Bagian 1

9 1 0
                                        

Adinda Sasa Octavia, anak bungsu dari 2 bersaudara, ia adalah anak dari pengusaha bunga di kotanya, kakaknya bernama Ananda dani setiawan, yang masih kuliah di jurusan animasi. Terkadang sasa suka iri dengan kakaknya yang selalu di perhatikan oleh ibunya, sedangkan sasa sendiri disuruh mandiri dan sering menjadi pesuruh alias tukang bersih-bersih rumah.

" saat kamu udah dewasa kelak,sebagai seorang istri dari pasanganmu ya harus bisa bersih-bersih rumah dan mandiri dong,jadi nggak membebani suamimu", kata-kata yang sering dilontarkan ibu sasa, saat sasa sedang bermalas-malasan. Sasa tidak suka,ketika ia bersih-bersih dari mulai mencuci piring keluarga, mencuci baju keluarga, menyapu dan mengepel seluruh lantai dirumahnya tidak ada yang membantunya sama sekali.

"Apa bener kata kakak, gue anak pungut ya?,elah mana mungkin", gumam sasa dalam hati sambil mencuci pakaian keluarga, sasa teringat ketika kecil, ia selalu mendapat bahan candaan dengan menuduh sasa sebagai anak pungut, atau anak buangan lah, dari para saaudaranya.

Anak kecil memang mudah menangkap dan memasukkan ke dalam pikiran dan perasaan oleh kata-kata yang ia dengar, oleh karena itu kita harus berhati-hati bila mengucapkan kata-kata kotor atau ajaran sesat yang mudah ditiru oleh anak yang masih dibawah umur.

"Sasaaa, bangunn udah jam berapa ini, nanti kamu telat sekolah!!", teriak sandy ibu sasa, "iya mahhh", balas sasa. Lalu ia bangun dari tidurnya dan duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawa karena ia masih sedikit mengantuk dan belum sempurna sadar. Lalu ia melihat jam dindingnya," whatt, udah jam setengah 7 ae, cepet amat", oceh sasa sambil berlari menyiapkan seragam dan buku untuk sekolah. Ini hari pertama ia sekolah di bangku kelas 9 Smp Al-Islamiyyah dekat rumahnya. "Ihh, mana lagi seragamku", cloteh sasa kembali, " mahhh, seragamku manaa?", tanya sasa berteriak karena ibunya ada di lantai bawah, "coba cari di gantungan lemari atas deket pintu", jawab ibunya, lalu sasa bergegas mencari namun tak kunjung ketemu lalu ibunya membantu mencarikanya dan yoshh ketemu,memang ibu seperti peramal saja, bisa menemukan barang hilang.

Setelah semua sudah dipersiapkan jam tujuh kurang lima menit, sasa berangkat ke sekolah,menaiki sepeda gunung hitamnya. Setibanya di sekolah ia langsung memakirkan sepedanya ke tempat khusus sepeda di samping sekolah. "permisi pak", sapa sasa kepada satpam penjaga sekolah yang sudah tua sambil tersenyum, "mari,silakan lewat", balas satpam tersebut. Lalu ia sedikit gugup karena sudah lama semenjak libur sekolah ia jarang berkomunikasi dengan temanya, sasa menengok kekanan,kiri,depan, belakang dan berharap bisa  berpapasan dengan temanya, Allah mengabulkan harapan sasa, beberapa detik kemudian Rissa yang merupakan sahabat sasa turun dari mobil hitamnya yang bergaya classic namun tetap mewah.

"Kyaa bobaa", seru sasa saat berpapasan dengan rissa di gerbang sekolah yang saat itu ramai dengan murid baru dan para orang tuanya. " (meluk rissa),lu kenapa sa?kangen ma gue?", cengir rissa seraya tertawa. "Gimana, gak kangen coba, gue kangen pipi lo nii",sambil mencubit pipi bakpao rissa, lalu mereka berdua berjalan beriringan sambil bersalaman denfan para guru perempuan disana, 5S ( Senyum,salam,sapa,sopan,santun) sudah menjadi kebiasaan para siswa di yayasan tersebut walaupun tidak semua siswa.

Rissa dan Sasa beriringan menaiki tangga, terdengar lantai atas sudah mulai ramai oleh kesibukan para osis, yang sedang mengurus MOS,suara langkah kaki yang sedang berlari dan lain sebagainya telah menghiasi suasana hari pertama sekolah bagi siswa baru  sampai di lantai 3 sekolah tepatnya di aula sekolah,lalu rissa dan sasa menuju ke papan pengumuman untuk mencari daftar nama siswa dan pembagian kelas yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah berdasarkan kepintaran dan nilai UKK saat masih kelas 8, "sasa, sasa,sasa", gumam sasa sambil menunjuk secarik kertas yg menempel pada papan tersebut. "Yes, ketemuu,lumayan juga dapet kelas 9B", gumam sasa. "lu 9B sa?, yipii kita samaann", jawab rissa. "Yey",kompak mereka berdua bersuka cita karena satu kelas lagi, mereka sudah sekelas semenjak kelas 7 jadi tak heran bila mereka nempel seperti perangko dan banyak yang bilang sasa dan rissa hampir kembar,karena sama-sama pendek.

"Sasandoo!", teriak zara dari depan pintu kelas 9B, zara merupakan teman dekat sasa paling kocak dan retjehh,tingkah konyolnya selalu membuat orang geleng-geleng terhibur, walaupun sedikit tomboy karena ia suka nge-Game dan sering bergaul dengan teman laki-laki "Ehh jaraa, lu dapet 9B?", tanyaku memastikan. "9B dong, kalian juga kan?", tanya zara.  "Yapp",jawab ku dan rissa kompak. Akhirnya mereka berdua masuk kedalam kelas. Terlihat kelas ternyata sudah mulai ramai, keringat dingin sudah mulai bercuruan di pelipis sasa, padahal AC dingin dan sejuk. "Saa,lu kenapa?gak papa kan?", tanya rissa khawatir dan bingung," ehmm, gue gak papa kok riss hehe", jawab sasa sambil tersenyum. "Ya allah ujian apalagi ini, kenapa hambamu ini sekelas dengan para badboi yang kerjaanya bully orang trus", guman sasa dalam hati.

"Ehh sasa ternyata sekelas sama kitaa", teriak fano si ketua badboi dikelas 9B. Kepala sasa sudah mulai memanas, pagi-pagi sudah dibuat geram dengan tingkah fano yang bergelagak seperti penguasa dan sudah merasa sempurna. "Emang, kenapa kalo gue sekelas sama kalian, hah?! Salah emang?!, gue juga bayar disini jadi nggak usah songong jadi orang, diatas langit masih ada langit, sama-sama terbuat dari tanah juga,sifatnya udah kayak langit aja", balas sasa sambil memalingkan mukanya. "Dihh, seka-" belum selesai fano menjawab, bel masuk pun berbunyi para siswa duduk di meja masing-masing dan guru penjaga memantau siswa untuk melafadzkan asmaul husna,doa pagi, dan murojaah surah.

Fano Pov
"Dihh baru jam segini , bel dah bunyi ae,kan gue jadi gak bisa ngehina tu cewek ck",batin fano sambil melihat jam eiger hitamnya lalu ia menatap sasa dari pojok belakang, "liat aja lu, ntar pulang sekolahh",cengir fano tertawa jahat.  " fanoo, kenapa kamu nyengir sendiri!,baca doa jangan malah melamun!", tegas pak yatno yang merupakan guru penjaga saat doa pagi berlangsung. "Iye,pak", jawab fano. Setelah doa pagi selesai, pelajaran pun berlangsung.

*bel istirahatt berbunyi, kringg kringg krinngggg*

"Sasandoo, kekantin bareng yuk!",ajak zara diikuti oleh rissa, "eh, bentar gue mau ngambil uang gue di tas, tunggu yak!",jawab sasa dengan senang hati, lalu ia mencari uang saku yang ia bawa di bagian luar tasnya, "lohh mana uangku?kok gk ada, ishh mana sihh,jangan-jangan jatuh di jalan, mampus gue, udah itu uang buat seminggu lagi",oceh Sasa, sasa tidak tau kalau uangnya jatuh didepan papan pengumuman saat ia dan rissa melompat kegirangan karena sekelas lagi.

Fano pov
"Cuyy, ngewarung kuy pecel gue traktir nih", seru fano bersemangat karena pecel adalah makanan favoritnya, "wahh,fan lu dapet uang banyak dari mana nihh, nraktir kita?,jangan-jangan nyuri ya luu?", lalu ....

Gimana ceritanyaa?😁maklum masi pemula saya jadi nggak begitu sempurna,maaf ya🙏. Mohon saran dan kritikanya supaya cerita ini bisa berkembang dengan baik.

Jangan lupa koment dan vote👍Enjoyy!🌿,

TUNGGU UPDATENYA TIAP HARI RABU DAN SABTU,PUKUL 21.00, SEE YOU!😉SALAM SASAGEYO!😂👍.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 13, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TERATAIWhere stories live. Discover now