Intro

20 2 0
                                        

“AKU MAU KITA PUTUS!” sontak ucapan yang keluar dari mulut perempuan itu membuat semuanya terkejut terutama untuk Agung yang sedari tadi tidak beranjak dari tempat duduknya, “tapi sayang aku…” ucap lelaki itu ingin membela dirinya . “Udahlah Gung, gua udah muak sama lu, lu itu terlalu posesif buat gua, dan satu lagi, gua tau selama ini lu boongin gua kan? Lu deketin cewek lain kan? Heleh intinya gua mau kita PUTUS!” gadis itu memuncak dan berlalu meninggalkan Agung yang tak bergeming .

Perempuan bernama Estea Sandra Athaya, akrab dipanggil Tea. Perempuan yang paling pintar namun suka buat onar disekolahnya punya sifat buruk terhadap lelaki, suka naik kereta, dan suka laki-laki pinter dan gagah, satu hal lagi dia suka fisika tapi bermimpi masuk kedokteran.
Tea berjalan menuju gerbang sekolah dan berniat untuk pulang, sebenarnya dia sudah dari tadi ingin pulang namun Agung malah membuatnya marah-marah dulu, selagi dia menuju gerbang hujan turun dengan derasnya, menguyur lapangan sekolah tanpa permisi dan memberi kebahagiaan pada kebun sekolah yang sudah lama tak berjumpa dengan hujan. Tea tidak suka hujan, dia memaki ditempat “terus sekarang gua harus gimana? Hujan selalu datang tanpa permisi, bikin gua harus lama-lama disini aja!”.

20 menit berlalu dan hujan masih tak ingin berhenti bermain dengan bumi. Menyerah. Tea menerobos hujan menuju stasiun, karna dia harus segera pulang kerumah dan perutnya sudah tak bersahabat lagi ingin segera diberi makan. Ia basah kuyup saat tiba di stasiun, tanpa pikir panjang langsung menempelkan tiket dan duduk sambil menunggu kereta.
Seorang masinis tampan melihat Tea sedang duduk terengah-engah sambil memeluk dirinya karna kedinginan, masinis itupun menghampiri Tea, memberinya jaket dan susu hangat yang ia beli di minimarket stasius. Tea mendongak dan melihat name tag masinis itu yang bertuliskan Purnama Ayib Alatas, dia pun cepat berdiri dan bingung. “Gak usah bingung ini buat kamu, saya lihat kamu tadi kedinginan”, Tea menelan ludahnya dan mengambil apa yang diberikan masinis tadi. “Kamu sudah tahu nama saya kan? Sekarang saya mau tahu nama kamu”. Jantungnya tak karuan berdetak, ia senang entah mengapa ia senang. “Saya Tea mas”, “Oke Tea, kamu bisa pulangkan jaket saya kapanpun kamu mau, saya harus segera bekerja, dah sampai jumpa”, “tapi mas…” ucapan Tea tertahan karna masinis itu sudah berlalu, ia kaku tak tahu mengapa, sekarang yang ada dipikirannya kemana ia harus mengembalikan jaket ini.

Sepanjang perjalanan ia masih memikirkan masinis itu, senyumnya yang hangat masih melekat dibayangannya, baru kali ini dia bertemu dengaan masinis itu selama ia pergi menggunakan kereta. Khyalannya harus terhenti karena suara pemberitahuan bahwa ia sudah sampai ditujuan, alasan Clarin menyukai kereta adalah kereta selalu mempunyai cerita unik dibaliknya.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Apr 08, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

PATAHDonde viven las historias. Descúbrelo ahora