Flower

13 2 0
                                        

Hari ini jasmine masuk ke kampus seperti biasa, hanya untuk bimbingan

"woy min, sinii" kata cello salah satu sahabat jasmine. Jasmine menghampiri teman-temannya, ada Shena, Rania, cello, putra dan putri, yap putra dan putri kembar.

"gimana guys? Bu dita belom ngabarin juga? Pusing deh gue" kata jasmine

"yah mau gimana, nasib mahasiswa bimbingan kan selalu nunggu" kata shena sambil menyelesaikan laporannya

Mereka semua menunggu sambil mengerjakan laporan sesekali bercanda

"hey babe" kata seseorang yang tiba-tiba memeluk jasmine dari belakang

Jasmine tanpa melihatpun tau kalau itu derryl, pacarnya

"hey love, kok baru kesini?" kata jasmine

"tadi aku ada rapat sama orang kantor, gimana udah selesai bimbingan?" tanya derryl

"apanya yg selesai ril, orang kita dari tadi nunggu bu dita" jawab putri

Akhirnya shena di chat oleh bu dita untuk keruangannya. Mereka semua pergi keruangan bu dita untuk bimbingan

"kamu ke kantin aja ril, aku bimbingan dulu sama temen-temen" kata jasmine

"aku kerumah temen ku yang di deket sini ya, sekalian mau ngajakin buka bisnis baru" kata derryl

"okay, nanti aku kabarin ya kalo aku udah selesai, bye love" kata jasmine sambil mengecup pipi kekasihnya itu

Sesampainya di ruangan bu dita, mereka pun langsung berdiskusi dan bertanya bagaimana hasil progress tugas mereka

"dari semua progres kalian, hanya kamu jasmine yang paling banyak revisi, ada apa? Apa kamu ada masalah?" kata bu dita ketika sudah memeriksa semua progress laporan yang sudah mereka kirimkan via email kemarin malam

"tidak ada bu, tetapi akhir-akhir ini saya memang tidak fokus untuk mengerjakan tugas akhir" ucap jasmine

"tetapi saya akan mengusahakan nya bu di minggu ini, saya akan lebih serius lagi" sambung jasmine

"putra, tolong dibantu teman kamu, kamu kan lumayan pintar di bagian analisis" kata bu dita kepada putra

"ah iya bu, saya akan lebih memperhatikan teman saya yang satu ini hehehe" kata putra sambil merangkul jasmine yang kebetulan di sampingnya

Akhirnya mereka semua keluar dari ruangan bu dita dan menuju ke kantin.

"lo kenapa sih min? Pas kita diskusi di grup lo juga jarang muncul" tanya cello

"gapapa lo, gue cuma lagi banyak pikiran aja ngurusin design baju gue" kata jasmine

"lagian, dulu lo kenapa pilih ekonomi bisnis sih min? Kan lo lebih berpotensi jadi designer ternama, design baju lo aja yang terakhir kemaren laku dua puluh lima juta" kata rania

"yah kalian semua kan tau nyokap gue, dia mau gue tetep stay di bidang bisnis, biar bisa ngelanjutin bisnis turun temurun" jawab jasmine

"tapi nilai-nilai lo disini lumayan kok, semangat jasmine lo pasti bisa, gue yakin" kata shena

"iya kita semua yakin lo bisa min, lagian kalo lo lulus, lo punya pengetahuan bisnis, bisa lo gabungin sama ilmu design lo, lo bisa buka butik, atau brand baju lo sendiri kan" kata putra

Jasmine, shena, rania, cello, putra dan putri pun bercengkrama sambil membahas topik-topik terbaru di kampus mereka sambil makan dan minum.

Sudah mulai sore, mereka yang dari tadi hanya bergosip akhirnya memutuskan untuk pulang, terisa jasmine dan cello

"min, lo masih nunggu derryl?" tanya cello

"iya sih, tapi dia katanya mendadak ada urusan, gue disuruh ke PI dulu" kata jasmine

"mau bareng gue? Gue kan lewat situ juga" kata cello

"marchello cayang memang terbaikkk" kata jasmine sambil merangkul cello

"seatbelt, kebiasaan deh" kata cello ketika mereka sudah masuk kedalam mobil

"hehee sorry" kata jasmine

"lo, gue capek banget sebenernya" kata jasmine

"kenapa lagi derryl?" cello seolah tau arah pembicaraan jasmine

"dia terus ngebanding bandingin dirinya sama gue, dia bilang kamu harusnya bisa lulus tiga setengah tahun kayak aku" kata jasmine sambil meniru gaya bicara derryl

"gue kan pernah bilang yasmin kalo lo udah gak nyaman, lo pergi aja, gausah lo paksain kayak gini" jawab cello

"tapi dia ngelakuin itu tuh pasti ada sebabnya lo, kan gue sering cerita kalo di keluarganya tuh sifat orang tuanya begitu" kata jasmine membela derryl

"ya ya ya, mamanya suka banding-bandingin dia sama adiknya, jadi mungkin dia terbiasa kayak gitu" kata cello sambil mengikuti gaya bicara jasmine

"hahahaha, yaudah lah, gue jalanin aja dulu" kata jasmine

Sebenarnya jasmine pun sudah ingin berpisah dari derryl, tetapi jasmine terus menerus membela derryl di depan teman-temannya, bahkan jasmine selalu meyakinkan dirinya bawa derryl berkelakuan seperti itu karena orang tuanya tidak mendidiknya dengan cara yang sama seperti orang tua jasmine mendidiknya.

Akhirnya mereka sampai di plaza indonesia

"mau gue temenin?" tanya cello

"gausah, lo pasti mau jemput cewek lo kan?  Udah sanaa, thanks ya lo" jawab jasmine

"okey, kalo ada apa-apa kabarin gue ya" kata cello

"siap, take care lo" kata jasmine sambil menutup pintu mobil cello lalu berjalan masuk ke dalam mall.

Jasmine berjalan menuju coffee shop untuk membeli minuman kesukaannya sambil menunggu derryl menjemputnya.

Handphone jasmine bergetar, ada pesan yang masuk

Shena Dellarose: Jasmine, lo dimana?

Tumben shena cepet banget sampe rumah

Jasmine leonarda: Di PI nih, kenapa beb?

Shena Dellarose: kerjain laporan lo, gausah santai2, tadi cello bilang lo lagi nunggu derryl kan

Jasmine leonarda: iya iya bawel

Shena Dellarose: lo di kafe kan? Skrg lo ke toko buku aja, ngerjain skripsweet

Jasmine leonarda: baiklah ibu shena, aku ke toko buku. Bye

Shena Dellarose: love you too, semangat miminn

"duh shena bawel banget sih, gak bisa liat orang santai dikit" batin jasmine

Jasmine sampai di toko buku,  langsung mencari tempat duduk untuk mulai menulis.

"ah iya mumpung disini gue cari buku tentang investasi deh" kata jasmine

Jasmine asik mencari buku buku di bagian ekonomi bisnis, lalu mendengar seseorang memanggil namanya

"hey jasmine" kata seseorang itu

Jasmine menoleh dah terkejut dengan siapa yang memanggilnya barusan

-----

Haloo semuanya, semoga kalian suka dengan awalan ceritaku. Jika ada kritik dan saran silahkan di komen.

Semoga kali ini aku konsisten dengan tulisan ini.

Love you guys^^

ROLLER COASTERWhere stories live. Discover now