The Only One

1K 87 42
                                        

Malam sudah semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul satu pagi. Akashi mengendap-endap memasuki kamar asramanya yang sudah gelap, teman sekamarnya pasti sudah bergelung di balik selimut hangat. Saat sedang melepas sepatunya, Akashi dikejutkan dengan lampu yang tiba-tiba menyala.

"Sei-kun darimana ?"

Mampus !

"Eh, Tetsuya belum tidur ? Oh kau pasti terbangun karena haus ya ?"

"Jawab saja pertanyaanku"

Sambil menyedekapkan tangannya di depan dada, Kuroko memandang Akashi tajam. 'Bukannya takut,aku malah gemas' batin Akashi.

"Aku habis main basket dengan.. Aomine.. ya dengan Aomine"

"Oh aku baru tau kalau lapangan basket sudah pindah ke arena balap motor liar"

Mampus lagi !

Disclaimer
Kuroko no Basuke belongs to Fujimaki Tadatoshi

an Akakuro Fanfiction

Yuuchan Present's
Fluff, smut, romance, ooc

Akashi hanya bisa menelan ludahnya kasar, Kuroko mode ibu-ibu galak seperti ini membuat Akashi gemetar. Tidak tidak, Akashi tidak takut dengan Kuroko, Akashi  gemetar takut tidak bisa menahan hasratnya untuk melempar Kuroko ke ranjang dan melakukan yang iya iya ke sahabat seperpopokannya tersebut. Ya, Akashi dan Kuroko, dua sahabat yang sudah bersama sedari embrio. Ibu mereka berdua sudah bersahabat sejak SMA, tempat tinggal mereka pun hanya di batasi tembok saja, jadi jangan heran kalau mereka selalu berdua kemana-mana.

Kecuali malam ini. Ah, dan beberapa malam-malam sebelumnya. Berawal dari mengiyakan ajakan si buluk Aomine yang minta di temani ke suatu tempat dan mereka berakhir di arena balapan liar. Sesungguhnya ini pemandangan baru bagi Akashi, di besarkan di keluarga yang mengutamakan kedisiplinan tinggi membuat Akashi ingin membangkang sekali sekali.

'Tak apa kalau hanya sekali, tidak akan mempengaruhi jam belajarku. nilaiku A semua, tidak ada subjek yang tidak aku kuasai' monolognya. Awalnya hanya niat lihat sekali akhirnya ketagihan lihat berkali-kali, bahkan Akashi berniat membeli motor sendiri dengan uang tabungan yang selalu di berikan Shiori.

Dan disini lah ia sekarang, tertangkap basah oleh sahabat tersayangnya pulang larut malam.

"Aku bisa jelaskan Tetsuya"

"Sekarang" tuntut Kuroko.

Lalu Akashi pun menceritakan kronologisnya dari awal hingga akhir.

"Kau tau kan kalau balap liar seperti itu bahaya, bagaimana kalau kau terluka ?"

"Tetsuya mengkhawatirkanku ya ?"

"Tentu saja. Kalau kau kenapa kenapa nanti tidak ada yang menjadi penerus paman Masaomi"

"Cih, jadi karena kau takut si Tua Bangka itu tidak punya penerus"

"Memangnya apalagi ?"

"Kau tidak takut kehilanganku Tetsuya ?"

"Untuk apa ? Asalmu kan memang dari neraka, kalau kenapa kenapa aku hanya akan menganggapmu pulang kampung saja"

Akashi sabar, Akashi kuat.

Tidak ingin meneruskan perdebatan dengan Kuroko mode ibu-ibu, Akashi memilih mengalah.

"Baiklah baiklah, sudah larut malam, Tetsuya lebih baik tidur ya, pasti kau sudah mengantuk karena menungguku kan. Aku juga akan segera tidur setelah membasuh diri"

The only oneStories to obsess over. Discover now