" itu siapa kak? " tanya Jae sembari menunjuk seorang gadis yang sedang menangis di bawah pohon
dengan setengah menunduk Nando yang merupakan kaka Jae melihat arah yang di tunjuk adik kecilnya itu
" kakak gatau itu siapa jae mau kaka samperin dia?" balas Nando sembari tersenyum
dengan lugu jae mengangguk, setelahnya nando membawa Jae menemui gadis kecil yang tengah menangis di bawah pohon tersebut
gadis itu terlihat pucat dengan air mata yang sudah mengalir deras membasahi kedua pipi gembulnya.
Nando berjongkok untuk menyetarakan tubuhnya dengan gadis itu. jika di lihat kisaran umur gadis ini sekitar umur 5-6 tahun sedikit lebih muda dari adiknya, Jae.
" Hai manis kamu kenapa? kok nangis sendiri di sini? orang tua kamu mana?" tanya nando dengan suara yang dia buat selembut mungkin agar tidak membuat gadis kecil itu takut.
Nando memperhatikan tubuh gadis kecil itu, tubuhnya yang terlihat kurus dan terlihat sedikit memar di bagian atas lengan kanannya. Bajunya yang tidak terlalu lusuh dengan rambut yang di kucir kuda juga pita di atasnya. Jika di perhatikan gadis ini bukan dari orang yang berada juga bukan dari orang kalangan bawah. Nando terus memperhatikan gadis kecil itu sambil bertanya-tanya kenapa dia menangis sendirian disini.
"kakak aku tadi tanya kamu kenapa nangis disini kok gak kamu jawab?" terdengar suara Jae yang bertanya pada gadis kecil itu.
Jae sedikit kesal ketika melihat gadis itu terus menangis tanpa mau menjawab pertanyaan dari kakaknya. Dia menganggap gadis ini sangat lemah karena dia hanya terus menangis tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Hei kamu kalo ada orang tanya tuh di jawab dong bukannya diem aja" sarkas Jea ketika melihat gadis itu tidak bergerak sama sekali dan terlihat tidak ingin menanggapi pertanyaannya dan kakaknya.
Melihat itu Nando menarik Jae sedikit menjauh dari anak kecil tersebut.
"Jae ngga boleh gitu kenapa Jae tadi malah marah sama anak kecil itu?" tanya Nando pada Jae, masih dengan nada lembut karena Nando tidak ingin terdengar oleh gadis kecil tadi sekaligus agar Jae tidak ngambek.
"Jae kesel kak dari tadi kak Nana udah tanya dia kenapa tapi dia ga jawab-jawab yaudah jae tanya juga tapi masih diem aja Jae kesel kak dia bukannya jawab malah nangis mulu, lemah" kesal Jae lantaran melihat gadis kecil itu terus menangis tidak berhenti.
Jae kesal karena dia mencoba untuk simpati pada gadis kecil itu namun dia lebih memilih diam ketika di tanya dan Jae menganggap jika gadis kecil itu t
YOU ARE READING
Permen Kapas
Teen FictionGue Alesya kencana wijaya gue orang yang asik tapi cuma sama orang tertentu bukan asik sama semua orang. Kadang temen gue ada aja yang bilang gue pendiem. padahal dia gak tau aja gue kek mana. Arsya Aji Pangestu cowok cuek yang pertama kali gue tem...
