Udah yaa?
Kita sampai sini saja, aku sama kamu kan sama-sama ngerti bahwa cinta adalah ketika dua insan saling memperjuangkan untuk terus sama-sama. Memperjuangkan berarti berusaha, tapi disini masalah nya adalah 'aku udah engga bisa lihat usaha kamu'. Karena emang engga kelihatan dimata aku, kamu cuma nunggu dan nunggu terus. Kamu nunggu aku nyerah sama semua ini, nyerah sendirian. Biar kamu ga perlu disalahin atas rasa sakit yang bakal datengin aku. Kamu, terlalu pentingin diri kamu sendiri.
Dalam kisah kita yang terus berjalan, kamu buat setiap kesalahanku adalah pembenaranmu untuk ninggalin aku. Tapi ini salahnya di aku, aku nya yang terlalu kekeh. Sok jagoan, sok kuat perjuangin semuanya sendirian. Aku nya terlalu percaya sama waktu, aku percaya waktu bisa bikin kamu balik memperjuangin aku. Tapi sampe sekarang ternyata waktu engga bisa apa-apa. Waktu terus-terusan nampar aku buat sadar kalau dari awal aku cuma jatuh cinta sendirian tapi aku nya ga mau sadar.
Dari dulu kamu tau aku ga pernah berani ninggalin kamu, aku terlalu takut bikin penyesalan buat diri aku sendiri kalau nantinya ternyata kamu bisa jadi apa yang selalu ada dalam doa aku. Tapi nyatanya, bertahan sama kamu sampe sekarang malah bikin luka dihati makin mengnganga. Selalu sabar sama sikap kamu ternyata makin memperlihatkan bahwa cinta bisa menjadikan akal sehat tidak berguna.
Aku mencintaimu, dari lama. Sendirian.
Saat ini, aku telah mencapai titik kesadaran untuk berhenti disakiti. Aku membiarkanmu pergi, karena dari lama kamu telah membiarkan aku pergi. Biarkan aku menyerah, jika nantinya ternyata jalan ini tidak baik untukmu, aku tidak mau tahu. Peduliku terlalu banyak kamu sia-siakan, kekuranganku selalu kamu jadikan inti permasalahan dari semua konflik yang kamu ciptakan. Kita berhenti sampai sini.
Tentang mataku yang nantinya akan terus mengekori ketika kamu lewat dan rasa penasaran milikku tentang kabar dan kekasih barumu nanti, biarkan itu menjadi urusanku. Kamu tidak perlu ikut campur apalagi melarangnya. Karena saat ini, pada perpisahan ini aku bukan lagi menjadi urusanmu. Terima kasih atas bahagiamu untukku yang pada kenyataannya tidak pernah seimbang jumlahnya dengan rasa sakit yang juga kamu berikan, saat ini aku membuat pengakuan bahwa 'aku bangga dengan diriku sendiri' yang telah bertahan sekuat ini memperjuangkan rasa milikku sendiri, yang jatuh cinta sendirian.
Pergilah,karena sejak lama kamu sudah tidak disini. Berbahagialah nanti, dengan siapapun pilihanmu. Terima kasih untuk pernah singgah dan ada, meski akhirnya harus seporakporanda ini.
