Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Chapter 1

8 1 0
                                        

Semester baru telah dimulai. Tak ada yang berbeda dengan semester sebelumnya, hanya akan bertambah sibuk dengan tugas, praktikum, hima, kepanitiaan, dan lain sebagainya.

Suasana kelas hari ini tak terlalu ramai, hanya ada segelintir mahasiswa yang datang. Sudah biasa jika di minggu pertama semester ini hanya sedikit yang datang, toh dosen hanya datang untuk perkenalan dan kontrak kerja mata kuliahnya selama satu semester ini.

"Baik, demikian kontrak pembelajaran kita kali ini. Sampai jumpa di kelas saya minggu depan. Saya permisi"

Setelah beliau keluar dari ruangan, mahasiswa yang ada di kelas seketika berhamburan keluar. Entah menuju kantin atau sekre untuk nongkrong, ataupun tempat lain. Namun lain halnya dengan Sena. Gadis itu masih duduk diam dikursinya, ia hanya terus melihat ke arah ponsel yang digenggamnya.

Pesan masuk yang berasal dari ibu kosnya saat dosennya tengah memaparkan kontrak pembelajaran tadi berhasil mengalihkan atensinya. Pesan singkat itu berisikan ia harus membayar uang kos untuk bulan ini. Terimakasih kepada ibu kosnya karena sudah berbaik hati tidak mengusir dirinya serta tetap mengizinkannya tetap tinggal meski tunggakannya sudah lumayan menumpuk.

Sena menghela nafas dalam-dalam, kemudian segera bangkit bergegas keluar kelas. Ia sudah tak memiliki kelas lagi hari ini, jadi ia memutuskan untuk mampir sejenak ke sekre hima. Disana ada beberapa orang yang mungkin sedang nongkrong, entah itu teman satu angkatannya, adik maupun kaka tingkatnya.

"Eh Sen, kelas udah beres?"

"Udah mas, ini lagi pada bikin apa sih?"

"Oh ini gua sama Changbin lagi nyusun daftar anggaran yang mau diajuin ke fakultas buat keperluan hima sama sekre"

"Lah ko Ka Minho sama Changbin sih yang ngerjain? Bukannya itu tugas Yeri?"

"Kabur anaknya, emang bisa bisanya ngasih gua kerjaan begini. Bikin pusing anjir" Changbin dan omelannya emang gak bisa di pisahin sih.

"Ya udah bin, mangat ya gua bantuin doa aja" Sena langsung kabur ke dalam sekre setelah melihat Changbin akan melemparinya dengan buku tulis yang di bawanya.

Didalam sekre hanya ada 3 orang; Yeji, Haechan dan Bang Mingyu. Yeji sibuk selonjoran dan main hp, kalo Haechan sama Bang Mingyu biasa lagi mabar. Sena mendekat ke arah Yeji dan mengintip ke arah hpnya. 

"Ihh ka sena apasih, kepo yaa" Yeji segera mematikan layar ponselnya.

"Engga ko, orang cuman gak sengaja aja keliatan tadi" jawabnya setelah di awali oleh kekehan kecil.

"Ihh sama aja dong!!"

"Btw, cieee gebetan baru yaa" Yeji yang malu hanya memukul lengan sena dibarengi dengan ucapan "Apasih ka senaa... Udah ih sanaa, hush hush" sedangkan Sena hanya menanggapinya dengan tertawa melihat wajah Yeji yang memerah. 

"Ji, nanti bilangin sama mas Juyeon ya gua gak bisa ikut ngumpul"

"Loh, kenapa ka? Padahal ini acaranya sengaja dibuat biar pengurus bisa ngumpul semua di awal masuk"

"Gua mau ada interview part time jadi mau gak mau ya harus izinlah"

"Ka Sena bukannya udah ada part time bimbel bareng sama bang Jungwoo? Ko mau nyari part time lagi sih ka? Emangnya gak bakal capek ya? Kaka udah masuk semester rawan gila begini juga" Yeji terus terus berbicara dan bahkan belum ada satupun pertanyaan Yeji yang bisa Sena jawab.

"Gapapa Ji, itung-itung buat tambahan nanti. Kalo gua kecapean ya, ya udah gua bakalan berhenti ko. Tenang aja. Intinya gua titip izin Bang Juyeon ya, males kalo mau izin langsung. Gua balik ya Ji"

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: May 08, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

ENIGMA - Stray KidsHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora