“kenapa harus aku” ujar Zahra
“karena memang kamu yang Allah takdirkan untukku” kata dr.adnan meyakinkan
“Darimana kamu yakin aku yg Allah takdirkan untukmu” ujar Zahra dengan menahan air mata yg akan terjatuh seketika.
“Karena hatiku memilihmu” kata dr. adnan yakin
“Tapi kenapa harus aku, aku bukanlah wanita yang baik untukmu, kamu laki-laki sempurna dan pantas memiliki pendamping yang jauh lebih baik dari diriku, banyak diluar sana yg pasti mengingikan mu jadi suaminya, bukan wanita sepertiku” kata Zahra dengan air mata yg sudah membasahi wajahnya
“Untuk apa ku mencari yang lain jika hatiku tetap memilih mu” kata dr.adnan dengan tegas meyakinkan Zahra bahwa dialah satu-satunya wanita yang dia inginkan.
“CUKUPPPP!!!!” Teriak Zahra dengan tangisnya yang semakin menjadi
Sungguh hatiku sakit sekali, jujur aku pun sangat mencintai nya, tapi keadaan tidak meyakinkan kami bersama. Aku dan adnan memiliki dunia yang berbeda, dia terlalu sempurna, dengan ketaatan nya kepada Allah sedangkan kehidupanku yang jauh dari kata baik apalagi untuk menyandang sebagai wanita solehah. Sungguh aku merasa buruk sekalii….
“Zahra percayalah tidak ada yang bisa menilai dirimu baik atau buruk, solehah atau tidak. belum tentu aku telihat baik dimata semua orang termasuk dirimu, tapi nyatanya aku buruk dimata Allah. Aku hanya mencoba menjadi lebih baik ra, dan aku yakin kamu pun bisa” kata adnan dengan lembut memberi penjelasan pada Zahra.
Zahra hanya diam menangis mendengarkannya.
“aku memilih mu bukan tanpa alasan ra, aku memilih mu karna aku yakin bahwa Allah mengirimmu untukku agar kita bisa belajar bersama untuk menggapai ridhonya” dengan senyum manisnya adnan meyakinkan.
“ jadi ra, apa kamu mau menjadi pendampinku untuk menggapai ridhonya” kata adnan mantap menatap lekat Zahra yang sedari tadi menangis dalam tunduknya.
Lanjuttt gak
YOU ARE READING
Cahaya Cinta
Teen Fiction"Bersamamu adalah mimpi yang sangat kutunggu kehadirannya, tapi apakah pantas sosok sepertimu menjadi bagian dalam kehidupan seorang wanita yang hidup dalam kegelapan iman" Zahra kamania akbar . . . "Aku yakin Allah menghadirkanmu masuk dalam kehidu...
