Note: sebelum membaca tolong pikirkan lagi ya, cerita ini dengan genre angst, drama dan fluff. Akan ada banyak hal yang membahas mental illness.
Disini aku-Rei sebagai penulis hanya memberi saran, jika kalian tidak kuat atau mudah ketriger akan hal-hal berbau anxiety disorder or something like that, tolong jangan dibaca. Aku cuma mau nge-share apa yang ingin aku share.
Tolong sekali lagi, kalau kalian ada yang tidak bisa membaca tentang mental illness, jgn dibaca demi kenyamanan bersama.
Makasih buat yang baca, semoga kalian suka sama calon book baru dari aku.
-
Petrichor; Hwangmini
-
Pagi itu masih pukul sepuluh lewat dua belas menit. Seorang pemuda manis berjalan sedikit tergesa-gesa membawa map berisi pamflet yang telah ia cetak. Kaki panjang itu berhenti pada sebuah ruangan dengan pintu cokelat.
Baru saja ia hendak membuka pintu, suara seseorang menghentikan aksinya. Ia menoleh ke arah kanan dimana seorang pemuda dengan kemeja kotak-kotak berjalan menuju ke arahnya.
"Itu pamfletnya?" Tanyanya seraya menunjuk map yang ia pegang.
Pemuda manis itu mengangguk, menunggu kalimat selanjutnya yang akan diutarakan oleh pemuda yang kini hanya berjarak tiga jengkal darinya.
"Desain yang kemarin atau desain baru? Tanyanya lagi.
"Desain baru"
"Lo bikin dalam semalam?" Suaranya sedikit meninggi-bukan karena marah tetapi karena takjub. Matanya pun sedikit melotot setelah mendengarnya.
"Iya" jawabnya dengan suara pelan.
Kemudian keduanya masuk ke dalam ruangan. Beberapa orang telah berkumpul untuk rapat acara yang akan diadakan satu bulan lagi. Ini termasuk rapat keempat yang mereka laksanakan.
Mengingat waktu acara yang semakin dekat membuat para panitia penyelenggara harus sigap dalam tugas-tugas mereka.
"Minhee gimana pamfletnya?" Seseorang langsung bertanya saat pemuda manis yang biasa disebut Minhee masuk ke dalam ruangan rapat.
Minhee mengulurkan map itu kepadanya sembari mengatakan "itu desain baru" ucapnya agak terkesan dingin memang tetapi Minhee tidak peduli. Ia lebih memilih duduk dan menunggu rapat dimulai.
"Siapa yang ngedesain?" Tanyanya.
Minhee memutar bola mata saat tatapan itu seolah mengejeknya. "Gue, kenapa? Revisi lagi?" Ia sudah muak dengan tingkah si sekretaris acara. Mereka tidak tahu kalau tim pubdesdok itu bukan hanya sekedar mendesain pamflet saja.
"Lo kalo ngomong sopan dikit lah, dia kakak tingkat lo" seseorang berkata dengan sedikit berteriak. Minhee hanya menyunggingkan senyum miring. Tak peduli sama sekali.
Sedangkan si sekretaris acara menatap Minhee dengan pandangan aneh. "Desainnya terkesan asal-asalan" ucapnya kemudian.
Minhee masih tenang, tatapannya masih biasa saja. Seolah sudah hapal tingkah laku si ketua acara.
"Ganti lagi" titahnya seraya mengulurkan map berisi pamflet buatan Minhee.
Tentu saja Minhee tidak langsung menerimanya. Ia berdiri dari tempat duduknya. Kemudian menatap kakak tingkatnya dengan datar. "Kayanya kinerja gue ga diterima sama sekali disini" ia tersenyum remeh. Sembari menatap manik sekretaris acara dengan malas.
YOU ARE READING
Petrichor; Hwangmini
Fanfiction❝ 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐩𝐞𝐭𝐫𝐢𝐜𝐡𝐨𝐫? ❞ ❝ 𝐇𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐘𝐮𝐧𝐬𝐞𝐨𝐧𝐠 ❞ -𝙆𝙖𝙣𝙜 𝙈𝙞𝙣𝙝𝙚𝙚 . ❝ 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐢𝐧𝐝𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐫𝐢? ❞ ❝ 𝐊𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐢𝐧𝐡𝐞𝐞 ❞ -𝙃𝙬𝙖𝙣�...
