Cerita ini di ambil dari dua zaman yaitu silla dan joseon,yang mengisahkan daegung yang di pilih sebagai wonja oleh ayahnya yang membuat salah satu daegung marah dan menyebabkan perebutan kekuasaan di antara daegung Yeowool dan daegung Han soeng.
Si...
Terdengar suara kegaduhan di aula singgasana dan kegaduhan itu di sebabkan oleh mama dan para jendral.
"Mama,wangja pergi dari gung lagi dia menipu para penjaga"
"Bagai mana ini bisa terjadi"(ucap mama)
Mamapun marah dan mengutus para pengawal untuk mencari wangja di desa.para pengawal pun keluar istana untuk mencari sang wangja,setelah menemukanya mereka membawanya pulang ke gung.
"Wangja,kau harus pulanga,mama sudah menunggu,dan dia sepertinya marah dan jangan coba untuk melarikan diri kedesa lagi"(ucap jendral baek dae-gil)
"Aku masih ingin di sekitar sini aku hanya ingin melihat-lihat saja,lepaskan aku!"(jawab han sung sang wangja)
"Tidak bisa anda harus kembali,demi keamanan anda,prajurit bawa wangja"
"Dee"
"Lepaskan aku...,ya,,lepaskan aku."
Mama sedang berbicara kepada saudara han sung yaitu kakaknya wangja mengenai pendidikan untuk perebutan tahta,setelah itu han sung datang dengan wajah marahnya dan langsung mengurung diri di ruangan miliknya.
"Wangja....wangja...wangja...buka pintunya ini appa ayo cepat buka"(mama mengedor pintu rumah anaknya itu karena pelayan tidak mau membuka pintu karena tidak di perbolehkan wngja)
"Untuk apa akau buka pintu nya lagipula appa tau aku ingin melihat lihat desa"jawab han sung)
"Baiklah jika itu mau mu buka pintunya"
Setelah itu pintu pun di buka dan ayah dan anak itu berbicara berdua.
"Kenapa kau kabur dari gung,itu berbahaya"tanya sang ayah.
"Appa tau aku hanya ingin melihat bagai mana desa itu bagaimana pasar,ini tidak adil bagiku kenapa baek dae-gi bisa pergi dan aku tidak?hah.."tanya han sung
"Itu karena kau seorang wangja yang akan menjadi wang,kau tau itu kau masih muda kamu masih berumur 12 tahun kenapa kau sangat memikirkan desa,"jawab sang ayah
"Tapi aku hanya ingin melihatnuya,merasakan bagaimana kehidupan para baek-eong"jawab han sung sambil memasang wajah sedihnya.
"Dan kenapa kau harus kabur?"tanya ayahnya
"Aku takut appa tidak akan mengizinkanku,aku hanya ingin tau bagaimana para baek-seong bekerja dan bertahan hidup aku ingin tau bagaimana mereka menjalani hidup mereka,dan mungkin aku bisa membantu mereka sebagai seorang pemimpin,walau hanya seorang wangja"jawab han sung pada ayahnya
"Baiklah besok kita akn pergi kedesa berdua,bagaimana jika kau ingin."tawar sang ayah.
"Yang benar aku ingin gomawoo appa"
"Baiklah sekarang kau istirahat siapkan tenaga untuk besok."
"Dee,appa."
Setelah itu mamapun keluar dari ruangan aknya dan menuju aula singgasana,di sisi lain ada wangja lain yang melihat semuanya di hanya bisa termenung dan pergi meninggalkan ruangan atau rumah han sung,setelah tiba di aula mama merenungkan apa yang di katakan ole putranya yang paling kecil bahwa di
"Aku takut appa tidak akan mengizinkanku,aku hanya ingin tau bagaimana para baek-seong bekerja dan bertahan hidup aku ingin tau bagaimana mereka menjalani hidup mereka,dan mungkin aku bisa membantu mereka sebagai seorang pemimpin,walau hanya seorang wangja"
Dan datanglah wangbi.
"Mama ada apa sepertinya kau memikirkan sesuatu.?"tanya wangbi
"Aku hanya tidak habis pikir denga wangja han sung dia berpikiran layaknya anak berusia 18 tahun padahal dia masih 12 tahun"jawab mama denga bingung.
"Mungkin dia di takdirkan menjadi penerusmu yang hebat kelaknanti"
"Ya kau benar."
Keesokan harinya han sung berlari menuju kamar ayahnya dia sangat antusias untuk pergi ke desa untuk melihat.
"Appa ayo cepat kita pergi,aku sudah yidak sabar lagi ayolah"
"Hah kau ini sangat semangat sekali untuk ke desa"
"Tentu saja aku semangat,tapi mengapa appa menggunakan pakaian seperti itu?"
"Ini agar semua waga tidak mengenali kalau kau dan appa adalah wang dan wangja mereka,karena itu sangat berbahaya kalo mereka tahu"
"Ohh baiklah ayo pergi"
Tak berapa lama mereka pun pergi dari gung menuju desa,mereka melihat lihat di pasar barang yang di jual,alangkah terkejutnya mama melihat han sung yang membantu wanita tua dan memberi senyuman,alangkah gembiranya mama melihatnya,tak beberapa lama mama kemvali melihat pedang pedang yang di jajakan,tak disadari han sung pergi terlalu jaud dari ayahnya sehingga membuat ayanya dan para pengawal mencarinya.
"Cepat cari di mana dia"
Di sisi lain wang sedang khawtir dengan keadaan han sung di malah bersenang senag ria dan pada akhirnya di mendengar ada seorang gadis yang menagis kesakitan karena kakinya terluka han sung pun langsung membantunya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" apa kamu tidak apa apa "
"Kakiku sedikit sakit,namamu siapa?,namaku hong shim."
"Namaku (ah tidah appa bialng kalau aku tidak boleh memberi tahu identitasku,baik lah)namaku lee yul"
"Wangja.....dima kau wangja...,)
"ah gawat kenapa mereka datang."
"Ada pa.oh ya itu rumahku."
"Baiklah..."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oh iya terima kasih atas bantuan mu lee yul"
"Emmm baiklah,kamu aku lupa ahhh hong shim,aku pergi du dah,,"
Pertemuan itulah yang hanya han sung kenang saat pergi bersama ayahnya ke desa.