"Hohoho... Tidak semudah itu Ferguso" Ucap Ren dengan santainya.
Tingginya yang lebih dari 183 cm itu memang benar-benar menyusahkanku. Apa daya aku yang hanya 159 cm ini.
"Balikin nggak, gua gigit nih" Tukasku sembari meraih tasku yang sedari tadi dibawanya.
"Wow, ada Chihuahua ngamuk" Jawabnya mengejekku.
Yaah, memang seperti itu keseharianku. Walaupun dia menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi. Dia sahabatku sejak kecil yang selalu melindungiku.
Rendra Bagas Anggara, biasanya dipanggil Ren, 17 tahun dan sekarang duduk di kelas 11 SMA. Siswa yang aktif ikut ekstrakurikuler, bahkan menjadi salah satu ketua ekstrakurikuler dan sedang menjabat sekarang. Lebih tepatnya ketua ekstrakurikuler kesenian. Siswa berprestasi juga, sering ikutan olimpiade ekonomi. Beberapa kali juga menang. Termasuk jajaran cogan angkatan juga. Banyak yang naksir, dan akhir-akhirnya aku yang jadi sasaran karena deket sama dia. Sialan emang.
Keyla Anastasya, emang nama yang pasaran. Biasa dipanggil Keyla atau Key aja biar cepet. 17 tahun, kelas 11 SMA, ambivert. Kadang pendiem, tapi bisa berisik juga, tergantung sikon. Anak organisasi juga, lebih tepatnya ikut ekstrakurikuler jurnalistik. Megang sub mading, yaa hampir kayak wakil ketua gitu. Nggak pinter-pinter amat, suka tidur di kelas juga. Hobinya mojok di perpus baca novel.
Kita udah temenan dari jaman sebelum sekolah. Kayaknya sekitar umur 3 tahun. Karna baru pindah rumah dan aku nggak ada temen dan adanya dia doang tetangga yang seumuran, dengan terpaksa jadi temen. Mau nggak mau ya harus mau. Daripada ngomong sendiri juga kan.
Walaupun dia sering ngebully aku, tapi dia cuma ngijinin dia doang yang gangguin aku. Kalo ada orang lain yang gangguin aku, siap-siap aja kena bogemnya.
Hahaha...
Sedikit lega ada yang ngelindungin walupun nyebelin parah tingkat dewa.
YOU ARE READING
Things
Romance"Tidak ada persahabatan yang sempurna antara laki-laki dan perempuan" Entah siapa yang membuat slogan itu, tapi apakah itu benar? Mungkin Key dan Ran akan membuktikannya.
