Seoul, 03 Januari 2019
Disini lah Na Jaemin berada, di rumah sakit dengan keadaan perut yang membuncit yang diperkirakan hanya tinggal 1 bulan lagi untuk melahirkan.
Ya, Jaemin seorang pemuda istimewa yang memiliki rahim dan mengalami menstruasi. Tidak semua pria didunia ini mengalami hal seperti ini. Namun, Jaemin mendapatkan anugerahnya.
Ia mengelus perutnya, dan merasakan setiap tendangan-tendangan si kecil, buah hatinya, dan sang suami, Lee Jeno.
Disela-sela elusannya terhadap perutnya, Ia tersenyum kecut, meregang nyawa adalah harga yang harus dibayar setiap pria yang dapat hamil dan melahirkan, dan kemungkinan selamat hanya kecil. Dan Jaemin siap akan hal itu demi sang buah hati.
Piip
Pintu ruang inap berbunyi menandakan ada yang masuk. Ah!, sudah waktunya check up, pikir Jaemin.
"permisi, aku dokter baru, yang ingin memeriksa Anda--"
Kedua bola mata bulat dokter itu membola, kaget dengan siapa yang ada didepannya.
Jaemin melihat nametag yang bergantung di jas putih dokter tersebut.
Jung Haechan
Astaga, sepertinya waktu sudah cepat sekali berlalu dan orang dihadapannya ini sudah sangat berbeda.
"Apa kabar, Haechan?"
Jung Haechan yang gugup, memilih untuk menyibukkan diri dengan papan check up pasien yang sejak awal Ia pegang.
'Harusnya perawat lah yang melakukan hal ini, mengapa tiba-tiba menunjukku dan bertemu dengannya?!'
Haechan merutuki didalam batinnya, dan hal tersebut tak luput dari pandangan Jaemin.
"Apa yang kau rasakan?"
"Ya?"
"Perutmu, ah tidak, bayi, apakah dia menendang cukup aktif?"
"Ya, dia sangat aktif. Dan kupikir, Ia tidak sabar melihat dunia ini"
Jaemin tersenyum mengatakannya. Hatinya terasa menghangat jika memikirkan bayinya yang akan segera lahir.
"Biarkan aku memeriksa denyut nadi mu"
Jaemin menjulurkan tangannya pada Haechan.
'Denyut nadinya lemah sekali'
"Baiklah, aku selesai melakukan pengecekan. Denyut nadi mu sangat lemah, dan aku sarankan untuk lebih banyak istirahat dan tidak memikirkan apapun"
"Ah... baiklah. Terima kasih"
Jaemin tersenyum, Ia merasa Haechan telah benar-benar berubah.
Pukul 15.00, waktu istirahat yang Haechan tunggu-tunggu. Berada di taman rumah sakit dengan segelas americano sambil menikmati semilir angin yang menyapu wajahnya.
Disaat ingin membalikkan badan, kembali Ia dikejutkan oleh sosok yang sama, yang Ia periksa 4 jam yang lalu.
Bedanya, sosok tersebut berada dalam kursi roda dengan seseorang yang mendorongnya dibelakang.
Haechan buru-buru untuk segera menghindari kedua orang tersebut. Namun naas, Ia sendiri malah dipertemukan dengan sosok kakak ketiganya.
"Haechan!"
Kakak ketiganya, Jung Jaehyun.
"Kau mau kemana? Terburu-buru sekali kelihatannya"
Jaehyun menatap wajah sang adik yang kelihatan pucat. Lalu melihat lurus kedepannya.
YOU ARE READING
Spring Blossom🌸
RomanceTentang suatu cinta yang sebelumnya dianggap remeh oleh Jung Haechan. Perasaannya kepada Lee Jeno dan ikatan batin terhadap Lee Jisung-putra Lee Jeno. Mpreg! BxB Nohyuck Nomin
