1.내 이야기

16 4 0
                                        

Seoul, 2020.

Pemandangan kota kini di guyur hujan deras. Wanita itu diam sambil melihat keluar jendela, banyak orang berlalu lalang mencari tempat berteduh.

"Jae aku rindu kamu" gumamnya.

Diamnya sambil melihat ke arah pigura poto yang terpajang begitu indah di sudut kamarnya, terpampang jelas wajah laki-laki tampan yang tersenyum begitu indahnya.

Dia berjalan ke arah pigura itu, menatap lekat bak seseorang yang tak ingin kehilangan, namun dia sendiri sudah kehilangan.

"Jae aku rindu" gumamnya lagi tanpa henti mengucapkan kalimat itu, kali ini diiringi air mata yang keluar dari mata indahnya.

Poto itu seperti sayatan yang begitu menyakitkan, potonya yang dia ambil di kala itu ketika mereka sedang melihat senja di bibir pantai sambil berlarian dan tertawa.

"Jae aku rindu, aku ingin melihat senja bersamamu lagi" gumamnya lagi, air matanya mengalir semakin deras, hatinya berdenyut sakit, sangat sakit.

Dia berjalan mendekat ke arah meja kerjanya, menatap begitu banyak note yang tersusun rapi di dalam wadah kaca.

Jean semangat belajarnya, nanti kalo udah selesai ulangannya gue janji bakalan ajakin lo buat liat lagi senja di pantai.

Jung Jae^^

Dia membaca satu persatu note itu, rasa rindunya kembali begitu saja, ini sudah lama, tapi dia masih merasa bahwa laki-laki itu hidup bersamanya, memerhatikannya, dia pikir dia gila, namun itu kenyataannya.

Bernostalgia? Itu tidak salah bukan? Sekali-kali merasakan rindu jika ia merindukannya, menangis tersedu? Jika itu membuat lega lakukan saja. Tidak ada salahnya jika ingin menangis, jika bisa ingin berteriak, berteriaklah, percaya bebanmu bisa sedikit hilang.

Sudah satu jam dia diam sembari menatap layar laptopnya yang menyala menampilkan poto-poto nya 3thn yang lalu.

"Jean" ucap seseorang menongolkan kepalanya di sela pintu.

"Iya kak?" Ucapnya.

"Lagi apa?" Tanya kakak laki-lakinya, "kamu lagi kangen dia ya?" Tanyanya kembali.

"Hm, sebenernya aku udah cape kak" ucapnya, matanya memerah menahan tangis.

"Kakak tau, kakak pun begitu, dia adalah seseorang yang kakak percaya untukmu, dan dia adalah orang yang kakak andalkan" ucap sang kakak.

Kini dia kembali terisak, isakan-isakan yang terdengar pilu, mungkin dia lelah, namun dia harus bertahan seperti janjinya.

Taeyong mendekatinya, memeluk sang adik, menenangkannya "Kamu harus kuat dek, kakak tahu kamu sakit, namun kamu harus rela-

"aku lelah" selanya diiringi dengan isakan pilu itu.

"Jae aku rindu" ucapnya.

Taeyong tahu jika adiknya seperti ini, Jean akan biasa saja jika tidak mengingat masalalunya, namun jika dia mengingatnya, Taeyong tidak tega melihatnya menangis seorang diri dengan isakan begitu lirih dan pilu, karena dia tahu bagaimana pahitnya masalalu sang adik.

Tangisannya reda, "Kak semalem aku mimpi ketemu Jae" ucapnya.

"Kamu bahagia liat dia? Dia bilang apa?" Tanya sang kakak.

"Dia bilang

Jean aku rindu kamu, aku juga mengatakan hal yang sama, aku berkata ingin ikut dengannya, lalu dia memeluk ku erat dan berkata "hidupmu masih panjang, maafkan aku harus meninggalkanmu, bersabarlah sedikit lagi oke?" Dia mencium keningku sangat lama, aku menangis dengan terus berkata bahwa aku ingin ikut dengannya, aku juga melihat kakek disana, Jae pergi ke arah kakek sambil melambaikan tangannya, dia berjalan bersama kakek, mereka berdua melambaikan tangganya kepadaku dan berkata selamat tinggal"

Taeyong semakin mengeratkan pelukannya, setelah 3thn yang lalu adiknya tidak pernah bermimpi seperti ini, dia tahu seberapa besar adiknya itu mencinya sahabatnya.

"Untukmu yang selalu menjadi bayanganku, aku merindukanmu, aku mencintaimu" - Jean, 2k20

▪▪▪

Hallo, semoga kalian suka sama cerita wattpad pertamaku. Happy Reading❤

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 20, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

So Am IStories to obsess over. Discover now