PART 1 🌹

473 98 129
                                        

Welcome for u all. I hope u love this story
Thank u for reading and dont forget to listen the music
.
.

Seorang anak perempuan berumur 9 tahun sedang menangis merengek kepada orang tuanya karna tidak dibelikan boneka barbie paket lengkap beserta rumah dan keperluan lainnya. Ia menangis sejadi jadinya sambil memberontak

"Fanny mau barbie!!! Pokoknya barbiee!! "

Seorang wanita berumur 35 tahun datang menghampirinya

"Sayang, kamu sudah besar, masa masih mau main boneka barbie? Nanti mama beli kan boneka beruang yang ukuran nya gede, warna pink" bujuk nya

"Enggak! Ga mau! Fanny mau barbie! Boneka beruang ga ada rumahan! Ga ada keperluan masak nya! Jelekkk! "

Citra mulai jengkel, ia sudah pusing menghadapi tingkah anak nya yang sangat memaksa dan merengek berkepanjangan. Lalu Citra mengambil centong nasi dan mengarahkannya kepada fanny

"Kalo fanny nakal, fanny mama masukin ke pesantren"

Fanny menatap mama nya dengan mata sayup

"Ga mau mamaa!! Fanny ga mau! Ga enak! "

Citra tersenyum "fanny harus janji ga boleh maksa kaya gini. Ga boleh jadi anak nakal"

Dengan terpaksa, akhirnya fanny mengangguk "hiks, iya maa, fanny janji. Jangan masukin fanny ke pesantren"

Citra tersenyum lalu memeluk anak nya erat. Fanny menjadi tenang dan berhenti dari rengekan nya

****

Disinilah fanny sekarang. Ia berada di salah satu pondok pesantren di pulau Sumatera. Bagaimana bisa? Yah, pada akhirnya, fanny sendiri yang meminta untuk masuk ke pesantren. Padahal orang tua nya sempat menawarkan masuk smp swasta atau mts di salah satu kota mereka. Namun fanny tetap kekeuh dengan keputusan nya. Ia memilih masuk pesantren

"Ayo fanny" ajak citra

"Kemana ma? "

"Ke asrama kamu"

"Oh dah ada ya ma? " tanya fanny dan di jawab anggukan oleh citra

Mereka berjalan sambil membawa koper dan tas lainnya, sedangkan papanya fanny sudah mendahului mereka sambil membawa lemari kayu yang akan di gunakan fanny dengan bantuan teman papanya yang ikut ke pesantren

Setiba fanny di asrama, ia menghela nafas kasar. Mulai hari ini ia akan menjalani hidup dengan mandiri tanpa keluarga yang memperhatikan. Tidak ada yang menyiapkan makan, bermain ponsel di kala bosan, hangout bersama teman, apa lagi pendingin ruangan.

Ia akan memulai kehidupan smp nya dengan hidup mandiri dan mengurung dari dunia luar.

Awal nya fanny sangat bersemangat sampai tidak sabar untuk segera tinggal di asrama, namun saat semua keperluan sudah selesai, jam menunjukkan pukul 4 sore dan orang tua fanny harus segera pulang. Di saat itulah ia mulai merasa sedih, rasanya ia ingin menangis namun seperti tertahan

"Fanny jaga diri kamu, nanti mama sama papa bakal kesini setiap dua minggu sekali " ujar Citra sambil memeluk fanny. Ia terlihat sedang menahan air mata

"Fanny sayang, ga boleh malas, fanny ga bisa santai lagi disini, kalo butuh sesuatu tinggal bilang sama ustadzah pendamping kamu ya nak" kali ini papa fanny ikut berbicara

Fanny mengangguk mantap, sedangkan kedua orang tua nya sudah meneteskan air mata. Terlebih papa fanny, beliau menangis sambil membuang muka dan tidak menghadap fanny

"Kita pulang ya nak"

"Iya ma, pa. Hati hati "

Fanny melambaikan tangan nya kepada kedua orang tua nya yang semakin pergi menjauh. Entah bagaimana, kini fanny mulai merasa sedih. Dan tidak terasa, bulir bulir air kini telah mendarat di pipi halus nya dengan deras, namun ia masih berusaha tegar dan tersenyum

"Kenapa baru kerasa sekarang" lirih fanny

***

Sudah 1 minggu sejak fanny masuk pesantren, dan selama itu lah ia selalu menangis sendiri. Tidak ada yang mengetahui nya

Saat sebelum tidur ia menangis tenang, saat mengambil wudhu, saat sholat, bahkan saat fanny membuka lemari nya untuk mengambil barang

Seperti sekarang. Fanny tengah berdiri di depan lemari nya, ia mendekatkan wajah nya ke dalam lemari dan hendak mengambil barang. Namun bukannya fokus dengan tujuan, ia malah menangis diam-diam. Fanny tidak pernah memiliki niat untuk menangis, namun air mata itu tetap keluar dan tak kuasa untuk di bendung

"Dek" panggil salah satu kakak pendamping asrama nya

"Sebentar lagi acara di aula mulai, jangan sampai telat" peringat nya

Fanny hanya mengangguk dan segera menghapus air mata, lalu mengambil kaos kaki dan memakainya.

Ia berlari tergesa menuju aula untuk mengikuti penutupan masa ta'aruf santri dengan perasaan rindu yang membendung. Ia duduk di tengah- tengah aula, kemudian salah satu kakak kelas nya memanggil namanya melalui mic

"Yang namanya fanny aldriana ramadhani mana? " panggil seseorang di depan aula

Fanny yang melamun tidak mendengarnya, namun orang itu kembali memanggil fanny hingga akhrinya fanny tersadar. Dengan perasaan gugup dan terkejut ia mengangkat tangannya

"Sa-saya kak, ada apa ya? " tanya fanny gugup

"Ada orang tua kamu di luar aula"

Fanny terkejut bukan main, seharusnya mereka mengunjungi fanny di hari minggu, namun mereka malah datang di hari sabtu. Dengan cepat ia berlari dengan perasaan bahagia dan air mata yang sudah jatuh. Ia berlari sampai akhirnya melihat orang tuanya yang sedang tersenyum dengan air mata yang juga mengalir

Fanny berlari lalu ia mendekap orang tua nya erat. Akhirnya rindu ini tersalurkan, selama beberapa hari tidak bersama orang tua memang sangat berat, apalagi masih masa pertumbuhan yang baru lulus dari sekolah dasar.

"Fanny kangen ma, hiks"

"Assalamualaikum nak, jangan menangis lagi. Kami telah datang"

****

Sumpah deh. Aku ngetik nya bawa perasaan terus :')

ga bisa nahan perasaan, rasanya mau nangis, gatau ya kaya menghayati banget gitu hiks

lup ~~~

My Life In PonpesWhere stories live. Discover now