Sweet Macaron #1

179 21 0
                                        

Semuanya dimulai hanya karena satu box macaron yang manis di musim dingin...
.
.
.
.
.

Di pagi hari di musim dingin ini, Jisung pergi keluar rumah hanya untuk membeli satu box macaron untuk camilan nya. Namja tinggi itu keluar rumah hanya menggunakan sweater merah kotak-kotak.

Macaron store..

"Hei! Aku beli satu box macaron" ucap Jisung. Pegawai toko itu akan memberikan nya pada Jisung, jika saja tidak ada seorang Namja imut yang menyela.

"Aku juga beli satu box macaron" sela Namja itu.

"Maaf, tapi macaron nya hanya tersisa satu box saja. Dan ini adalah box terakhir" pegawai itu mengucapkan maaf pada Namja manis itu.

Jisung bisa melihat raut wajah orang itu berubah menjadi kecewa. Jisung menghela nafas nya, ia terpaksa memberikan box macaron yang sudah ada ditangan nya.

"Ini ambil saja. Anggap saja aku traktir" Jisung menyodorkan kantung plastik yang berisi box macaron berwarna-warni itu.

"Untuk ku?" tanya Namja itu. Jisung menganggukkan kepalanya. Namja itu langsung mengambil kantung plastik dengan tatapan berbinar yang lucu.

"Maaf tuan, tapi itu macaron milikmu"

"Tidak apa, oh ya ini uang nya" Jisung memberikan uang nya untuk membayar macaron nya.

"Maaf jika salah satu dari kalian tidak mendapat bagian macaron nya" pegawai itu mengucapkan kata maaf sembari membungkuk kan tubuh nya.

"Ya, tidak apa-apa"

Setelah itu Jisung keluar meninggalkan toko tersebut. Belum sempat ia berlari agar bisa cepat sampai ke apartemennya, baju nya sudah dicekal oleh seseorang hingga membuat nya hampir jatuh ke belakang. Jisung pun memutar tubuh nya untuk melihat siapa yang menarik baju nya.

Yang menarik baju nya ternyata Namja manis yang ia beri macaron tadi. Jisung bisa melihat jika Namja ini gugup atau takut.

"Kenapa?" tanya Jisung.

"Aku ingin mengganti uang mu" jawab Namja itu dengan gugup.

"Tidak perlu kau ganti. Lagipula aku juga tidak terlalu menginginkan nya" Jisung mengusap lembut bahu Namja itu dengan lembut. Tidak lupa senyum manis nya.

"Benarkah?"

"Iya, tidak usah kau ganti. Anggap saja aku mentraktir mu." Jisung kembali meyakinkan Namja itu.

"Siapa nama mu?" tanya Jisung.

"Aku Chenle. Panggil lele atau Chenle juga boleh kok" jawab nya dengan senyum lucu nya. Jisung menjadi gemas dengan pipi Namja bernama Chenle ini.

"Aku Park Jisung. Panggil Jisung aja"

"Terimakasih ya Jisungie macaron nya. Eum tidak apa kan?"

"Iya gak apa-apa. Panggil sesuka mu saja" Jisung tersenyum sambil mengusap lembut pipi Chenle yang lembut.

"Kalau gitu aku pulang. Sampai jumpa Chenle" baru akan melangkah kan kaki nya, Jisung kembali ditahan oleh Chenle. Jisung pun mengangkat sebelah alis nya.

"Aku boleh meminta nomor ponsel mu? Maaf kalau aku lancang" Chenle menahan Jisung hanya untuk meminta nomor ponsel nya.

"Boleh, sini ponsel mu" Jisung meng-iyakan permintaan Chenle. Jisung langsung mengetik kan nomor nya. Lalu mencoba mengirim pesan, dan ponsel nya berdering.

Jisung dengan jahil menamai kontak di ponsel Chenle dengan nama. Jisungie tampan 💛😗. Selesai menamai kontak nya, Jisung memberikan ponsel nya lagi pada Chenle.

"Nih, nanti aku chat" Jisung menyodorkan ponsel nya ke Chenle.

"Makasih ya Jisungie!" Chenle pun langsung lari meninggalkan Jisung yang menatap nya dengan gemas.

setelah itu Jisung langsung berlari menuju apartemen nya dengan suasana hati yang bahagia. Bahagia karena mengenal Chenle.























































| Gimana guys cerita nya? Masih banyak yang kurang sih :)

| ini book kedua tentang ChenJi :)

VOTE KOMEN SAMA FOLLOW






Sweet Macaron | ChenJiWhere stories live. Discover now