Part 1

45 3 1
                                        

Sinar mentari pagi yang masuk dari bilik gorden tersebut membuat sang pemilik kamar dengan nuansa warna cream mengerjapkan matanya secara perlahan, netranya menangkap ke arah jendela kamarnya yang masih terbuka dari semalaman.

Lalu gadis itu ingat, kalau ia kelelahan setelah pulang dari caffee tempat bekerja paruh waktunya itu, setelah itu dia langsung mengerjakan tugas makalahnya, dan tak sempat menutup jendela karena gadis itu lebih memilih merebahkan dirinya di kasur untuk memanjakan tubuhnya yang remuk.

"Pantas saja udaranya dingin"

lantas gadis bersurai coklat tersebut menuju ke kamar sang adik dengan maksud membangunkan pemilik kamar dari tidurnya.

Ia terkejut mendapati kamar adiknya itu kosong, yang artinya adiknya telah terbangun dari mimpi indahnya sejak tadi.

"Tumben sekali dia telah bangun"

tak mau berpikir panjang, gadis tersebut -Kim Ara- langsung menuju dapur untuk membuatkan sarapan pagi untuk disantap mereka berdua.

Sebelum ia masuk ke dapur, ia telah memergoki adiknya yang sedang bergelut dengan wajan dan kompor, yang dia yakini adiknya sedang membuat sarapan.

Sang adik yang merasa akan kehadiran kakaknya itu, langsung menoleh ke pintu dapur dan tersenyum memperlihatkan gigi nya kepada sang kakak.

"Kakak kalah start, kali ini aku yang membuat sarapan" ujarnya.

Adiknya -Kim Mei- telah membuat sarapan? Apa ini mimpi atau gimana? Seumur umur Ara tidak pernah melihat Mei memasak, jangankan memasak, menyentuh kompor saja tidak pernah.

Mei yang merasa kakaknya membeku ditempat, lantas mengajak kakaknya duduk di meja makan untuk makan bersama, ia dia paham kalau kakaknya terkejut karena acara memasak dadakannya itu.

Mei yang berbekal resep dan tutorial Internet dari semalam, ia sibuk menentukan apa yang akan ia masak besok untuk sarapan.

Iya, Mei menyiapkan semuanya dari semalam.

Ara yang sejak tadi stay berdiri di depan pintu akhirnya masuk kedalam dapur dan menghampiri adik semata wayangnya.

"Wahh masak apa kamu, kelihatan nya enak" merasa masakan nya dipuji oleh sang kakak, Mei pun tersenyum malu.

"Ah aku hanya memasak kimbab, maaf kalo ngga seenak yang kakak buat, tapi ini masih bisa dimakan kok" ucapnya untuk meyakinkan kakaknya.

Tanpa berpikir panjang Ara langsung menyantap makanan yang dimasak oleh adiknya tersebut.

Sebenarnya rasanya cukup enak, ah lebih tepatnya bukan cukup tetapi benar-benar enak.

"Rasanya enak sekali" Mei melongos akan ucapan kakaknya yang baru saja dilontarkan kepadanya.

Dia tertegun, antara senang atau heran, karena baru pertama kali ini dia mencoba memasak masakan.

Ya, baru pertama kali.

Mei pun hanya tersenyum kepada kakaknya.

"Oh iya kak, apa aku boleh bekerja juga? Biar bebanya ngga ditanggung kakak sendiri, aku tau kakak itu sebenarnya lelah, cape ingin mengeluh, tetapi kakak tetap semangat dan selalu tersenyum"

Ara tertegun akan ucapan adiknya itu, dia ternyata mengerti akan perasaan nya tetapi meng iya kan bahwa dia boleh bekerja itu sepertinya mustahil.  

"Meii sebaiknya kamu fokus sekolah aja yaa, jangan berpikir akan biaya dan juga jangan ada pikiran bahwa kamu akan bekerja"

Ara sedikit menekan kata kata bekerja karena tentu saja dia melarang adiknya untuk bekerja paruh waktu juga seperti yang dialaminya.

Suasana sarapan pun mendadak hening, karena mereka lebih memilih menghabiskan makanannya dulu.

"Oh iya selepas pulang sekolah langsung pulang ya" ujar Ara kepada adiknya yang masih setia beradu dengan sendok dan piring.

"Emag kenapa kak?" Lantas Mei menatap kakaknya.

"Apa kamu lupa? Ini kan hari peringatan meninggalnya bunda"

ucap Ara kepada Mei dengan tersenyum tipis, Mei juga tak bodoh untuk menangkap sesuatu, bahwa senyuman yang ada pada kakaknya bukanlah sebuah senyuman yang biasa, melainkan senyuman pahit"

.
.
.
.
.
.
.

🍒Haii ges, jadi ini cerita pertama aku, huhuu. Maap ya kalo gajelas alurnya, yaa biasalah author bikinya gara-gara gabut wkwkw, tapi aku usahain bener bener serius namatin cerita ini sampe akhir.

🍒Oiya aku ngga cuma sendiri buat cerita ini, ada temenku juga yang buat setiap chap istilah nya bantuin aku lah heheh MeiaRe

🍒Ok, happy reading gaisseu

To Be Continued•

ImaginationCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang