Matahari pagi menerobos masuk melalui jendela kamar Bintang yang tidak tertutup gorden. Jam alarm di nakas samping ranjangnya sudah berdering sedari tadi, tapi gadis itu tak juga terusik
"Ya ampun nih anak" Aura yang baru saja membuka pintu kamar Bintang menggeleng jengah
Kaki jenjang Aura melangkah mendekati sahabatnya itu
"Bangun woy!" tangannya mengguncang bahu Bintang dengan keras. Dan ya, tak ada pergerakan sedikitpun dari gadis itu
Mata Aura tak sengaja melihat segelas air di atas nakas, Aura tersenyum penuh arti lalu mengambil gelas tersebut
Byuurrr
Air dalam gelas yang Aura pegang berpindah ke wajah putih Bintang yang sudah terbangun dan menampilkan ekspresi terkejutnya
Bintang melongo merasakan air di wajahnya dan memandang Aura dengan perasaan sebal "Lo gila ya!!" teriaknya
Aura nyengir tak berdosa "Siapa suruh lo kebo banget tidurnya" ucapnya sambil menaruh gelas yang di pegangnya kembali ke atas nakas
"Cepet mandi sana!hari ini ulangan Fisika" Aura menyingkapkan selimut yang menutupi tubuh sahabatnya
Bintang memutar bola Matanya "Males sekolah gue, ijinin gue ya!" ucap Bintang menarik kembali selimut cokelat nya sampai leher
Dan kini Aura yang di buat melongo "Enak aja, gak mau gue
lagian kalo lo gak berangkat gue minta jawaban ke siapa nanti?!" teriaknya menggema di ruangan ber-cat abu-abu itu
Bintang menyingkap selimutnya memandang Aura "Ke pak Andra" tuturnya asal
"Lo ngajak bercanda?" Ucap Aura sambil berkacak pinggang
"Ck, gue nyuruh lo ijinin gue, bukan bercanda!" sahut Bintang sambil menarik selimutnya lagi, kali ini menutupi kepalanya juga
Aura benar benar jengah dengan sahabatnya ini. Ia pun menarik paksa selimut cokelat yang menutup tubuh Bintang hingga jatuh ke lantai, membuat Bintang terkejut sampai terduduk
Tangan Aura menarik Bintang kuat membuatnya berdiri turun dari ranjangnya
"Ayo cepet berangkat, mandi dulu sana lo"Perintah Aura sambil mendorong sahabatnya hingga masuk ke dalam kamar mandi
"Lo bukan sahabat gua kalo hari ini gak berangkat!" teriaknya hingga membuat Bintang meringis mendengar teriakan Aura
Dan Bintang mulai jengah "Iya iya gue berangkat"
"Gitu kek dari tadi, cepetan gue tunggu di bawah!" ucap Aura sambil melenggang pergi
"Dasar mulut toa" gumam Bintang setelah Aura pergi, lalu menutup pintu kamar mandinya
*****
"Seperti yang sudah di katakan Minggu lalu, hari ini saya akan mengadakan ulangan tentang elektromagnetik" ucap pak Andra yang tengah membagikan selembar kertas putih dengan soal-soal fisika tercetak di sana
"Sumpah ini soalnya susah banget Bintang!!" Bisik Aura pada orang yang duduk di sampingnya
Bintang memandang Aura "semua soal kan emang susah menurut Lo!" jawabnya lalu mengambil lembar soal di tangan Aura
"Waktu kalian 1 jam, dimulai dari sekarang" ucapnya sambil memandang arloji di pergelangan kanannya
Setelah mendengar penuturan pak Andra semua siswa di ruang kelas tersebut kompak memandangi soal yang ada di atas meja mereka
45 menit berlalu
Aura menyenggol lengan Bintang yang duduk di sampingnya "nomor ini gimana tang?" Bisiknya pelan, menunjuk kertas yang berisi 30 soal Fisika
Bintang mengikuti arah telunjuk sahabat nya itu "Ini udah 45 menit Ra, masa lo belum bisa ngerjain satu pun si" jawabnya terkejut namun dengan intonasi sepelan mungkin
"Ya gue nggak belajar, gimana dong?" Ucapnya gusar, karena lembar soalnya belum tersentuh pulpen sama sekali kecuali untuk kolom nama dan kelas
Bintang mendecak pelan "siapa yang nyuruh Lo ngga belajar?"
"Lo kaya nggak ta---
"Aura, kamu sudah selesai dengan soal yang saya berikan?" Tanya pak Andra yang tengah duduk di meja guru membuat Aura semakin gusar
"be---belum pak" jawabnya gelagapan
50 menit berlalu
Bintang menengok kan wajahnya ke arah Aura, lalu melirik pak Andra yang tengah memandangi jam tangannya
"10 menit lagi" ucap pak Andra membuat Aura semakin gusar
Tangan Bintang menggeser lembar jawabannya yang sudah terisi penuh ke meja Aura
"Cepetan!" Titahnya pelan yang di balas anggukan oleh Bintang
*****
"Akhirnya selesai juga pelajarannya" Aura meregangkan otot tangannya ke belakang, menghela nafas lega
Ulangan Fisika yang merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat di benci oleh Aura tapi sangat di sukai oleh Bintang telah berakhir
"Besok lagi kalo mau ulangan tuh belajar yang bener" ucap Bintang dengan mata yang tetap fokus pada buku yang sedang di baca
Aura mendecak "gue itu udah belajar Tang, cuma materinya gak bisa masuk" jawabnya dengan mata terpejam
"Bintang!!" Seorang cowok dengan seragam almamater SMA Wijaya meneriakkan nama bintang dari pintu masuk kelas mereka membuat Bintang yang tengah membaca bukunya menengok ke sumber suara
"Lo di cariin tuh!" Teriak cowok itu lagi yang merupakan ketua kelas XI IPA 1
Bintang menutup buku yang ada di tangannya, dan beranjak mendekati Abi yang memanggilnya tadi
__________
Kira-kira siapa ya yang manggil Bintang? Penasaran? Ikutin terus cerita aku ya guys😁 jangan lupa like dan coment(yang pedes juga gak apa-apa kok😅)
Hope you enjoy my story' guys😊😇
أنت تقرأ
Falling star
أدب المراهقينApa jadinya jika Bintang, gadis 17 tahun yang tak pernah suka menjadi sorotan banyak orang bertemu dengan Arga, anak olimpiade Kimia yang memenangkan banyak kompetensi sains dan merupakan cowok most wanted di SMA Wijaya?
