Brak! Sebuah buku terjatuh dari meja ketika aku tengah membereskan barang-barangku.
Kuambil buku itu dan kulihat ada selembar foto tergeletak di lantai. Foto liburan keluarga bertahun-tahun lalu. Ada aku, para sepupu, dan teman-teman kecilku.
Dan ada Alya.
Alya. Sudah lama aku tak bertemu dengannya.
Terakhir kali kami bertatapmuka ketika kami lulus SMP, sekedar saling mengucapkan “Mubarak!”
Setelah itu jarang sekali aku bertemu dengannya. Apalagi setelah kami beda sekolah ketika SMA.
Tiba-tiba ada rindu menyeruak. Senyum Alya yang lepas. Suaranya yang lembut. Matanya yang bening dan tulus. Dan candaan-candaan serta pertengkaran yang sering terjadi di antara kami.
Kenapa semua itu kini bergemuruh di kepala? Apa kabar dia sekarang?
“Luqman, ayo kita makan,” panggil Ibu.
“Ya, Bu.”
YOU ARE READING
Dalam Doa
Short StoryKenapa aku tak bisa berhenti memikirkannya? Tapi aku tak bisa menghubunginya. Apakah dia akan menerima kalau aku melamarnya?
