Bab 1. 🌸Perkenalan🌸

153 18 0
                                        

Adinda Humaira Azzahra. Biasa dipanggil Dinda, Dinda adalah perempuan yg berparas cantik, ramah, dan sholehah.

Ia memiliki wajah yang cantik dan berkulit putih serta memiliki tinggi badan yg cukup tinggi. Dan ia dibesarkan oleh keluarga yg menjunjung tinggi nilai nilai islam.

Dinda anak bungsu dari 2 bersaudara, ia memiliki kakak bernama Muhammad Iqbal Ar Rasyid. Dinda masih kelas IX di MTs Negeri sekolahnya, siapa yang tak mengenalnya semua mengenalinya dari MTs maupun MAN yg ada disekolah tersebut, akan tetapi ia selalu rendah hati dan dia merupakan sosok yg pendiam lagi lembut tutur katanya.

Dinda merupakan murid yg berprestasi disekolahnya ia selalu peringkat 1 dikelasnya dan beberapa kali memenangkan juara tahfidzul quran dan fashion show tingkat antar sekolah.

Temannya begitu banyak yang iri dengannya. Karena Dinda dapat dikatakan sempurna. Sempurna yang dimaksud dalam hal 'dunia'. Ibunya bersyukur karena dikaruniain anak seperti Dinda. Ibunya sangat bersyukur atas Ni'mat yang Allah beri.

                      🍃🍃🍃

"Dindaaaa." Teriak seseorang yg tak asing bagi Dinda yg tak lain adalah Sinta Adrelia, sahabat setianya.

"Aku seneng banget bisa masuk sekolah lagi, dan ketemu kamu dikelas 9 ini." Lanjutnya sambil berteriak kegirangan.

"Iya Alhamdulillah ya, Sin. Kita masih diberi kesempatan untuk ketemu lagi." Ucapku sambil tersenyum kearah Sinta.

"Yaudah Sin yok kita ke kelas baru kita." Ajakku pada Sinta, Sinta hanya mengangguk setuju.

Sebelum memasuki kelas dan memulai pelajaran, kami melaksanakan apel pagi setiap harinya. Yang mana guru guru banyak memberi arahan sebelum memasuki ruang kelas.

Setelah baris kami memasuki ruang kelas masing masing yg telah ditentukan. Karena hari ini hari pertama kami memasuki kelas 9, tentunya ditentukan siapa ketua kelas, sekretaris dan bendahara kelas karena wali kelas sudah diganti sebelumnya.

Bel istirahat berbunyi, Aku dan Sinta segera pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat dhuha terlebih dahulu sebelum kekantin. Sekolah islam ini memang sudah membiasakan kami untuk sholat dhuha ketika istirahat tiba.

Setelah selesai shalat dhuha aku dan Sinta segera pergi kekantin karena jam istirahat tinggal beberapa menit lagi.

Gubrak....

Terdengar ada kursi kantin yang dibanting, disaat ku lihat ternyata kawan sekelasku yg sedang berantem dengan kelas lain. Aku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala, baru saja jadi abang kelas, sudah berbuat ulah yg tak sepatutnya dicontoh. Ia bolak balik masuk keruang Bk dan terkena banyak hukuman yang tak lain adalah Raka. Ia terkenal bandelnya dikelas. Guru membawa Raka yang berantem itu ke ruang Bk. Aku dan Sinta hanya tak ingin ikut sibuk melihat, dan lalu kami hanya beli roti untuk mengganjal perut ini.

🌸🌸🌸

Setelah pulang sekolah aku melihat didepan gerbang sekolah sudah ada mobil bercatkan hitam yang menunggu, yang tak lain papaku. Terkadang aku juga membiasakan diri untuk naik angkot bersama Sinta disaat papa tak bisa menjemput.

"Assalamualaikum, Pa." Ucapku sambil memasuki mobil dan mencium tangannya.

"Waalaikumussalam, anak Papa." Ucap Radit--Papa Dinda sambil tersenyum.

"Bagaimana sekolahnya nak?" Tanyak Papa sambil fokus kejalan.

"Alhamdulillah Pa, baik Pa, tapi..." ucapku menggantungkan kalimat.

"Tapi apa Dinda?"

"Papa tau kan Raka kawan Dinda yang pernah Dinda ceritain, dia tadi berantem pa sama kelas lain." Ucapku pada Papa, aku memang pendiam tapi aku selalu terbuka pada mama dan papa.

Surat Rindu Untukmu√Stories to obsess over. Discover now