chapter 2

124 3 0
                                        

Sampai di markas teroris itu.

"Wow,besar banget ini markas" kata sang Fahrezi yang sangat terkejut bahwa markas itu ternyata gedung besar atau disebut apertement.

"Iya,ini markas pasti banyak terorisnya" kata Dimas

"Oke kita bagi dua kelompok. Klompok 1 Dimas,Isnan,dan saya.

Kelompok 2 Fahrezi,Fajar,dan Azmi, klompok 1 lewat depan klompok 2 lewat belakang. Dimengerti!!!" ujar sang kapten

"Siap kapten"kata sang prajurit

"Dah Dimas" kata sang Fahrezi

"Dah" kata sang Dimas

Prajurit pun membagi kelompok.

***

Klompok 1:

"Prajurit lihat ada penjaga di pintu depan cepat tikam dia isnan" kata sang kapten

"Siap" kapten ujar Isnan

Isnan pun memathkan leher musuh itu. Dan klompok satu itu pun berangkat

Klompok 2:

tiba tiba teroris melihat Fajar dan teroris itu melaporkan ke bosnya.

Fajar melihat teroris yang berjaga dan menembaknya dengan pistol.

Sampai di ruang tengah klompok 1 dan 2 bertemu.

"Ada yang terjadi??" kata sang kapten yang bertanya ke klompok 2

"Tidak ada" kata sang klompok 2

"Oke kita ada di lantai 1 dan tujuan kita ke lantai 7" kata kapten

Ternyata boss teroris itu yang bernama baso memasang cctv di ruang tengah dan ruang lainya.

Di lantai 2 prajurit menemukan teroris yang tertidur, dan menikamnya sampai mati.

"Bagus prajurit" kata sang kapten kepada murid yang menikam teroris itu.

Saat perjalanan ke lantai 3 Fajar di tembak kakinya sehingga kaki Fajar lumpuh. Dan sahabat fajar yaitu isnan akan berjanji akan membunuh yang menembak Fajar. Fajar pun dibantu rekanya untuk berjalan ke lantai 3.

Tiba tiba teroris membunuh supir van yang dipakai prajurit itu tadi

Dengan sniper.

Saat di lantai 3 teroris sudah menduga kalo prajurit datang di lantai 3.

Saat itu teroris sengaja mematikan lampu di lantai 3.

Prajurit pun terkejut.

"Tetap hati hati prajurit" kata kapten

"Siap kapten" kata prajurit

Tiba tiba ada seorang teroris yang muncul dan menikam Azmi. Azmi pun membalas dengan menjatuhkan teroris itu seperti gaya smackdown.

Dan menangkap teroris itu.

"Bagus azmi" ujar sang kapen

****

****

Kalo ada ke salahan kata mohon di maafin

Udah dulu ceritanya, nanti aku lanjutin aku udah ngantuk

MISIWhere stories live. Discover now