hayalan seorang zeta

1 0 0
                                        

"lagi?"

Zetta hanya cengengesan menampilkan gigi rapihnya. "Jangan pasang wajah menyebalkan seperti itu Serra, atau kau akan menyesal." Ucap Zetta ketika melihat ekspresi menyebalkan dari sahabatnya

Perempuan yang dipanggil serra hanya menaikan alis tinggi dengan wajah mencemooh. "Memangnya apa yang akan kau lakukan hmm?"

"Well, mengubah koleksi buku erotis milikmu menjadi abu sepertinya tidak buruk." Ucap Zetta Main-main.

Serra mengerucutkan bibir panjang, tangannya mendekap erat buku yang masih rapi dibungkus plastik. "Tidak akan ku biarkan!"

Zetta tertawa, ia melirik ke kanan dan kiri yang dipenuhi buku. kakinya mengayun meninggalkan serra menuju kasir.

Serra mengejar langkah zetta yang meninggalkan nya. "Dan dapat ku pastikan, aku juga akan mengubah buku tidak jelasmu itu menjadi abu."

"Hey, tidak jelas apanya Serra?!"

"Bagaimana manusia bisa berubah menjadi makhluk berbulu! Kamu memang konyol Zetta!"

Zetta sekilas melirik kearah tiga orang yang ikut mengantri di depannya serta sang kasir yang terlihat kerepotan. Kemudian pandangannya kembali ia alihkan pada gadis yang tidak berhenti mengoceh dibelakang punggung nya.

"Menurutku itu keren! Karena Warewolf hanya setia pada mate nya, tidak seperti laki-laki hidung belang yang menjadi tokoh disetiap novel kesayanganmu itu."

Serra menghembuskan nafas. "Ya,ya, terserah dirimu saja! - cepat maju, sekarang giliran mu."

Zetta menengok, dan memang benar kata Serra, sekarang bagiannya. Tiga orang yang mengantri di depannya sudah hilang.

Mereka berdua kompak mengucapkan terimakasih kemudian berjalan menuju pintu keluar dengan menenteng Tote bag yang berisi buku berbeda genre.

"Sehabis ini kau mau kemana?" Tanya Serra, menolehkan kepala menghadap ke arah Zetta yang asik bersenandung pelan.

"Langsung pulang saja sepertinya, aku harus merevisi beberapa bagian sebelum dilaporkan pada Mrs. Ashley besok."

Ia bergidik ketika membayangkan ekspresi Mrs. Ashley saat menerima laporan miliknya yang mungkin masih banyak typo.

Serra urung berkata ketika suara klakson mobil terlebih dahulu terdengar. "Nah itu Alex, kau ikut pulang bersama kita saja. Kebetulan aku akan pergi bersama Alex kesuatu tempat dan melewati apartemen mu."

Zetta mendadak berbinar, "sungguh? Baiklah aku ikut Serra! Ah seandainya saja aku mempunyai mate yang siap sedia, terlebih -"

"Zetta! Hentikan pikiran halu mu itu, mendengar kata mate saja sudah membuat kepalaku migrain!"

Zetta terkikik geli, "baiklah."

~•~

Zetta tersenyum-senyum sendiri ketika mengingat salah satu adegan di dalam buku yang dia beli beberapa hari lalu.

"Pasangan Alpha-luna itu memang membuat gemas - oh astaga!" Zetta berseru tertahan, seakan baru mengingat sesuatu.

"Matilah aku! Mati!" Rutuknya pada diri sendiri, tangannya menyambar map yang berada diatas meja. Ia lupa harus menyerahkan laporan itu sebelum jam sepuluh, dan sekarang sudah jam sembilan lewat empat puluh lima menit.

Kaki jenjangnya bergegas menuju lift yang akan menghantarkannya ke lantai sepuluh. Tempat Mrs. Ashley bersemayam.

"Cyra!!" Zetta berseru ketika kakinya baru saja menapaki lantai sepuluh. Membuat cyra yang berada dibalik meja kerjanya, tepatnya di depan ruangan Mrs. Ashley terperanjat.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 05 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AlphaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang