"Apa kau yakin dengan semua ini Kevin?" "Ya, aku yakin." "Tapi kapan kita akan bertemu dengan Ainsley lagi?" "Jangan khawatir Selena, setelah satu tahun kita akan bertemu lagi dengan dia. Ini demi keselamatanya!"
Apa? apa maksudnya semua ini? yang kudengar tidak salah? mereka bicara apa. Kataku dalam hati mendengar pembicaraan orang tuaku yang aneh itu. Aku masuk ke kamar mereka untuk menanyakan apa yang dimaksud oleh mereka.
"Ibu, ayah. Apa yang dimaksud kalian tentang semua itu.?" Tanyaku langsung. "Maaf Ainsley, kita tak bisa bicara sekarang, masuk siapkan barang-barang yang kamu perlukan ke asramamu dan masuk ke mobil." Jawab ayahku.
"Asrama? aku akan dimasukkan ke asrama? mengapa ayah tidak bilang sejak kemarin!" "Maaf nak, kemarin ayah sangat gelisah hingga lupa mengatakanya kepadamu."
"Kenapa gelisah?" Tanyaku balik. "Sudah tidak ada waktu, sekarang cepat masuk dan tunggu di mobil, ibumu saja yang membereskan barang-barangmu, kau terlalu lama!!"
Aku tidak percaya ayah membentakku, aku langsung masuk ke mobil dengan ekspresi marah. Ku banting pintu mobil dengan keras supaya ayah tahu kalau aku ini sedang marah!!
10 menit berlalu, ayah dan ibu masuk ke dalam mobil, tidak seperti biasanya ibu duduk di sampingku, seharusnya dia duduk disamping ayah yang sedang menyetir. Dia mengelus kepalaku dengan lembut dan memelukku. Aku bingung kenapa, tapi menurutku, itulah ibu, pasti selalu sayang anaknya.
Saat ayahku menyalakan mesin mobilnya, entah mengapa wajah mereka kelihatan sedih, biasanya mereka selalu ceria jika naik mobil bersamaku. Ini benar-benar berbeda! Apa yang sebenarnya terjadi?
Ainsley Cheverly : The Blue Blood
#1
"Ainsley, kemari... Aku butuh dirimu, kemarilah, kita bermain bersama. Ya, bagus, lebih dekat lagi Ainsley, lebih dekat lagi... Aku... Aku... butuh... DARAHMU!!!
"!!!" Aku terbangun dari tidur. Tiba-tiba nafas terasa berat dan kulitku merasa kedinginan. "Ainsley, kau sudah bangun? Bagus, sebentar lagi kita sampai. Kau kenapa?" "Sepertinya aku mimpi buruk. Tunggu, sekarang sudah gelap dan kau bilang kita baru akan sampai?" Kataku pada ayah."Mengapa ayah menitipkanku di asrama yang sejauh ini, ini jam berapa? Dimana kita?" Tanyaku dengan cepat.
"Jam 9 malam, sekarang jam 9 malam. Dimana kita? kita di Saint Petersburg." Jawab ibuku. "Saint Petersburg? mengapa harus jauh-jauh?" "Sebenarnya Ainsley ini adalah asrama nenekmu dulu." Jawab ayahku lagi. "Lalu apa hubunganya aku dan nenek ayah? Ini terlalu jauh, aku tidak bisa bertemu dengan kalian karena ini terlalu jauh, pokoknya aku tidak mau sekolah disini!" Jawabku dengan tegas. "Kita belum benar-benar sampai, jika sudah sampai kau akan berubah pikiran!" Jawab ayahku kembali. Aku hanya terdiam sambil menatap mata ayah di kaca rear vision mobil.
Setela beberapa menit, tidak lama, aku melihat bangunan yang tinggi dan megah dari jendela. Mobilku berhenti tepat di depanya. "Kita sudah sampai." Kata ayahku. "I..ini.. as..ra...asramaku?" Aku menggeleng tidak percaya, betapa indah dan megahnya asrama itu. Tapi aku sempat berpikir, apa ini benar-benar asrama? Kenapa bentuknya seperti kerajaan, ini benar-benar luas. Pasti aku bisa lupa kamarku dimana. Emosi bahagia melahap seluruh emosi marahku pada ayah, jika aku ditipkan disini, tentu aku tak akan menolaknya.
"Baiklah Ainsley, bagaimana? kau suka?" Tanya ayahku. "Ayah tatap mataku, apa ini bukan mata bahagia? bayangkan ayah, lihat di depanmu, i...itu asrama, sebesar itu!!!" "Ya, aku tau kau akan suka tempat ini, jadi, ayo masuk." Ketika ayahku mengatakan seperti itu, ibuku dengan cepat mengubah ekspresinya dengan ekspresi sedih, ada apa ini? Apa ibu tidak senang jika aku disini, aku tahu ini mungkin jauh, tapi aku tidak akan melupakan kalian di asrama ini. Kataku dalam hati.
Tunggu, apa ini? sekumpulan garam? seperti di film-film saja, biasanya mereka menaburkan ini disekitar rumah mereka kan supaya tidak ada hantu yang bisa masuk. Ah, lupakan, aku sudah tidak sabar melihat apa yang ada di balik pintu megah ini...
Ainsley, kumohon berikan aku minum, kita ini teman bukan? Aku sangat haus. Ya...mendekatlah. Kau sudah tahu ya kalau aku hanya minum... DARAH BIRU MU!!!
...Bersambung...
YOU ARE READING
Ainsley Cheverly: The Blue Blood
HorrorAinsley Cheverly, seorang anak yang dipindahkan ke asrama oleh orang tuanya. Entah apa alasanya tapi jika itu sudah keputusan orang tuanya, dia tak bisa berbuat apa-apa. Setelah beberapa bulan di asrama, dia merasa kalau memang asrama ini cocok untu...
