Sbut aja namanya nurdin
Seorang anak laki-laki dari 3 saudara
Bapak dan ibu hanya pekerja mencari kayu bakar di kampung.
2 adiknya masih sekolah smp dan sma.
Udin merantau semenjak lulus sma
Dari rantaulah udin sebagai tulang punggung keluarga
Menyekolahkan adiknya dan membantu ekonomi bapak ibu di kampung.
3tahun sudah udin hidup dirantau orang.
Bebrapa hari menjelang bulan suci ramadhon
Udin menerima kabar ibu nya sakit dan harus dirawat dirumah sakit tentunya butuh biaya
Kemudian adik kedua dari nurdin kelulusan sekolah sma dan juga butuh biaya.
Mendengar kabar ibunya sakit
Udin memutuskan untuk pulang kampung
Tabungan udin lumayan untuk bisa membawa ibuya berobat
Dan juga bisa membiayai adiknya untuk kelulusan sekolah.
2 hari menjelang puasa
Udin membeli tiket pesawat
Selang barapa jam setelah membeli tiket
Dikeluarkan pengumuman untuk dilarang mudik.
Sungguh hancur berkeping-keping rasanya hati nurdin
Walau tiket bisa di kmbalikan uangnya namun keinginan untuk bertemu orang tua yang sudah 3 tahun dan juga dalam keadaan sakit..
Harapan pulang kampung itu musnah sudah..
Dua hari setelah keputusan itu
Nurdin pun di phk dari tempat bekerja..
Sehari-hari nurdin hanya diam di rumah patak tempat ia mengontrak.
Uang yang tadinya untuk berobat orang tua habis untuk biaya sehari-hari .
Naas ..bantuan datang dengan data yang berdomisili setempat sementara nurdin data diri masih data kampung..
Pulang kampung tak bisa
Berobat ibu tak jadi
Bantuan sosial pun tak dapat.
Bagaiman nasib nurdin saat ini??
Kisah nyata perantau dari sumatera
Dijakarta bekerja di salah satu PT..
Sepetinya bagus untuk dijadikan puisi..
KAMU SEDANG MEMBACA
KISAH PERANTAU
Cerita Pendekkisah perantau sumatera ditahun 2020 dimasa pandemi covid 19
