Part 01 ( Penduaan)

9 0 0
                                        

'Brak!! Seorang wanita menolak kasar pintu rumah. Seakan ia juga ingin melampiaskan kemarahannya pada pintu yang tak bernyawa itu.

Hatinya begitu terguncang, semilir air mata tak henti menetes berkali-kali hingga akhirnya ia sampai menuju kamarnya. Humaira menghempas tubuh di ranjang kedua  telapak tangan yang sedikit renggang ia tutupi di wajah. Perlahan-lahan ia menggapai figura yang berwarna kecokelatan di meja nakas di samping ranjangnya.

Isak tangisnya mulai pecah ketika meratapi foto sepasang wanita dan pria. Wanita cantik, yang agak pendek, rambut semampai terurai serta memakai baju gaun yang panjang --- Humaira Aisyah Nur.  Dan pria itu yang bertubuh agak tinggi dari si wanita, wajahnya tampan Dan memakai jas berwarna hitam --- Reno Adinata. Mereka tampak serasi di dalam foto itu.

Humaira bangkit dari kasurnya. Perlahan ia mengusap air matanya dengan tangan kanannya sedangkan tangan kiri memegang prame foto.

Humaira menarik nafas kasar. " Ren Ira benci! Ira benci Reno!"

Prank!  Humaira membanting prame foto itu ke lantai. sehingga kaca yang melindungi foto di dalamnya pun ikut pecah.

" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap Nur Fatimah--- Kakak Humaira. Memberi salam, sembari membuka pintu. Matanya celingak-celinguk melihat ke dalam kamar.
" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, " jawab Humaira kaget. Seakan ingin menutupi tangisnya tak sedikit pun ia menoleh kepada kakaknya itu.

"Kamu kenapa Dek?" Fatimah menghampiri Humaira. Sudut wajahnya tampak khawatir. Langkah yang setengah berlari ia pun menuju adiknya yang tidak jauh dari tempat ia berada.
" Astagfirullah hal Adzim, Dek! " sentak Fatimah kaget. Kakinya hampir saja menginjak serpihan kaca yang berserakan. Humaira kaget. sontak ia menoleh ke belakang matanya melirik Fatimah dengan cepat, dari atas sampai bawah. " Kak, kakak enggak apa-apa?" tanya Humaira. Matanya sedikit melotot.
"Alhamdulillah enggak apa-apa." Fatimah menghela nafas panjang sembari mengelus dadanya. Matanya tertuju kepada foto yang di timbun serpihan kaca. Dengan tubuh sedikit condong ia menggapai foto itu dengan hati-hati. Ia mengipas-impaskan  foto yang ada di tangannya untuk menghilangkan kaca-kaca kecil yang melekat di foto. Fatimah mengejamkan mata sejenak ketika akan melihat foto. Belum sempat melihat foto itu Humaira dengan cepat merampas foto yang ada ditangan Fatimah.

Humaira tersenyum ringis dengan kedua tangan berada di belakang. Menyembunyikan foto. " Ka--k ii--ni bu--kan foto apa-apa kok." Fatimah hanya mengangguk pelan. Perlahan badanya condong memberes-bereskan serpihan kaca lalu, membuang ke tong sampah yang di samping pintu.
" Maaf-In Ira ya kak."
" Iya-iya."
" Kak sini duduk di samping Ira kak, Ira mau curhat!"
" Hm. Iya kakak ke situ. " Dengan hati-hati Fatimah melewati bekas serpihan kaca di lantai, ia pun segera menghampiri Humaira.
Fatimah meratapi wajah adiknya yang pucat di sertai bibirnya yang membiru, matanya juga  memerah, batinnya amat khawatir entah apa yang terjadi dengan adiknya yang satu ini.
" Dek, kamu sakit?" tanya Fatimah yang memecah keheningan sementara. Humaira tak mampu menjawab seketika air mata mengalir hingga membasahi pipi. Ia memeluk kakaknya dengan erat., isak tangisnya pecah di pangkuan orang yang ia sebut 'Kakak'. 
" Ira enggak sakit, ta--tapi hati aku kak yang sakit," rengek Humaira.
Fatimah mengelus belakang dada Humaira. "Cup-cup-cup. Bilang sama kakak kenapa hati kamu sakit?"

#Next

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 17, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

K-Humaira ( jodoh yang tertukar)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang