Prolog

3 0 0
                                        

"Mau cari apa put?" Tanya wanita paruh baya yang kini tengah menemani puterinya mencari perlengkapan untuk kegiatan Masa Orientasi Siswa besok.

"Kayanya udah lengkap deh Ma," Jawab gadis yang bernama Putri.

Besok adalah hari pertamanya masuk Sekolah Menengah Atas. Dan sebelum ia menjabat sebagai siswi SMA, ia harus mengikuti MOS yang begitu mengasikan. Itulah perkiraannya.

"Oh ya Ma, temenin Putri beli novel dulu ya. " Pinta Putri.

Laras memutar bola matanya malas.
"Novel apa lagi put?  Perasaan novel kamu udah banyak."

Dengan sangat malas, akhirnya Laras mengangguk membuat Putri tersenyum girang dan mencium pipi Laras.

Laras menemani Putri memilih novel terbitan terbaru yang sudah di inncarnya.
Putri berniat akan memborong  novel-novel incaran nya dan akan membacanya setiap pulang sekolah. Ya, memang itulah kegiatan Putri setiap hari. Ia termasuk gadis yang lebih senang berdiam dikamar dari pada jalan-jalan seperti gadis sebayanya.

Putri memilih lima novel yang begitu tebal, membuat ia susah membawa ke kasir. Sayangnya Laras tidak bisa membatu karena membawa perlengkapan MOS putri yang begitu banyak.

Brukk!

Putri telah menabrak seseorang yang membuat beberapa novelnya jatuh ke lantai.

"Maaf ya aku gak sengaja. " Ucap cowok yang baru saja ia tabrak. Cowok itu membatu Putri mengambil kembali novel-novelnya yang jatuh tadi.

Putri menatap cowok itu dengan tatapan kagum. Bukan apa, baru kali ini ia melihat cowok yang bertanggung jawab. Bahkan Darel saja kalah dengannya.

Oh ya, Darel adalah cowok yang saat ini sedang dekat dengan Putri.

Sepertinya cowok yang tak sengaja Putri tabrak merupakan salah satu cowok idaman Putri. Karena jarang-jarang ada cowok yang meminta maaf padahal bukan salahnya dan yang membuat Putri kagum, ia malah membantunya. Cowok itu juga tampan. Memiliki hidung panjang dan alis tebal. Andai saja–

"Hey!" Pekik Laras yang membuat Putri tersadar dari lamunannya.

"Lho Ma, cowok tadi mana?" Tanya Putri baru sadar jika cowok yang tak sengaja ia tabrak tadi sudah tak ada disini.

"Ya pulanglah."

"Kok pulang?" Tanya Putri bingung.

"Ya habisnya kamu dipanggilan sama dia, malah ngelamun aja. Ya udah Mama suruh pulang deh. Kebetulan juga dia lagi buru-buru katanya." Jawab Laras seadanya.

"Yah, Mama. Kan aku belum tau siapa namanya."

"Salah sendiri pakai ngelamun gak jelas." Ucap Laras membuat Putri mengerucutkan bibirnya. "Udah gak usah lebay, Ayo pulang, besok kamu harus bangun pagi." Ujar Laras dan akhirnya di angguki oleh Putri. Meskipun dengan raut kesal.


Hola-hola

Makasih ya temen-temen yang udah mampir baca cerita Neee Yo,

Semoga kalian seneng dan baper dengan ceritannya,

Jangan lupa kasih Vote, comment, dan share ke teman-teman kalian ya, 🖤

Karena satu vote dan komen dari kalian sangat berguna untuk aku dan membuat aku semakin semangat untuk update cerita ini untuk kalian.

Kalo mau kasih saran, atau feelnya kurang dapat, comment aja nanti tak bikinin yang feelnya dapet bgt dan bagus 😎

Itu aja deh yang mau aku ucapin. Intinya makasih banyak untuk teman-teman yang udah mampir dan baca cerita absurd ini.

ViviNandalita
Cek Ig aku viviinndlta_

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 14, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Need YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang