31 Desember 2017
Siapapun bisa menebak jika hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu setiap orang dari berbagai kalangan. Di hari ini saja, semua orang bebas untuk berpergian dari pagi hingga pagi lagi. Iya, hari ini adalah malam tahun baru. Siapapun pasti sudah menyusun rencana masing-masing untuk merayakannya.
Seperti Rendi misalnya, ia sudah memiliki acara bersama dengan teman-teman SMA nya. Sudah dari beberapa hari yang lalu mereka merencanakan ini, dan hari ini adalah saatnya mereka berkumpul. Rendi dan teman-temannya sepakat akan menghabiskan malam tahun baru kali ini dengan berkeliling kota Jakarta dan makan sate Taichan di daerah Senayan.
Pukul 8 malam, beberapa sudah ada yang berkumpul di rumah Anira karena masih menunggu teman-teman yang lain. Saat itu yang ikut untuk menghabiskan malam tahun bersama-sama yaitu Malik, Aufar, Felicia, Anira, Ima, Aldi, Yudis dan Rendi. Yudis dan Rendi yang saat itu sedang memiliki kesibukan terlebih dulu, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk langsung menyusul ke tempat yang akan di tuju nantinya.
Felicia, Kamal, Aufar dan Ima yang sudah berada di rumah Anira pun sedang mengobrol sambil menunggu kedatangan Rendi yang masih ada keperluan di kampusnya. Namun hingga waktu menunjukkan pukul setengah 9 malam, ia belum juga menampakkan dirinya. Tak sabar karena menunggu terlalu lama, akhirnya Felicia pun memutuskan untuk menelfon Rendi.
Lama menunggu telfonnya diangkat, Felicia pun akhirnya langsung bicara begitu telfonnya diangkat oleh Rendi “Heh! Lu kok dari tadi ditungguin ga dateng-dateng sih anjir? Ini udah jam berapa elah, lu ngapain sih?” tanya Felicia dengan nada sebalnya.
Rendi yang saat itu sedang mengobrol dengan senior kampusnya pun sedikit menjauhkan handphone nya karena suara Felicia yang cukup kencang dengan suara khas nya saat sebal, kemudian ia pun menjawab “Iya sabar, ini gue otw nih”
“Buset deh bener-bener lu mah, dari tadi baru mau otw anjir. Awas aja lu kalo mulur lagi, gue tinggal bodo amat sama yang lain” kata Felicia final.
“Iya-iya, ini beneran otw nih gue” jawab Rendi.
“Yaudah, buruan” kata Felicia yang kemudian langsung menutup telfonnya tanpa menunggu jawaban dari Rendi.
Senior kampus Rendi yang mendengar sedikit omelan dari Felicia saat di telfon tadi kemudian berkata “Cewe lu Ren? Mau malam tahun baruan ya?”
Rendi yang memang saat itu ingin buru-buru pergi dari kampus kemudian menjawab “Hehe.. iya bang, gue pamit cabut sekarang ya. Entar malah tambah ngamuk doi kan bahaya hahaha..”
Mengerti dengan keadaan Rendi akhirnya senior kampusnya pun menjawab “Hahahaha.. yaudah gih dah sana cabut lu, berabe ntar urusannya kalo macan ngamuk. Good luck lo!” kata seniornya yang direspon anggukan kepala oleh Rendi. Ia pun langsung bergegas berangkat menuju rumah Anira.
Sekitar kurang lebih 10 menit, Rendi pun sampai di rumah Anira. Dapat ia lihat teman-temannya sudah berkumpul di depan rumah Anira menunggunya, pemandangan yang ia lihat pertama kali adalah wajah Felicia yang nampak sebal dan kini gadis itu pun berkata “Ah lama lo, nongkrong dulu kan lu pasti anjir? Kalo bentaran lagi lu kagak nyampe juga mah udah gua tinggal lu sama yang lain”
“Tau lu Ren, ini macan betina satu dari tadi udah gerutu mulu anjir. Takut di acak-acak aja ini rumahnya Anira hahahahaha..” timpal Malik yang langsung diberikan tatapan sinis oleh Felicia.
Rendi yang memang sudah memaklumi sifat temannya yang galak satu itu pun tertawa kemudian menjawab “Hahahaha.. iya-iya sorry. Tapi untung tadi lu nelfon gue loh Fel, jadi dikiranya gue di telfon sama cewe gue yang ngamuk karena gue kelamaan ga dateng-dateng. Makanya gue di izinin cabut tadi, kalo engga mah masih di tahan gue disitu tadi sama senior-senior gue”
YOU ARE READING
No Longer
RomanceTakdir. Membuat hadirnya perasaan ini, Manis pahit perjuangan, membuat kita akhirnya bersama. Namun takdir lagi-lagi kembali memainkan perannya, kebahagiaan itu hilang direnggut paksa. Kebahagiaanku, kamu. Memaksa kita berpisah, dan menjadi asing...
