hangyul baru keluar kelas dan sekarang dia lagi nunggu pacarnya. sebenernya belum bel, tapi tadi tas dia ada di belakang gudang, jadi dia kesempatan kabur duluan. pacarnya tadi jam terakhir pelajaran olahraga, jadi dia harus nunggu agak lama. pacarnya kalau ganti baju tuh lama pake banget, lebih banyak gibah di kamar mandi sama temen sebenernya. untung hangyul sabar.
"udah?" sihoon baru keluar.
"iya udah, yuk pulang."
hangyul senyum terus ngelus rambut sihoon pelan. hangyul nggak sengaja lihat leher sihoon, bekas merah. hangyul bukan anak kecil lagi yang nggak tau itu apa; kissmark?
"hoon, itu leher kamu-"
sihoon buru-buru nutupin lehernya, "ha? o-oh ini digigit nyamuk, terus aku garuk. kenapa? merah banget, ya?"
"sama siapa?"
"apanya?"
"aku tanya sama siapa, sihoon. aku bukan anak kecil yang bisa kamu bohongin. jujur sama aku, daripada aku marah-marah didepan semua orang. bilang sekarang aku nggak akan marah."
sihoon udah kedip-kedipin matanya beberapa kali. air matanya udah mau jatuh, tapi dia tahan. dia tau dia salah, harusnya dia nggak pernah selingkuh dari hangyul. harusnya dia nggak pernah jatuh sama kakak kelasnya.
"a-aku mohon, jangan marah."
"aku nggak akan marah sama kamu," hangyul ngusap rambut sihoon terus ajak sihoon ke tempat yang lebih sepi, dia nggak mau emosi di hadapan banyak orang, kasian sihoon.
"jangan marah juga sama dia."
"kamu jujur sama aku."
"aku mohon, jangan sama dia. kamu nggak papa marah sama aku, jangan sama dia. aku yang salah udah selingkuh dari kamu," sihoon nangis. hangyul jujur nggak tega, tapi lihat sihoon yang udah tega selingkuh dari dia bikin emosinya udah diujung. hangyul cuman ngusap rambut sihoon, padahal biasanya kalau sihoon nangis langsung dipeluk.
"iya, kamu bilang sama aku."
"k—kakak kelas kita, k—kak seungyoun."
"ya udah. ayo aku anter kamu pulang. jangan nangis lagi, nanti orang pikir aku ngapa-ngapain kamu, ya? tenang. jangan khawatir," sihoon ngangguk.
•••
"gimana, vin? udah dapet?"
"udah, itu kelas 12 ipa. sekelas sama wooseok. kalau gengnya sih ya bang seungwoo. bang seungwoo sama kak seungyoun suka nongkrong di belakang kamar mandi deket gudang kalau abis istirahat kedua, mereka bolos disana terus abis itu langsung pulang. kadang suka ke bar."
"orang tuanya?"
"kak seungyoun itu, katanya ayahnya udah nggak ada, ada juga yang bilang jarang muncul. kalau ada acara sekolah yang dateng mamanya terus. mamanya punya usaha butik, terus dia selalu nemenin mamanya keluar tiap weekend. dimanja banget dia."
"dih, anak mama gitu suka bar. nggak pantes banget. oke, thanks, ya."
hangyul baru mau pergi tapi bajunya ditarik lagi sama yuvin, "terus abis ini lo sama sihoon gimana?"
"ya nggak gimana-gimana."
"lah? lo nggak marah?"
"ya marah, tapi mau gimana. makanya ini gue mau ngehajar si seungyoun itu. ntar lo bawain tas gue, ya."
"anjir, kalo masalah gue ikutan dong."
"iya, lah. kan lo informan. duluan."
"heh! kalau gue putus sama yohan gara-gara ini, abis itu gue yang gelut sama lo, ya!" terus hangyul lari sambil kasih tanda oke ke yuvin.
•••
"cho!" seungyoun sama seungwoo langsung nengok. kebetulan disana juga ada jinhyuk. hangyul jalan ngedeket.
"siapa lo?" seungyoun berdiri.
hangyul langsung lari terus narik kerah seungyoun. seungwoo udah mau ikut mukul hangyul, tapi ditahan sama jinhyuk. jangan ikut campur katanya.
"siapa? menurut lo siapa?"
ESTÁS LEYENDO
FxxK BOY
Historia Corta"lo ambil sihoon, gue ambil sejin." -lhg "sialan lo!" -csy ini seungyul ya seungyul, seungyoun uke ok! yang diatas cuman kutipan kecil, kecil pake bgt start; 29 April'20
