Mimpi Senja

14 3 2
                                        

  Di sebuah desa yang masih hijau, dipenuhi pohon-pohon yang rindang dan udaranya yang masih bersih belum terjamah oleh polusi karena penduduk disana belum ada yang memiliki kendaraan motor. Mungkin hanya ada satu atau dua orang yang memilikinya. Dalam kesehariannya, penduduk memanfaatkan onthel untuk kesana kemari, atau mereka hanya berjalan kaki. Toh mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.
  Nasrul. Atau orang lebih mengenalnya dengan panggilan Arul. Merupakan anak semata wayang dari pasutri yang merupakan seorang petani. Meskipun mereka hidup sederhana, namun mereka tetap mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya. termasuk keluarga yang lengkap dan harmonis serta anak yang tumbuh sehat dan jiwa yang kuat seperti Arul. Arul kecil gemar membantu orang tuanya meskipun hanya sekedar memijat keduanya. Arul menghabiskan masa kecilnya dengan teman-teman sebayanya di desa ini. Ketika sore menjelang, arul dan teman-temannya menghabiskan waktunya untuk berenang di sungai hingga datangnya senja. Arul sangat suka dengan pemandangan senja didesanya. Tak henti-hentinya dia terkagum-kagum pada keagungan Tuhan yang satu ini.
  Hari berganti hari, bulan berganti bulan, begitu pun tahun. Tibalah masa yang tidak diharapkan oleh penduduk desa. Sawah-sawah mereka mengalami gagal panen yang akan mengantar menuju musibah paceklik. Peristiwa ini membuat warga desa prihatin dan kesulitan walau hanya mencari sesuap nasi. Hingga akhirnya bapak Arul memutuskan untuk merantau. Tinggallah Arul dan ibunya dirumah.
  Lima tahun kemudian.....
Selama itulah tak ada kabar dari bapaknya Arul. Ia menghilang bagai ditelan bumi. Jangankan  uang bulanan, surat kabar pun tak dikirimnya. Ibu Arul sempat frustasi memikirkan itu. Namun ia berusaha bangkit dari keterpurukannya dan itu ia lakukan demi Arul. Kini ibu Arul menggantikan posisi bapaknya sebagai tulang punggung keluarga. Meskipun mereka sudah terbiasa dengan ketidakhadiran sosok ayah dan suami, namun mereka tetap merindukannya dan berharap suatu hari nanti mereka dapat berkumpul bersama seperti dulu. Namun inilah kenyataannya. Kenyataan yang berbanding balik dengan harapan. Setiap malam Arul menatap gelapnya langit sembari melihat bintang-bintang yang tengah bersinar. Dalam hati Arul bertanya-tanya tentang sosok ayahnya.
  Bapak kemana? Apa bapak masih hidup?
  Kenapa bapak meninggalkan Arul dan ibu?
  Apa bapak sudah tidak sayang lagi sama
  Arul dan ibu?
Hati Arul bertanya-tanya.
  Malam semakin larut. Hawa dingin menyengat kulit. Memaksa Arul untuk kembali kekamarnya. Di dalam kamar, arul mendapati foto bapak dan dirinya yang kala itu masih balita. Diambilnya foto tersebut, lalu ia sentuh secara perlahan tepat di wajah bapaknya. Tak terasa air mata jatuh mengenai foto. Hingga Arul tertidur sambil memeluk erat foto itu. Menghentikan sejenak kerinduannya. Arul Rindu Bapak.
  Sore hari...
Selepas mandi di sungai bersama teman-temannya. Arul melanjutkan perjalanan pulang. Ditengah perjalanan, dia melihat sesuatu yang disinari senja. Berwarna jingga. Arul belum bisa melihat jelas entah apa itu karena sinar senja yang menyilaukan mata. Hingga sesuatu itu berjalan. Semakin dekat, semakin jelas penglihatan Arul. "Bapak......" Arul berlari kencang menuju bayangan yang Arul kenali sebagai sosok bapaknya yang selama ini ia rindukan. Hingga Arul berlari sambil meneteskan air mata bahagianya. Sambil sesekali berteriak. "Bapaaakk....". namun semakin cepat Arul berlari semakin bayangan tersebut terlihat semakin jauh. Hingga bayangan tersebut hilang bagai ditelan sinar senja. Arul panik ditambah kebingungan. "Bapaakk...bapak...bapak...". Arul berteriak kencang. Hingga..." Arul, bangun nak. Kamu kenapa?" suara ibu membangunkan Arul. Lalu Arul membuka matanya. "Bu, bapak mana? Tadi Arul bertemu bapak." namun yang ditanya tak kunjung menjawab. "Ibu kenapa diam saja? Jawab pertanyaan Arul." lalu tangan ibu memegang kedua pipi Arul. "Kamu hanya bermimpi nak, bapak tidak ada disini." mendengar penjelasan ibunya, arul berfikir apakah benar tadi dia hanya bermimpi. Namun, itu seperti sangat nyata. Kembali dia berfikir. Benar, tadi aku hanya bermimpi.













Alhamdulillah, cerita ketiga🤗
Jangan lupa klik tombol ⭐ ya readers :)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 26, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Mimpi SenjaWhere stories live. Discover now