Seorang penyanyi wanita yang berusia 25 tahun itu sedang merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak, ia mendapatkan kabar bahwa pengajuan bekolaborasinya dengan salah satu Idolnya saat ia masih remaja di konfirmasi.
"Kau tidak sedang menipuku 'kan?" Tanya Wanita itu pada Managernya yang juga merupakan temannya.
"Untuk apa aku bohongin artisku sendiri" Jawab Sang Manager.
"Kau sering membohohongiku".
Sang Manager mengehela nafasnya. Ia mengambil laptop yang ada di atas meja dan menghidupkannya.
"Masih mau bilang gak percaya" Si Manager melihatkan sesuatu dari laptop tersebut.
Wanita itu terkejut melihat apa yang baru saja sang Manager tunjukkan. Itu adalah sebuah kiriman persetujuan kolaborasinya bersama sang Idol.
"Fan, ini serius?" Tanya Wanita itu lagi pada sang Manager yang bernama Fania itu.
"Iya Via!!" Jawab Fania sambil mencubit kedua pipi Artisnya yang bernama 'Hivia', atau orang terdekatnya lebih sering memanggilnya 'Via'.
Hivia berdiri diatas kasurnya dan ia melompat lompat.
"Fania... Seneng banget" Hivia melompat sambil berteriak senang.
Setelah capek melompat lompat, Hivia kembali duduk dan menatap Fania. Kali ini bulan ekspresi senang yang ia tunjukkan, melainkan kesedihan.
"Ada apa lagi?" Kata Fania sambil menepuk pipi Hivia.
"Kali ini aku kolaborasi jarak jauh atau harus terbang ke Korea?" Tanya Hivia resah. Ia tak bisa pergi ke Korea untuk waktu dekat ini karna Ibunya tak akan mengijinkannya karna ia harus mendaftarkan diri untuk kuliah S2 nya.
"Kau bisa rekaman jarak jauh, tapi kau harus ke Korea untuk syuting MV" Fania mencoba untuk menjelaskan.
"Tapi Ibu gak bakal memberi ijin, aku harus daftar kuliah" Ujar Hivia lesuh.
"Kau tidak mau buat coba kuliah disana?" Tanya Fania sedikit menggoda Hivia.
🎶
Disinilah Hivia sekarang, rumah sang Ibu.
"Bu, Via mau minta ijin sama ibu" Hivia mencoba untuk tenang walau didalam hatinya ia merasa sangat resah. Ia mencoba untuk mengikuti saran Fania.
"Ada apa Kak?" Tanya Bulan 'Ibu Hivia'.
"Via dapet berita kalau permintaan kolaborasi Via disetujui" Jawab Hivia ragu ragu, ia takut jika keinginannya bertentangan dengan Ibunya.
"Wah... bagus dong" Ujar Bulan ceria.
"Tapi Via harus pergi ke Korea buat kolaborasi kali ini" Perkataan Hivia barusan membuat Bulan terdiam. "Via tau kalau Ibu gak bakal ngijinin Via buat pergi karna Via harus daftar kuliah, tapi Via mohon sama Ibu buat ijinin Via kuliah di Korea".
Bulan ngehela nafas sebelum ia berbicara.
"Ibu tau apa yang Kakak rasain sekarang, tapi itu semua terserah Kakak. Ibu ijin Kakak buat kuliah di Korea asal Kakak jaga kesehatan disana".
Mendengar perkataan Ibu nya barusan membuat mata Hivia berbinar.
"Ibu ijinin Aku buat kuliah di Korea?" Tanya Hivia untuk menyakinkan perkataan Bulan barusan.
Bulan menganggukkan kepalanya.
" Iya" Bulan mengusap kepala Hivia sambil tersenyum. "Dan satu lagi, kamu harus menjaga pergaulanmu disana" Pesan Bulan pada Hivia karna ia tau bahwa anaknya itu sering pergi ke club dan Bulan tak mau jika selama di Korea Hivia tak bisa mengontrol pergaulannya.
YOU ARE READING
A Different Life
FanfictionWanita Indonesia itu tak menyangka jika ia akan tinggal di Negara orang untuk beberapa tahun dan meninggalkan keluarganya. Korea Selatan, dinegara itulah sekarang ia tinggal saat ini. Ia datang untuk menggapai karirnya, Ia adalah seorang penyanyi I...
