"setidaknya salah satu dari kita bertahan hidup" kalimat itu terus berdengung di kepala gadis cantik berpakaian brokat biru laut disertai chima putih
Gadis itu terus berlari walau ia merasa sangat lelah, sudah setengah hari ia membawa tubuhnya berlarian di hutan yang seakan tak ada habisnya sesekali manik cokelat terangnya mengawasi sekitar, ia pun terlihat tak peduli berbagai goresan yang merusak pakaian bahkan melukai tubuhnya.
Kakinya mulai melangkah pelan ketika melihat didepannya sebuah jurang lembah tak berdasar, sontak ia kebingungan dengan linglung membalikkan badan dan terlihat banyak pasukan berpakaian hitam berada cukup jauh darinya.
"Yon Jaehyuk!" Teriaknya ketika melihat seorang lelaki tampan berpakaian brokat keluar dari kerumunan pasukan hitam, napasnya sesak mengingat seberapa inginnya lelaki ini mengejarnya
"huh! Terjebakkah? pelarianmu tak membuahkan hasil karena pada akhirnya.......kau mati"
Gadis itu tersenyum miring "sebenarnya......aku kasihan padamu"
Wajah lelaki itu sedikit menggelap membuat beberapa tonjolan urat di lehernya yang putih, ia menatap gadis itu tajam
"Yah kuakui kau menang saat ini tapi satu hal yang tak pernah kau dapatkan" gadis itu memasang senyum dingin tak tersentuh
"kau tak pernah benar-benar mendapatkan orang yang mencintaimu termasuk diriku"
Seakan kesabarannya habis, lelaki itu menarik anak panah kemudian dengan cepat melepaskan ke arah tepat jantung gadis itu namun belum sempat tertancap gadis itu telah menjatuhkan dirinya ke dalam jurang tanpa gentar
"Tuan, apa perlu kami memeriksanya?"
"Tidak perlu, dia pasti sudah mati" sejenak menatap lembah didepannya dengan ekspresi sulit diartikan kemudian ia berbalik pergi dengan wajah datar "ayo pergi"
Gadis itu merasakan angin yang menderanya sangat tajam ia kembali ke memori beberapa jam yang lalu dimana ia melihat dengan mata kepala sendiri menyaksikan saat satu persatu keluarganya dieksekusi dan dimana wajah kakak lelaki kesayangannya merenggang nyawa demi kelangsungan hidupnya. Ia kadang berharap ini sebuah malam penuh mimpi buruk kemudian ia dapat bangun
Ia mulai merasakan dinginnya air, tenaganya terkuras saat pelarian dan kini ia merasa lemas tak berdaya dibawa arus air hingga pandangannya mulai mengabur
Dia melihat cahaya yang semakin menghilang.....
Ia tak menyangka keluarga nya akan berakhir seperti ini, ada beberapa hal yang ia sesalkan....
Visinya mulai mengabur
"Kau harus hidup" suara tegas kakak lelakinya kembali terdengar sebelum semuanya menjadi gelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Empress Longfei
Historical FictionIa tak menyangka tunangannya membuat hidupnya bagaikan mimpi buruk Dia menggenggamnya..... Ia tak mengerti, alasan lelaki itu tak melepaskannya ...
