"Ada saatnya dalam hidupmu, engkau ingin sendiri saja bersama angin, menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata."
💌For a better quality: Baca sambil dengar audio dan resapi per kata ya...⭐️
정철
"Selamat siang Jeonghan-ku, Selamat siang Jeonghan Seventeen"
"Hari ini, tanggal 26 mei 2030, kau tak asing dengan tanggal itu bukan?"
"Tanggal debut kita, Jeonghan..."
"15 tahun lalu adalah awal mula hidup kita tak lagi sama kan?"
"Mulai saat itu, kita tidak dikenal sebagai Seungcheol dan Jeonghan lagi"
"Tapi kita dikenal sebagai Scoups Seventeen dan Jeonghan Seventeen"
"Scoups leader Seventeen dan Jeonghan berambut panjang yang lebih cantik dari member girlgroup, masih ingat tidak? Hehehe" Seungcheol tertawa menatapnya
"Aku selalu bangga dengan nama itu, nama itu yang membesarkan kita, begitu pula denganmu kan Jeonghan?"
"Susah senang kita lewati bersama, ujian Seventeen juga tidak mudah tetapi kita tetap menjalaninya sekuat tenaga"
"Air mata bahagia kita saat first win, ingat tidak kkkkk?"
"Terkadang kita bertengkar, beradu argumen tetapi itu takkan lama bukan?"
"Kita memang tidak terhubung dengan darah, tapi kebersamaan kita sudah seperti keluarga sungguhan kan?"
"Kau selalu menganggap masalah member lain seperti masalahmu juga, pantas saja mereka menyayangimu"
"Mungkin aku jarang mengatakannya, tapi aku benar benar bersyukur bisa menjadi sahabatmu, kekasihmu, bagian dari hidupmu"
"Dan aku sangat berterima kasih padamu"
"Aku merindukkanmu, begitu pula dengan member lain dan carat..."
"Doakan aku bisa tetap menjaga nama Seventeen seperti apa yang biasa kita lakukan ya?" Senyumnya mulai pudar, berganti dengan air mata yang mulai menetes
"Tenang saja Jeonghan, Seventeen semakin berjaya sekarang"
"Seventeen tetaplah Seungcheol, Jeonghan, Jisoo, Junhui, Soonyoung, Wonwoo, Jihoon, Minghao,Seokmin, Mingyu, Seungkwan, Vernon dan Chan meskipun..... Salah satu anggotanya sudah di surga sekarang" Seungcheol menahan tangisnya, tangannya bertumpu di nisan Jeonghan
"Aku merindukkanmu, sangaaat"
"Stage benar benar sepi tanpamu, Jeonghan"
"Ah! Aku tidak boleh sedih! Choi Seungcheol, leader Seventeen harus kuat agar member lain juga kuat! Aku harus bisa diandalkan!" Mukanya memerah karena terlalu banyak menangis
"Han, kita akan tampil di Amerika besok, kau harus melihat perfomance kita ya! Datanglah ke backstage hahahhaha"
"Han...Jisoo menyukaiku, dan sepertinya aku juga mulai membuka hatiku padanya, apa kau merestuiku dan Jisoo, Han?"
"Tenang saja, aku takkan melupakanmu, Han"
"Bagaimana pula aku melupakan cinta pertamaku?"
"Ah tidak terasa sudah dua jam aku di sini"
"Aku akan kembali seminggu lagi, dengan membawa cerita baru tentang seventeen"
"Aku pulang ya? Aku harus latihan untuk esok" Seungcheol mencium batu nisan Jeonghan sambil tersenyum, manis sekali
"Oh iya satu lagi"
"Say the name? Sss-ven—hiks" Seungcheol tak sanggup melanjutkannya, dulu seventeen berjanji akan terus bersama hingga "Say the name" yang terakhir, tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan lebih sayang dengan Jeonghan
Tangis Seungcheol pecah lalu ia meninggalkan pemakaman
YOU ARE READING
The Last Say The Name; Jeongcheol
FanfictionCarat berjanji akan tetap bersama Seventeen hingga "Say The Name" yang terakhir. Tapi bagaimana dengan para member? Apakah mereka juga bisa?
