I.

325 55 8
                                        

Disebuah cafe yang tidak cukup ramai, Baekjin dan Sangho duduk santai berhadapan sembari ditemani coffe dan beberapa kue yang terlihat diatas meja kecil didepan mereka.

"bagaimana hubunganmu dengannya?" tanya Sangho sembari menyeruput secangkir kopi.

"baik" jawab Baekjin tersenyum.

"lalu dia?!?" ucap Sangho lagi sembari melempar -smirk- nya pada Baekjin.

Baekjin mengambil kopi lalu meminumnya pelan, "aku tidak tau" jawabnya.

"apa kau sudah tidak pernah behubungan dengannya lagi?"

Baekjin menggeleng.

"aku pikir kau...."

Seorang pria datang menepuk belakang bahu  Baekjin dan membuat Sangho menghentikan pembicaraannya.

"ohh sudah datang" ujar Baekjin menoleh kearah pria itu.
.
.
.
.
.
-FLASHBACK ON-

5 TAHUN YANG LALU.

"YA!!! PARK YURI" teriak Baekjin membuat seluruh murid dikelas diam.

Yuri yang berada disampingnya hanya bisa tersenyum tak berdosa melihat tingkah Baekjin seperti itu.

"jika kau menggangguku lagi aku akan......."

Belum selesai berbicara Yuri segera menarik Baekjin yang matanya masih terlihat mengantuk untuk keluar kelas.

.....

-KANTIN-

"kenapa kau selalu mengajakku untuk makan siang, apa tidak ada teman lain yang bisa kau ajak, aku sangat lelah" gerutu Baekjin panjang lebar dengan kepala yang sudah tertidur diatas meja kantin didepan Yuri.

"tidak, aku hanya punya kau" jawab Yuri melahap beberapa makanannya.

Deg~

Jawaban Yuri yang ntah kenapa langsung membuat detak jantung Baekjin tak normal.

Lalu Baekjin langsung menyembunyikan wajah meronanya dibalik tangan seperti layaknya orang yang hanya ingin tidur.

"apa kau tidak makan?"

Baekjin menggeleng dengan posisi yang masih sama.

"bagaimana jika kau sakit" ujar Yuri dengan mulut yang terlihat penuh.

"aku pasti akan kesepian" imbuhnya.

'tolong jangan mengatakan hal yang membuat jantungku tak karuan' gumam Baekjin dalam hati.

Beberapa saat kemudian Baekjin dan Yuri kembali kekelas mereka. Mereka menaiki tangga satu persatu dengan Yuri yang berjalan didepan dan Baekjin yang terlihat sempoyongan dengan mata yang sudah dirasa sangat berat.

Tiba-tiba "brruukk~"

Yuri melihat kebelakang dan mendapati Baekjin sudah jatuh dibawah. Ia pun langsung menghampiri Baekjin yang terlihat tidak berdaya dibawah.

"pabo-ya!! apa yang kau lakukan"

"aku sangat mengantuk, semalam saudaraku baru datang dan dia mengajakku untuk bermain game sampai pagi, aku tidak bisa menolaknya" kata Baekjin tak berdaya.

"kenapa kau tidak bisa menolak? Kau selalu saja mementingkan perasaan orang lain"

"bantu aku berdiri, jangan terus mengomel"

Yuri langsung membantu Baekjin berdiri tapi "auch~" lirih Baekjin.

"kenapa?"

"sepertinya kaki kananku terkilir"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 13, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Beautiful LiarStories to obsess over. Discover now