Prolog

63 8 4
                                        

    Valerie Anggraini, itulah nama seorang gadis sederhana yang ditakdirkan menjalani sebuah perjalanan hidup yang begitu menyedihkan.ibuku meninggal setelah melahirkanku,seumur hidupku kuhabiskan dengan rasa penyesalan,dan rasa kerinduan terhadap sosok ibu yang sama sekali tak pernah kulihat dia yang rela meninggalkan dunia ini demi membawa seorang bayi kecil melihat dan mengenal semesta.aku memiliki seorang Ayah yang hebat,dia yang membuatku berdiri sendiri,dan dia ayah yang tidak pernah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang kepala rumah tangga,selalu memberikan apapun yang menjadi kebutuhanku akan selalu dipenuhinya.dan dialah seorang yang mengajariku bagaimana hidup mandiri.Ayahku bekerja sebagai seorang pelaut dijalur pelayaran Indonesia dan luar negeri,dia hanya akan pulang dalam waktu 4 tahun sekali dan kadang mengabariku setahun sekali bahkan tidak pernah,aku mengerti bagaimana dilaut tidak memiliki sinyal untuk mengabariku jadi akupun tidak mempermasalahkan soal itu dan selalu menantikan kepulangan dan kabar dari ayah.17 tahun adalah usia yang sudah beranjak dewasa aku hanya tinggal seorang diri dalam rumah yang sederhana dan jauh dari kemewahan.aku tidak menginginkan rumah yang mewah dan apapun yang mewah aku hanya menginginkan keluarga yang utuh dimana ada aku,ayah dan ibu.namun takdir begitu kejam padaku tetapi seiring berjalan waktu perlahan aku mulai menerima takdirku.

     Kelas 12 sma adalah tempat dimana aku menjalani sebagian hidupku dimana aku memiliki 2 sahabat yang begitu agresif jesie dan christie,mereka adalah manusia-manusia yang dikirim tuhan untukku.mungkin saat ini hanya mereka yang kumiliki,aku bersyukur tuhan memberikan teman yang begitu unik dan pengertian padaku. akupun sudah sangat mengenal mereka, karena kita sudah berteman sejak masih duduk dalam bangku sekolah dasar.mereka adalah orang yang sangat mengenal seluk beluk semua sisi dan latar belakang kehidupanku dan mereka juga adalah orang yang paling mendukung apapun yang akan membuatku bahagia.kami sangat cocok berteman karena memiliki berbagai kesamaan serta hobi yang sama mulai dari berolahraga(vollyball),mengoleksi novel romance dan masih banyak lagi hal favorit yang sering kami lakukan.

    Awalnya aku merasakan bahwa hidupku sangat menyedihkan,aku ditakdirkan hidup seorang diri dan berjuang sendiri.takdir hidupku seolah memusuhiku hidupku tidak seberuntung orang-orang pada umumnya,semua orang meninggalkanku.tetapi satu hal yang kupercaya bahwa setiap orang memiliki cara tersendiri untuk membangun rasa percaya dirinya sendiri,membentuk semangat hidupnya untuk menjalani sebuah perjalanan panjang sampai titik penghabisan dari garis terakhir takdir kehidupan manusia.

Ringkasan PiluhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang