Prolog

37 6 2
                                        

Tahun 2012 silam, seorang gadis cilik duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar, gadis yang memiliki sifat arogan, egois, dan gengsinya tidak kalah tinggi.

Ia tak pernah bisa berkata "Terimakasih" bila dibantu dan berkata "Maaf" bila salah,kecuali dengan Tuhan. Namun, di satu sisi ia sebenarnya bingung dengan dirinya sendiri, kenapa ia amat susah mengucapkan kata-kata mudah seperti itu.

Ia sadar sifatnya yang seperti itu sudah dari ia kecil, ia pernah ingin menocoba mengucapkannya namun, NIHIL.

Apakah semua itu karena dengan adanya kata gengsi?

Tulisan Singkat untuk Meminta MAAFStories to obsess over. Discover now