prologue

438 32 1
                                        

9/5/2020

         " Thalia Dimitri, you passed all the test. Now, you're a student of Korea University in 2020 generation. Please do your re-registration on May 16th at architecture building Korea University. Good luck!"
                                  -Korea University

     Aku melompat ke kasur setelah menemukan alasan logis untuk meninggalkan rumah. Aku merasakan kebahagian yang tak pernah ada sebelumnya, aku tak pernah merasa sebahagia ini. Aku berjalan ke kamar bang Gamma duduk secara tiba-tiba dan membuka selimutnya secara paksa.

     "Apasih anjir" abangku menjawab lemas karna ini masih pagi buta. Sebenarnya aku tidak tidur sejak kemarin demi menantikan email ini, hihihi. Aku berdiri dan melemparkan hp-ku kearah dada bang Gamma. Dia terperanjak karena hp yang ku lemparkan. Aku menyilangkan tangan didepan dadaku sembari tertawa puas.

      "Lo diterima??" tanyanya ketus. "Terus si Ken?" lanjutnya. Aku sempat memikirkannya, tapi sudah kepalang benci. Jadi, ya sudahlah..

        "Bye pengangguran, let me take the first step to say goodbye from this hell" kataku dengan angkuh tanpa menjawab pertanyaannya.

      Dan yah seperti itulah pertarungan sengit antara aku dan si Gamma. Berlomba mencari alasan untuk keluar dari rumah ini. We are too tired about these shits. Pertengkaran diantara Mom dan Dad tak berujung, tiada hari tanpa dentingan gelas, makian, dan sumpah serapah lainnya. Untung tapi juga sial, aku masih punya Ken.

         Keenan, dipanggil Ken. Dia menjadi salah satu alasanku menetap disini. Curhat, main, ngechat semua sama Ken. Aku bisa gila jika tidak pernah bertemunya. Setelah dia menggandeng cewek seminggu yang lalu, aku tak pernah menggubrisnya lagi. Chat, Sosial media nya ku blok. Apa dia bodoh? penantianku selama ini benar-benar nol dimatanya. Buang, kubur perasaan konyol itu Thalia, he is your best friend. Let him find his love.

8:00 am

Mom duduk di kursi meja makan sambil memejamkan matanya. Tak peduli dengan bagaimana kacaunya rumah

"Mom," panggil ku seraya mengulurkan hanphoneku.

        "What's wrong dear?" jawabnya. "Wow, I'm glad. Siapin barang-barangmu, berangkat tanggal 14 malem, abang yang anter." jawabnya lesu sambil mengambil handphone di meja dengan jari kerontangnya.

veins & arteries || jung jaehyunStories to obsess over. Discover now