
Mereka berjalan menyusuri lorong megah mansion bergaya classic modern eropa yang minimalis bewarna domminant abu-abu dan silver alam, langkah Mereka terhenti ketika sampai di sebuah pintu gerbang kayu yang tanpak megah tersebut. Gadis itu tanpak memejamkan matanya sejenak lalu menarik salah satu knop pintu dan masuk berjalan dengan langkah terkesan beribawa, Kepala pelayan tadi beranjak berdiri berjaga tepat di samping pintu luar ketika sudah memastikan bahwa Nonanya benar-benar masuk.
Di hadapannya duduk sosok lelaki setengah abad yang di retinanya berbingkai kaca berbayang tulisan dari ketas-kertas di tangannya. Kerutan di dahinya membuat Gadis tersebut menatap sosok tersebut sedikit ingin tahu apa yang terjadi.
"Saham di salah satu cabang Kita kacau . Mereka berusaha memanipulasi hasil perencanaan rancangan perkumpulan Saham-saham pembangunan Negara dengan menggunakan Saham kita yang melambung". Ucapnya menaruh kaca mata minusnya di meja, tangannya meregangkan jari-jarinya, tertebak bila butuh waktu lama untuk mengurus dan memikirkan masalah tersebut.
"Akan Ku urus ". Ucapnya, seolah informasi dari Ayahnya sudah cukup ,Gadis itu membalik tubuhnya perlahan menjauh dari meja kerja Ayahnya, sebelum sebuah suara mengotomatiskan langkahnya terhenti tanpa membalik tubuhnya.
"Belum Adelia, Kita butuh rencana ". Ucapnya merilexkan tubuhnya bersandar pada kursi kerjanya menatap punggung anaknya yang tanpak ideal walaupun di usianya yang masih remaja.
"Aku tak butuh rencana yang memusingkan ". Sahut Adelia benar-benar berjalan meninggalkan ruang kerja ayahnya.
Gereja georgia, 08:45
Gunungan salju sudah mulai mewarnai luasnya daerah datarnya tanah Gereja, Mobil-mobil sedan hitam berjalan berbaris menggiring Mobil mewah E class di depan gerbang pintu Geraja yang terbuka menyambut sosok lelaki tua yang rambutnya mulai memutih . Adam bastian, seorang miliarner sekaligus kolektor batu mulia, tersebut merupakan orang terpandang di Negara itu. Salah satu tokoh masyarakat, tidak. Jika orang dalam ,mengatahui kedok palsunya yang merupakan lelaki tua licik yang berusaha menaikkan namanya di mata masyarakat umum, sekaligus mengambil gelar konglomerat Vans.
Ia merapikan jas hitamnya, sambil berjalan cepat memasuki Gereja , di iringi 6 Bodyguard yang mendampinginya. Setiap sisi luar Gereja di jaga ketat dengan banyaknya Bodyguard pribadi miliknya dan orang-orang penting yang ikut datang di sana.
Kursi-kursi jemaah mulai terisi menyisahkan satu bangku pada posisi paling depan . Ia tersenyum mencari muka , yang di balas ramah oleh konglomerat yang belum terkenal maupun orang-orang berpenjabat Negara . Ia duduk sambil membetulkan kembali jas hitamnya, Bodyguardnya sudah mengambil posisi di setiap sisi kiri dan kanan dinding Gereja mengechek sekaligus mengamati untuk menjaga Tuannya.
Beberapa saat setelah perapalan Doa di lakukan , datang berbaris para Biarawati dari pintu masuk khusus orang-orang kepentingan Gereja untuk menyanyikan beberapa lagu rohani sebelum beryanyi satu suara mendampingin suara para jemaah. Bastian melirik ke salah satu Biarawati tersebut yang berwajah pucat dengan warna mata mencolok kehitaman, memberikan kesan gothic namun tetap menunjukkan kecantikannya. Dapat di lihat dari guratnya bahwa Ia tertarik pada wanita tersebut, bukannya hal wajar jika, orang-orang berada melakukan hal seperti itu tak memedulikan bahwa itu seorang Suster Biarawati yang sudah mengambil sumpah.
Acara ibadah telah selesai menyisakan rombongan Bastian yang masih di Gereja, para pendeta sudah kembali, kecuali rombongan para Biarawati tadi, dan pengurus Gereja. Bastian mengampiri pengurus Geraja yang memang memiliki kewenangan tinggi.
YOU ARE READING
5 Cm Mafia :"Mafia VS Bad Girl"
RomanceAdelia Brigita Kinga ,merupakan seorang Putri pewaris tunggal keluarga konglomerat terkenal di Negaranya di perintahkan oleh Ayahnya untuk bekerja sama dengan temannya yang merupakan Mafia unggul di Negaranya untuk menghancurkan saingan perusahaan m...
