Untitled Part 1

2 0 0
                                        


"Mbak, satu tiket ke Jogja." Ujarku di depan loket tiket kereta lokal yang cukup senggang pagi ini.

"Jam sembilan lebih sepuluh ya, Mbak." Sahut sang penjaga loket.

"Terima kasih!" balasku sambil mengangsurkan empat lembar pecahan dua ribu.

Kuayunkan langkahku menuju peron tiga –dimana sebuah kereta prameks telah diisi oleh penumpang dengan tujuan Klaten dan Jogja. Kakiku menuntun menuju tempat duduk yang berada di dekat jendela, kududukkan tubuhku dan mulai menatap keluar jendela. Mengamati lalu lalang orang-orang di stasiun Solo sambil menanti kereta merayap pergi. Sejenak, secercah rasa asing namun familiar mulai menghinggapi hatiku dan melemparkanku pada kenangan beberapa tahun siam.

***

"Ndre, aku kereta jam sepuluh, tapi aku cuma bentar. Sore balik."

"Nggak papa, nanti ketemu di stasiun aja kalo nggak sempet."

"Oke, see you there!"

"Udah bilang? Apa katanya?" tanya sepupuku ketika aku memasukkan ponsel ke dalam ransel coklat muda yang tersampir di bahuku.

"Udah, ketemu di stasiun katanya." Balasku sembari mulai membuka buku di tangan kiriku. "tapi sebenernya kalo nggak ketemu ya nggak apa-apa sih." Lanjutku sembari membuka halaman yang telah kulipat. Aku tahu, pasti di luar sana para pecinta buku akan menghujatku lantaran melipat halaman buku. Forgive me, aku juga seorang pecinta buku, hanya terlalu malas untuk sekedar memindah pembatas. Sejujurnya menurutku semakin buluk buku yang kita baca maka semakin banyak cerita dibaliknya.

Ini untuk pertama kalinya aku pergi ke Jogja dengan kereta, diumurku yang baru akan menginjak tujuh belas tahun dalam empat bulan ke depan, hanya bertiga bersama dua sepupuku yang baru diawal 20 an. Sebenarnya Solo-Jogja hanya ditempuh satu jam dengan kereta prameks, namun karena terlalu exited untuk ke Jogja dengan harapan dapat bertemu kekasihku, satu jam rasanya lama sekali. Ya, kekasihku. Andre.

Stasiun Tugu cukup ramai ketika prameks berhenti untuk tujuan terakhir, berseliweran turis-turis yang memanggul tas carrier, serta terdengar roda koper yang saling beradu dengan lantai stasiun. Aku mengikuti beberapa penumpang berjalan menuju jalan Malioboro melalui parkiran motor yang sempit di sisi tenggara pintu keluar stasiun. Menyeberang jalan yang padat akan lalu lintas kendaraan untuk mencapai deretan kios yang berjajar di sisi kanan jalan. Sebenarnya, Malioboro tak ubahnya seperti Pasar Klewer di Solo, namun ada suasana khas yang tak dapat ditemukan di Solo ketika menyusuri Malioboro.

Rintik gerimis yang mengiringi langkahku mengirimkan aroma hujan yang menenangkan, petrychor. Aroma tanah basah yang membuatku menghirup nafas dalam-dalam dan tak ingin membiarkannya berlalu. Menghabiskan waktu menyusuri kawasan Malioboro seolah tak ada habisnya, matahari mulai condong ke ufuk barat, rintik gerimis mulai berlalu dan menyisahkan jalan basah yang tampak segar ketika dilalui.

"Jadi ketemu nggak? Aku balik kereta jam 6.'' Sudah setengah jam SMS tersebut terkirim dan tidak ada balasan. Kutekan tombol bergambar telepon warna hijau, belum tersambung dan ponselku mati seketika.

"Yah, malah mati." Keluhku sembari menatap nanar Sony Ericson berwarna hitam digenggamanku.

" Nih, pake ponselku aja." Sahut sepupuku sembari mengangsurkan ponselnya.

"Ndre, aku balik jam 6, tapi ini udah di stasiun. Bales ke nomer ini saja, ponselku mati." Terkirim. Kukembalikan ponsel tersebut ke pemiliknya.

Kuhelai nafas dengan perlahan, sembari menenangkan hati yang mulai cemas tak sempat bersua dengannya, kekasih yang belum pernah kutemui. Andre, seorang pemuda oriental yang setahun diatasku, yang kukenal lewat SAS FM –radio swasta di Solo- beberapa bulan yang lalu. Lucu rasanya karna sejauh ini yang kami lakukan hanya komunikasi melalui telepon dan Facebook yang sedang booming pada masanya. Tak sedikit kata-kata meremehkan hinggap ditelingaku lantara kisah cinta monyetku yang dianggap lucu. Bahkan banyak kawanku yang menyangsikan keaslian foto Andre, namun aku percaya padanya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 09, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PetrychorStories to obsess over. Discover now