Jangan lupa komen
17 tahun yang lalu
"Jenoo!jangan terburu buru makannya liat baju seragam kamu"omel ibu Jeno mengambil selembar tisu lalu mengelap tetesan susu di baju anak semata wayangnya itu
"Pa,ma,Jeno berangkat sekolah dulu ya udah telat nih"setelah bersalam dengan kedua orang tuanya Jeno berjalan menyelusuri jalanan kearah sekolahnya
"Setiap pagi pasti sepeti itu"titah papa Jeno dari ambang pintu
"Gimana lagi susah di bilangin juga anaknya pa"balas ibu Jeno lalu kembali ke area meja makan
Sementara itu sampailah Jeno disekolah dan syukurnya bel masuk belum berbunyi namun
Brakk!
"Yaelah kalo liat pake mata dong"bentak Jeno
"Elo yang liat pake mata gimana sih!nyalahin orang lagi!"ucap cwe berkuncir satu itu tak mau kalah dari jeno
"Elo yang salah nyolot lagi,minggir minggir"singkir Jeno meninggalkan cwe berkuncir satu itu dengan amarah
Tak lama bel masuk sekolah berbunyi dengan tandanya bel itu semua murid bersiap siap menunggu guru mereka datang untuk mengajar
Seorang guru datang dengan membawa satu anak murid dibelakang yang kemungkinan anak baru
"Selamat pagi anak anak"sapa guru tersebut berdiri didepan murid muridnya
"Pagii ibuuuu"jawab semua murid serentak
"Baiklah ibu kemari dengan membawa satu murid baru yang akan bergabung menjadi teman kalian,baiklah xiyeon silakan perkenalkan namamu"izin sang guru mempersilakan untuk memperkenalkan dirinya
"Hallo teman teman nama saya Kim xiyeon "dengan lambaian tangan menyapa teman temanya
"Baiklah xiyeon kamu duduk di sebelah Jeno,karena pelajaran akan di mulai"jelas sang guru begitu dengan xiyeon yang melangkahkan kakinya menuju cowo yang ia tabrak tadi
"Ngapain Lo sekelas sama gw si"gerutu Jeno berusaha menjauhkan lengannya dari xiyeon
"Mana gw tau yang milihin guru"jelas xiyeon membuang muka kepada Jeno di sebelahnya
"Kan guru udah gak ada mending Lo pindah"titah Jeno
Xiyeon memandang sekeliling barisan bangku namun tidak ada bangku yang kosong
"Lo kuatkan gak ada bangku kosong,masa gw duduk dilantai"balas xiyeon dengan sinis
"Bilang aja Lo gak mau pindah,dasar cewe tomboy"ledek Jeno
"Emang kalo tomboy kenapa?masalah!"Tampa disadari oleh mereka guru yang datang kini memperhatikan jeno dan xiyeon
"Jeno xiyeon mau sampai kapan kalian ribut hah!"triak sang guru dari depan membuat Jeno dan xiyeon terdiam
"Dia duluan Bu yang mulai"tuduh Jeno menunjuk xiyeon
"Enak aja jelas jelas elo yang salah gimana sih"xiyeon membela dirinya sendiri
"Sekarang kalian diam!karena ibu akan memulai pelajaran"titah sang guru
Jeno melirik xiyeon dengan mata dunianya menandakan bahwa ia memperingatkan masalah belum selesai
Tringgggggg
Jam istirahat berbunyi para murid berhamburan keluar dari kelas namun tidak dengan Jeno yang membawa bekal dari rumah
"Caelah anak mami makan bekal nih"ledek xiyeon
"Kalo mau bilang kali"ucap Jeno dengan enteng
"Cuman sandwich doang mah gw udah pernah makan kali"balas xiyeon beranjak dari tempat duduknya
"Woy nitip dong"panggil Jeno
"Ogah udah ngeledekin gw,nyuruh lagi kesedek rasain tuh"sumpah xiyeon
"Yaelah gw traktir dah"ucap Jeno dengan cepat xiyeon menghampiri Jeno
"Giliran gratisan cepet Lo dasar matre"ketus Jeno
"Jadi nitip kagk?!banyak omong banget!"triak xiyeon
"Bawel"ucap Jeno memberikan uang seratus ribu kepada xiyeon
Setelah mendapatkan uang xiyeon Segeran keluar dari dalam kelas
"Cewe aneh"gumam Jeno memandang xiyeon yang sudah menghilang dari ambang pintu
Klik bintang
YOU ARE READING
HEART
Teen Fiction"aku yakin jeno cuman butuh heejin,mungkin lain waktu xiyeon udah gak ada lagi tapi heejinlah yang bisa gantiin xiyeon jadi sahabat dan istri dari jeno"Jeno erat memegang tangan sahabat kecilnya tangisan isakan terdengar dari Indra pendengaran xiyeo...
