Kau kembali untuk apa?
Setelah tempo lalu aku kau tinggalkan tanpa alasan
Hanya meninggalkan goresan
Goresan hati yang meluka
Di kala itu
Kau benar-benar pergi tanpa sebab yang pasti
Aku berperang dalam pikiran
Mengintrogasi diri sendiri
Apakah aku telah melakukan hal yang salah?
Apakah aku telah mengucap kata yang salah?
Biar tajamnya sesak ini menusuk
Biar rasa pedih mata ini sebab sekaan dengan kasar
Biar semesta bosan dengan panjatan doaku yang mengharap kau kembali
Aku menunggumu
Namun balasan yang kuterima hanyalah angin
Kosong, tidak ada respons darimu
Secuil harapanpun tidak kau beri
Tiba saatnya
Aku dapat berhenti menunggumu dari ketidak pastian yang telah semu
Bukan lelah yang menjadi alasanku berhenti
Bukan pula putus asa
Kesadaran diri yang membangunkanku
Aku bukan yang kamu inginkan
Mungkin bagimu aku tak kasat mata
Kehadiranku dianggap tak ada
Aku telah berhasil merelakanmu
Lama waktu bergulir
Setumpuk kegiatan menyibukkan diri hingga ku lupa denganmu
Lalu bagai petir
Kau datang kembali dengan tiba-tiba
Tak ada yang mengundang
Kau datang sendiri
Berbuat manis bagai madu
Seperti hari-hari yang lalu kita tidak punya masalah
Namun seperti kata orang-orang
Nasi telah menjadi bubur
Pahit bagai empedu
Itulah hatiku yang telah berubah untukmu
Lalu kau mengatakan bahwa kau tak merasa bersalah telah meninggalkanku
Dasar egois
Terimakasih, hatiku telah kau buat lebih pahit lagi dari empedu.
VOCÊ ESTÁ LENDO
unforgattable
Poesiai just want to pour my thoughts into words, hoping this would helps me and you who reading this in any way. spread love, support, and positive words <3
