" Apa kau sempat tidur? "
" Tidak, ada pasien yang kesulitan bernapas tadi malam, jadi aku harus menjaganya "
" Ku dengar Du Zemin sempat tidur semalam "
" Huh? Du Zemin? Siapa? "
" Eh? Kau bukan Xu Meilin? "
" Siapa? Aku Ye Hualing, kau siapa? "
" Ah maaf, aku Lhong Ying, ku pikir kau temanku karena biasanya dia sering disini "
" Ah.. Tidak apa, dengan pengamanan berlapis ini pasti sulit mengenali orang "
Begitu pembicaraan pagi itu dimulai, di pinggir koridor menuju ruang laboratorium, keduanya duduk disana untuk mengistirahatkan diri sejenak walau dengan pengamanan berlapis yang hampir membuat sesak
Di tengah pandemi yang sayangnya menyebar dengan mudahnya seperti ini membuat banyak staf medis mengambil resiko besar untuk melindungi sesama
Bumi sepertinya tengah memberikan peringatan untuk manusia karena sudah membuat tempat ini kesakitan, sisi baiknya peringatan lockdown ini membuat bumi seolah memulihkan sistemnya kembali tanpa campur tangan manusia
" Hei kalian! " panggilan itu membuat keduanya yang baru saja memejamkan mata terbangun dan dengan refleks berdiri
" Ya? " salah satu dari mereka bertanya dengan nada panik
" Keadaan disini sedikit lenggang sekarang, apa kalian tidak ingin berganti? " orang yang tadi memanggil mereka berkata membuat keduanya bernapas lega karena bukan panggilan gawat
" Ah, dokter Hou, tadi malam pasien nomor 4 di kamar 606 mengalami kesulitan bernapas, saya takut tidak akan sempat lagi mengeceknya jika saya harus pergi "
Orang itu - dokter Hou - tersenyum dengan matanya yang tidak terhalang kacamata lab " Baiklah, akan saya periksa " ujarnya
" Terima kasih dok, kalau begitu kami akan berganti dulu " dokter Hou mengangguk, setelah keduanya pergi dokter Hou mengambil langkah menuju kamar yang tadi disebutkan
Tak heran mengapa mereka bisa mengenali si dokter, karena pemilik nama Hou XiaoJian ini kini hanya mengenakan tiga lapis pengaman dan ditambah dua lapis masker
Langkahnya berhenti di kamar bertuliskan 606, setelah membuka pintu, empat nomor yang tertempel di masing-masing tirai itu terlihat
XiaoJian tak langsung menuju tirai bertuliskan angka empat seperti yang diminta tadi, ia mengunjungi satu per satu tirai untuk memastikan keadaan seluruh pasien dalam keadaan yang dapat di kontrol
Hingga akhirnya saat ia membuka tirai nomor 4 yang dilihatnya justru seorang gadis yang tengah sibuk dengan sebuah laptop, di tengah fakta bahwa ia seorang pasien dengan status positif
" Staf sudah memberimu obat? " tanya XiaoJian seraya mengambil catatan medis di ujung kasur
Si gadis yang tengah sibuk itu menoleh dengan pandang terkejut mendapati salah satu staf medis sudah disana tanpa ia dengar
" Ah... Belum " jawabnya
" Nona Qiao, benar tadi malam mengalami kesulitan bernapas? " XiaoJian kembali bertanya setelah meletakan kembali catatan medis itu
" Benar "
" Lalu mengapa tidak istirahat saja? Apa yang anda buat? " XiaoJian kembali bertanya seraya melakukan prosedur pemeriksaan
" Hmm.. Saya seorang penulis, dan sedang dalam proses menyelesaikan seluruh projek yang ada " sahut si gadis
" Begitu? Padahal anda dalam status positif? " si gadis justru tersenyum
YOU ARE READING
First And Last
Short StorySaat pertama kali melihat Qiao MingXia, Hou XiaoJian sudah menyukai senyum cerahnya. Kemudian sadar jika itu terakhir kalinya ia melihat senyum cerah itu
