shouto melihat ke luar jendela sementara mobil yang dikendarai ayahnya terus melaju pelan, makin jauh dari rumah.
hari ini, keluarga todoroki akan berpindah rumah.
yah, tak apa, shouto tidak sedih walaupun ini mungkin menjadi hari terakhir ia melihat rumah lamanya. shouto juga tidak terlalu penasaran bagaimana rupa rumah barunya nanti.
dalam hati ia terus merapalkan doa, berharap agar dirinya mendapat ketenangan di lingkungan baru itu. shouto memang mencintai ketenangan, bahkan lebih daripada ia mencintai siapapun.
hal yang selanjutnya yang terjadi setelah shouto merapalkan doa, lelaki dispenser itu tertidur nyenyak di pangkuan sang ibu sementara ibunya mengelus rambut merah-putih shouto.
dengan umurnya yang sudah menginjak angka 10, shouto memang masih dimanja oleh sang ibu walaupun lelaki itu sendiri tidak menginginkannya.
###
memakan waktu beberapa jam, keluarga todorokipun sampai di sebuah rumah dua lantai dengan hamparan rumput luas sebagai halaman rumah.
mata shouto cukup takjub melihatnya, mengingat rumah lamanya tidak memiliki halaman, juga tidak memiliki dua lantai seperti rumah ini.
"ayo, bereskan barang-barangmu!" sang ayah mentitah shouto untuk mengeluarkan semua barang bawaannya, memasukannya ke dalam rumah. shouto menurut, ia mengambil satu-satunya koper bawaannya, mendorongnya ke dalam rumah.
masuk ke dalam rumah, shouto tak bisa menahan kesenangannya kala melihat banyaknya ruang yang terdapat di sini. ternyata bukan hanya terlihat besar dari luar, namun juga luas di dalam.
"aku akan menempati kamar ini."
abang tertua shouto berteriak dari dalam sebuah ruangan di lantai satu tempat yang sama dimana shouto berpijak sekarang. ruangannya terdapat di pinggir, ada sebuah jendela besar yang membuat touya bertatapan langsung dengan kebun belakang.
"bagaimana kalau kita berbagi kamar, kak?"
abang satunya--natsuo menyahut, disambut anggukan oleh touya.
"lalu kamarku dimana?"
sekarang giliran kakak perempuan shouto yang berbicara.
"tenang saja, kalau tidak dapat di bawah, kau bisa mengambil kamar atas sebagai kamar milikmu," jawab rei todoroki, ibu shouto.
shouto mengikuti langkah kakak perempuannya ke lantai atas, menaiki tangga.
rupanya di lantai atas tidak terdapat banyak ruang--hanya ada empat ruangan yang berhadapan di ujung sana, sementara sebuah ruang kosong menyambut begitu sampai. ruangan ini pasti akan menjadi ruang menonton tv, pikir fuyumi.
shouto perlahan berjalan menuntun kopernya memasuki kamar paling pojok di sudut kiri.
tiba di dalam, shouto dapat melihat sebuah jendela besar yang dapat dialihfungsikan sebagai pintu yang terhubung dengan sebuah balkon. ah, senang rasanya ia tidak sembarang memilih!
kini shouto berada di balkon tersebut, dari tempatnya berdiri, ia dapat melihat balkon milik tetangganya yang mungkin hanya berjarak 5 meter dari ujung balkon kamar shouto.
shouto duduk di lantai, mengingat belum ditatanya semua bangku.
ia bersandar pada pegangan balkon membelakangi balkon tetangganya, lalu lelaki itu menutup mata. ia sungguh menyukai kamar barunya, sebelum--
pluk!
sebuah kertas yang sudah diremuk dilempar oleh seseorang, jatuh tepat di hadapan shouto.
ia tidaklah tuli sampai tidak dapat mendengar suara beradunya kertas dan lantai marmer balkonnya barusan.
shouto membuka mata, sebelah tangannya meraih kertas tadi, lalu membukanya.
ternyata ada tulisan.
"halo!"
shouto bangun dari duduknya, dialihkan pandangannya ke balkon di depan.
terdapat seorang gadis kecil seumurannya sedang tersenyum sambil melambaikan tangan, lalu gadis itu menunjukkan shouto sebuah kertas besar yang bertuliskan, "hai! namaku uraraka ochako, namamu siapa?"
dan mata shouto tidak seburuk itu sampai tidak dapat melihat tulisan yang dijabarkan oleh si gadis uraraka.
namun, shouto enggan menggubris gadis itu. ia malah masuk ke dalam kamar dengan acuh tanpa merespon apapun, seakan tidak ada yang terjadi.
gw sebegitu ngarepnya todoroki sm uraraka dpt banyak momen n jadilah lapak ini:(
anw selain todoroki x uraraka gw juga ngeship bakugo x jiro but mereka tida dpt banyak momen;_;
/kapal straightku halu semua;_;
⚠yg g suka sm work/kapal gw, pintu exit masih terbuka. silakan tinggalkan lapak ini tanpa keributan, tq<3
BẠN ĐANG ĐỌC
flipped | todochako
Fanfictiontodoroki shouto never felt this guilty before. either him or his world... was completely flipped. ### ini bukan hanya tentang perjuangan ochako mendapatkan hati si pangeran es-bukan pula soal usaha mati-matian si pangeran es dalam menghindari gadis...
