Pindah

136 20 4
                                        

Dinding yang bercat warna pink dan bercampur warna hitam, terdapat bingkai foto dirinya saat masih kecil dan yang sekarang. Kasur empuk yang selalu menjadi tempat favorite untuk bermalas-malasan, sungguh ini adalah kamar tersayangnya yang penuh kenangan indah selama masih kecil hingga sekarang. Tapi, sekarang harus gadis itu tinggal tanpa alasan yang jelas, gadis itu sangat enggan harus melepaskan kamar ini. tidak, bukan hanya kamar, gadis itu juga harus meninggalkan rumah, orang tuannya, teman-temannya, sekolah, dan kota ini.

Gadis itu sudah berkali-kali menolak untuk pergi namun orang tuanya terus memaksanya, bahkan orang tuanya memohon padanya dengan air mata yang membasahi pipi mereka, sungguh gadis itu merasa tak tega melihat orang tuanya menangis. Oleh karena itu, mau tak mau gadis itu terpaksa mengiyakan untuk pindah.

Apa pun yang di lakukan orang tuannya gadis itu yakin itu juga demi kebaikannya. Selesai melihat kamarnya untuk yang terakhir kali, gadis itu menuruni satu per satu setiap anak tangga sembari membawa koper yang cukup besar, gadis itu melihat ke bawah yang mana terdapat orang tuanya dengan pakaian rapi dan beberapa maid yang berdiri dan membukuk kan badannya ketika gadis itu sampai di anak tangga terakhir.

"Apa kamu sudah selesai bersiap-siap Jisoo? Apa tidak ada sesuatu yang ketinggalan" Tanya Ny. Kim, melihat putri kesangannya turun

"Nee omma, aku sangat siap. Sepertinya tidak ada yang tertinggal" jawab Jisoo dengan senyuman manis

"Benarkah? Kalau begitu sebaiknya kita berangkat sekarang" ujar Tn. Kim sembari mengelus puncak kepala Jisoo dengan lembut. Mungkin Jisoo akan merindukan elusan di kepalanya ini.

"Lest go, kita berangkat?" Jisoo berlari kecil keluar rumah terlebih dahulu sedangkan orang tuanya hanya mengelengkan kepala melihat tingkah anak satu-satunya ini seperti bocah

"Pak tolong bawakan koper putri saya ke bagasi mobil" sang supir mengiyakan perintah tuanya dan membukuk kan badannya sedikit, sementara Tn. Kim dan Ny. Kim menyusul putrinya menaiki mobil

"Sepertinya kita akan sampai jam 9 malam" ucap Tn. Kim, saat melihat jam tangan yang menunjukan pukul 15.05

"Eoh, apakah sejauh itu? Kenapa appa tidak suruh supir saja yang mengendarai mobil?" Yang di tanya bukannya menjawab malah tersenyum begitu juga dengan Ny. Kim

"Kenapa malah tersenyum? Apa supir di rumah hanya di jadikan pajangan?" Batin Jisoo

☆☆☆☆


Setelah 6 jam berlalu, akhirnya mereka bertiga sampai di depan rumah besar di dekat hutan. Sesekali Jisoo menelan ludah karena merasa sangat takut, bagaimana Jisoo tak takut dari luar saja kelihatannya rumah besar itu seperti tak terawat selama bertahun-tahun, lalu bagaimana di dalam rumah? Apa seperti kandang ayam? , hanya lampu luar yang menyala namun berkedap-kedip seperti ingin mati, bahkan terdapat kelelawar yang bertenger di atas teras, dan yang lebih parah tidak ada rumah kecuali rumah yang akan Jisoo tinggali.

Melihat putrinya yang ketakutan Tn. Kim dan Ny. Kim mendekati anaknnya dan mencoba menenangkan putrinya, setelah Jisoo sudah tenang mereka bertiga berjalan memasuki rumah tersebut, Ny. Kim memegang tangan Jisoo dan Tn. Kim yang membawa koper milik Jisoo. Tn. Kim menyalakan seluruh lampu ruangan yang tadinya gelap sekarang menjadi terang. Tak seperti yang Jisoo pikir kan, ternyata dalamnya sangat bersih namun sepertinya setiap ruangan selalu ada warna hitam.

Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
Stay With a Vampire ~Kim Jisoo Ft. Idol~Hikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin