"Tante sangat membutuhkan pertolongan mu, Daisy."
"Hanya kamu yang tante benar-benar percaya. Kamu dewasa, tante sudah mengetahui sifat kamu sejak lama, dengan sifat kamu yang seperti itu.. tante yakin, kamu bisa mengubah dunia nya."
Heol, mengubah dunia nya, bagaimana bisa aku mengubah nya? Mendengar cerita tentang nya saja aku merinding.
Aku tersenyum kepada tante Hyewon, lalu aku memandang wajah bunda ku—
"Bundaa.." Lirih ku
Lalu bunda mengangguk dan tersenyum manis, sangat manis!
"Umm.. baiklah tante, aku akan tinggal di rumah mu sampai aku menyelesaikan tugas ku."
"Terima kasih sayang." Ucap tante Hyewon dengan mata berbinar nya lalu memeluk ku
***
"Woah, jinjja? Aku akan tinggal di rumah tante Hyewon? Demi tuhan, kenapa hal ini terjadi kepada ku?"
"Tapi baguslah, aku sungguh geram dengan anak laki-laki itu, ingin sekali aku mengoceh kepada nya. Senakal itu kah dia? Ibu nya saja terlihat angkat tangan dengan sikap nya seperti itu.."
"Apakah kamu sudah siap sayang? Bunda akan mengantar mu ke rumah Hyewon"
"Oh omo!.. bunda mengagetkan saja"
"Mianhe sayang. Putri bunda sedang memikirkan apa hm?"
"Jika aku tinggal di rumah tante Hyewon, bunda akan sendiri disini."
"Tidak sayang. Kau tahu bunda kan? Ah rasanya seperti bunda akan melaksanakan solo world tour saja kkk"
"Iya juga bunda haha"
"Tapi bagaimana ketika bunda kembali ke rumah?"
"Bunda tidak sendiri sayang, ada bibi Jung dan juga pak Jeon di rumah ini, Keokjeong hajima"
Aku tersenyum.
"Sudah-sudah lupakan itu, sudah siap?"
"Ah iya bunda sedikit lagi, aku sedikit ingin memperbaiki penampilan ku"
"Woah.. aku terlihat seperti gadis desa haha"
"Baiklah, bunda tunggu di bawah"
***
"Oh kamu sudah siap sayang?"
"Iya bunda"
"yasudah kalau begitu, kajja"
"Sebentar bunda, aku ingin berpamitan kepada ayah dulu."
Aku pergi ke sebuah ruangan, dimana ruang itu adalah ruangan ayah. Semua barang-barang nya ada disana.. Novel dan cd.
Nee, ayah pecinta musik dan novel. Jangan tanyakan berapa banyak novel yang ayah punya, tak terhingga.. aish bisa gila aku jika menghitung novel-novel ayah..
Ayah pernah menunjukkan sebuah novel kepada ku berjudul "Jomblo: Sebuah komedi Cinta" novel oleh Adhitya Mulya. Setinggi itu kah tingkat ke humoran ayah? Pfftt.
Dan juga jangan lupakan cd ayah yang berbau era 80-an.
Ku perhatikan ruangan itu kembali, bau khas ayah masih tercium. Ayah, icy rindu..
Menghadap ke sebuah bingkai besar berwarna gold lalu—
"Ayah, jaga bunda..
Icy akan tinggal untuk sementara di rumah tante Hyewon, ayah pasti sudah tau..
Keokjeong hajimaseyo, appa.
Bogoshiphoyo, Saranghaeyo."
***
"Bunda akan merindukan ku?"
"Nee, Mullon imnida"
"Ah kenapa juga si— siapa nama nya bunda?"
"Lee Min Hyung"
"Tapi lebih akrab di panggil Mark"
"Aaa molla, pusing sama dia"
"Hei! Siang ini bunda akan pergi ke Indonesia"
"Woaaahhh..
Indonesia bundaa"
"Iyaa.."
"Jaga dirimu..
Mark sebenarnya tidak seperti itu..
Dia hanya kekurangan perhatian dan kasih sayang, kamu tahu kan bagaimana orang tua nya? Sama seperti bunda. Beda nya saja kamu memang terlihat lebih dewasa daripada Mark yang masih berpikiran seperti anak kecil. Bunda yakin, dia akan berubah dengan sifat kamu yang seperti ini." Ucap bunda lalu tersenyum.
"Kenapa bunda tidak merasa keberatan pada waktu itu tante Hyewon meminta tentang hal ini?"
"Karena bunda yakin dan percaya sama kamu.. bunda juga percaya dengan tante Hyewon.."
"Mark sudah bunda anggap seperti anak bunda juga"
" Mwooya?! "
"Tanyakan saja nanti pada tante Hyewon"
"Bunda akan turunkan kamu di depan rumah saja.."
"Ahh nee, gwaenchanayo"
***
"Jaga dirimu baik-baik, ingat pesan bunda..
Telfon bunda jika rindu."
"Nee eomma, Jeongmal Bogoshiphoyo"
"Nadooya"
©itssfluffychim
YOU ARE READING
Our Love Story • Mark Lee [On Going]
Fanfiction"I need you, here." "Don't leave me."
![Our Love Story • Mark Lee [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/218337737-64-k315185.jpg)