Bagian 1

184 20 0
                                        

Kisah ini dimulai tepat 2 tahun yang lalu, disaat huta masih duduk dibangku sekolah.

"huta bangun, lbu buru-buru ada rapat dikantor, jangan lupa makan! Piringnya tolong sekalian dicuci ya." kata ibu huta sembari berjalan kearah pintu rumah.

Huta yang mendengar ibunya berteriak pun langsung terbangun, dengan wajah datar

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Huta yang mendengar ibunya berteriak pun langsung terbangun, dengan wajah datar.

"nghh iya" jawab huta dengan nada datarnya yang khas.

Huta duduk dipinggir tempat tidurnya.
"kenapa ibu ga pernah punya waktu buat aku sama vira. Setiap hari pergi pagi lebih awal, malam hari pulang lebih larut. Aku terlalu banyak berfikir. Ini semuakan demi anak-anaknya."Katanya dalam hati, lalu bergegas untuk mandi dan sarapan.

setelah sarapan dan mencuci piringnya huta pun bergegas berangkat kesekolah, saat ingin memakai sepatu, seseorang gadis berparas cantik dengan balutan baju tidur menuruni anak tangga satu persatu. dia adalah kakak perempuan huta, vira.

Setelah memakai sepatu,huta lupa dimana menyimpan kunci motornya, lalu bertanya kepada kakak perempuannya.

"kak liat kunci motor aku ga?" Tanyanya

"ngga liat, coba tanya pak jarok" jawabnya dengan nada lembut.

"ibu udah berangkat ya?" Tanya vira

Huta hanya mengangguk, tanda bahwa apa yang dikatakan kakaknya vira benar. Setelah berbicara dengan vira, huta bergegas mencari supir pribadi dirumahnya,pak jarok.

"pak lihat kunci motor saya ngga?" Tanya huta ke pak jarok.

"ada dimotor mas huta, saya tadi habis cuci motornya mas huta." jawab pak jarok sembari
menunjuk ke arah motor huta.

"saya berangkat pak." Kata huta sembari berlalu dengan motornya.

disekolahnya huta tidaklah populer,dia juga bukan anak yang berprestasi, namun bukan berarti huta anak yang bodoh. Huta hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian disekolahnya,huta tidak menyukai kebisingan. Dia hanya ingin hidup dengan tenang disekolah. Huta menggunakan kecerdasannya hanya untuk hal yang dia butuhkan.

setibanya disekolah huta tidak langsung ke kelas dia menyempatkan waktunya untuk membaca buku ditaman belakang sekolanya. Karena disana tempat yang jarang didatangi oleh siapapun. Saat sedang asik membaca, seorang gadis cantik, lewat tepat di hadapanya. Gadis cantik reina, ya reina. Dia adalah teman sekelas huta, gadis yang sangat populer disekolah huta, karna memiliki wajah yang sempurna. Walau sesempurna itu, reina tidak memiliki banyak teman.dia tipikal orang yang suka menyendiri.

tepat setelah reina lewat dihadapannya. Bel pertanda mulainya pelajaran pun berbunyi. Huta berjalan dengan santai kekelasnya.

"tring tring tring" bel yang menandakan jam istirahat telah berbunyi.

Huta merapikan bukunya dan bergegas kekantin untuk membeli beberapa makanan, lalu membawanya ke taman belakang sembari membaca buku. Itu sudah menjadi kebiasaan huta setiap jam istirahat. Saat asik membaca buku tiba-tiba saja ada yang datang. Itu reina.
"hai,nama kamu huta kan?" tanyanya

Huta yang terkejut dengan kedatangan reina langsung merubah kembali wajahnya dengan wajah datarnya yang khas.

"hm,ada apa?" jawabnya dengan nada datarnya.

"ngga ada apa-apa, aku boleh duduk disini juga?" reina menjawab dengan tersenyum malu.

"silahkan." Kata huta.

Setelah duduk reina berkata pada pada huta.
"aku dari awal masuk sekolah pengen banget duduk disini, tapi selalu keduluan sama kamu."kata reina sembari tersenyum manis.

"sorry soalnya ini tempat ternyaman disekolah." jawab huta datar

"ngga usah minta maaf, kamu bener ini tempat ternyaman disekolah." kata reina sembari mengayunkan kakinya.

"disini aja ya, saya ada urusan."kata huta sembari berdiri dari tempat duduknya, dan pergi meninggalkan reina sendiri disana.

Huta sebisa mungkin mencoba menghindar dari reina, bukan karna membenci reina. Hanya saja dia tidak ingin terlibat masalah dengan para cowok yang menyukai reina.

"kring kring kring." Bel pertanda berakhirnya jam pelajaran pun berbunyi.

Didepan gerbang sekolah, huta melihat beberapa orang menggangu reina, mereka ingin mencuri perhatian reina. Salah satunya kakak kelasnya yang bernama yuro.

"reina aku anter kamu pulang yuk." ucap yuro dengan percaya dirinya.

"maaf,lain kali aja kak."

Seketika teman yuro merebut tas reina,dan menyerahkannya ke yuro.
Dengan rasa takut reina berkata.

"Kalian kenapa sih?jangan sampai aku laporin." katanya dengan nada gemetar.

Huta yang berjalan menuju gerbang skolah, melihat hal tersebut, dia enggan mencampuri. Karena hal yang dari dulu huta hindari adalah perhatian orang lain. Dia sangat benci jadi pusat perhatian.

"laporin? Ngga usah gitu, kalau kamu mau aku antar,tas kamu aku balikin. Gimana?" tawar yuro dengan menyebalkan.

"ngga makasih!." reina menjawab dengan tegas namun masih takut.

"ya udah, kalo gitu laporin aja, tapi tas kamu aku buang." Ucap yuro tersenyum mengejek, lalu melempar tas reina ke tengah jalan.

Huta yang sedari tadi hanya diam, mulai kesal dengan kelakuan yuro. Huta berjalan untuk mengambil tas reina. Persetan sama pusat perhatian. Reina lebih penting sekarang.

"siapa yang nyuruh ambil!?" teriak yuro.

"udah di buang, kirain ngga butuh lagi jadi saya pungut."kata huta.

Huta pun berjalan menuju reina,dan mengembalikan tasnya. Yuro yang melihat hal tersebut mendatangi huta.

"kalau ngga mau di hajar ngga usah ikut campur." kata yuro dengan nada tinggi.

"ohya?"jawab huta singkat.

Yuro yang mendengar jawaban singkat dari huta tersulut emosi, begitupun teman-teman yuro. Tanpa aba-aba yuro langsung memukul huta, namun dengan cepat ditangkis olehnya. Tanpa basa-basi huta membalas pukulan yuro tepat dibatang hidungnya. Hingga mengeluarkan cairan berwarna merah. Itu darah.

"anjing " ucap yuro dengan emosi yang semakin membara.

Yuro yang melihat kayu lalu mengambil kayu tersebut, dan langsung memukul kepala huta dengan keras, huta yang kehilangan keseimbangan langsung tergeletak tak sadarkan diri. Reina yang melihat huta tak sadarkan diri berteriak ketakutan.

"tolong tolong!" Teriak reina dengan sekuat tenaga.

Yuro dan teman-temannya,yang melihat banyaknya darah keluar dari kepala huta, kabur meninggalkan huta.

Disaat yang bersamaan, huta yang tidak sadarkan diri mengalami hal yang aneh. Dia terbangun disuatu ruangan yang sama sekali tidak dikenalinya.

• • • • • •
Kalau kalian suka vote ya
Jangan lupa komentar juga.

Looking aheadWhere stories live. Discover now