part 1

59 10 21
                                        


Hari ini adalah hari yang menggembirakan bagi seorang gadis SMP. Bagaimana tidak, hari ini adalah hari pertamanya bersekolah di sekolah unggulan karena ia dipindahkan.

Dia adalah orang tercuek di sekolahnya dulu. Tapi, kalau sudah kenal dan dekat maka dia akan berubah menjadi cerewet dan heboh.

Leona' pov

Hari ini aku akan bersekolah di sekolah unggulan. Aku sangat senang walaupun sedikit gugup.

Aku bersiap untuk ke sekolah dan diantar menggunakan mobil oleh ayah yang tercinta di seluruh dunia.. hehe.

Aku sampai di gerbang berwarna putih yang berdiri kokoh dan tegak lurus.

Aku memasuki gerbang

Dan...

Sekolahnya cukup luas, rapih dan bersih. Bangunannya tersusun rapih dari ujung ke ujung dan dilengkapi dengan 1 kamar mandi di setiap ruang kelas.
(Ck kebanyakan halu gw😴😴)

Aku berjalan menuju ruang kepala sekolah. Namun aku tidak memperhatikan jalan karena yang kuperhatikan hanya setiap ruang kelas yang aku lewati, sehingga aku tidak sengaja menabrak seseorang...

"Eh, sorry, gue gak sengaja"- ucapku

"Haha..iya gakpapa kok. Eh ngomong², kamu siswa baru itu yah?"- ucap laki2 itu dengan suara beratnya

"Iya" ucapku singkat dan dingin

"Namaku Ardit, Ardit baher" sambil mengulurkan tangannya..

"Gue Leona',Leona Arthur" ucapku dingin sambil menjabat singkat tangannya sangattt singkat.

"Ayo, sini aku antar ke ruang kepala sekolah, tadi aku disuruh kepsek buat jemput kamu di gerbang, eh malah ketemu di sini.. hehe" ucapnya sambil memperlihatkan senyum manisnya yang bisa meluluhkan hati para gadis, namun tidak untukku.

Tanpa dipersilahkan, dia langsung menggenggam tanganku dan menarikku untuk mengikutinya ke ruang kepsek.

Tapi...

"Ish.. gak usah pegang² deh, modus lu" ucapku sambil melepaskan genggamannya.

"Oh iya, aku belum bilang ke kamu yah...
Di sekolah ini itu banyak anak yang mesum, dan mereka akan menarik tangan perempuan yang lewat sendirian untuk ikut dengannya ke gudang" ucapnya serius.

"Maksud lo? Mereka mesum di gudang?" Ucapku bingung dan penasaran

"Iya... Makanya jangan jauh² dariku, tetap di sisiku.. oke?" Kata Ardit

"Hmm oke aja deh, daripada gue jadi mangsa😨" ucapku dengan dingin dan cuek.

Kami berjalan menyusuri lantai keramik untuk bisa sampai ke ruang kepsek.

Di perjalanan menuju ruang kepsek, aku tak sengaja menangkap sebuah suara yang tidak asing di telingaku. Suara itu adalah suara desahan dari suatu ruang yang tertutup rapat.

Aku berhenti dan...

"Loh? Kok berhenti?" Tanya Ardit

"Lo gak dengar ada suara desahan dari ruangan itu?" ucap gue sambil nunjuk ruangan itu

"Ooh... Itu gudang yang gue maksud" katanya sambil berjalan kembali.

"𝘖𝘸𝘩 𝘫𝘥𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘨𝘶𝘥𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢" gumamku pelan.

Ruang kepsek~
Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam ruang yang dipenuhi arsip surat dan mendapati sebuah wajah yang melempariku senyuman. Aku langsung membalas senyuman itu dan duduk di kursi depan mejanya.

"Kamu di kelas 9 A, ada di lantai 2" ucap kepsek

"Oke, makasih pak" ucapku dan keluar dari ruangan itu.

"Udah?"

Aku dikagetkan dengan sebuah suara. Siapa lagi kalau bukan Ardit, dia menungguku di luar.

"Hm" jawabku hanya dengan deheman

"Kamu kelas berapa?" Tanya nya

"9 A" ucapku singkat dengan cuek

"Oh yah? Berarti kita satu kelas dong" ucapnya bersemangat

"Hah?! Lo kelas 9 A juga?!" Tanyaku dengan nada kaget

Hmm iya,. Emangnya kenapa?" Tanya nya

"Gapapa" ucapku dingin dan lanjut berjalan.

"Kok gue satu kelas sama nih cowok sih!!!!"- batin gue

Vote dan komen yah😊😇
Kritik dan saran jga 😆
Maap yee kalo bnyak typo😆

Pertemuan PertamaWhere stories live. Discover now